Kuliah Al-Hikam – Selasa, 22 Dzulhijjah 1444 H / 11 Juli 2023
Pemateri: Ustadz Muhsinin Fauzi, Lc. MSi.
بسم الله الرحمن الرحيم
أَشْهَدُ اَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه
وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
# AL-HIKAM, HIKMAH KE-39
- لا تَرْفَعَنَّ إلى غَيْرِهِ حاجَةً هُوَ مُوْرِدُها عَلَيْكَ. فَكَيْفَ يَرْفَعُ غَيْرُهُ ما كانَ هُوَ لَهُ واضِعاً! مَنْ لا يَسْتَطيعُ أَنْ يَرْفَعَ حاجَةً عَنْ نَفْسِهِ فَكَيْفَ يَسْتَطيعُ أنْ يَكونَ لَها عَنْ غَيْرِهِ رافِعاً.
Jangan sekali-kali kau angkat satu kebutuhan kepada selain Allah. Dia-lah yang menginginkan hajat itu atasmu. Bagaimana bisa hajat itu diangkat kepada selain-Nya padahal Dia-lah yang meletakkannya? Barangsiapa yang tidak mampu mengangkat satu kebutuhan dari dirinya, bagaimana dia bisa mengangkat satu kebutuhan dari selainnya?
Pesan utama:
Jangan sekali-kali kita mengangkat satu kebutuhan kepada selain Allah.
Hikmah ini masih terkait dengan hikmah sebelumnya. Jangan engkau mengangkat kebutuhan kepada selain Allah padahal Allah-lah yang menjalankan hajat itu kepadamu sebagai ujian kepadamu. Angkatlah hajatmu kepada-Nya karena sesungguhnya Allah suka untuk diminta. Ada sebuah riwayat dari Rasulullah, barangsiapa yang tidak minta kepada Allah maka ia dimurkai.
Kita didorong untuk selalu minta kepada Allah dan hanya meminta kepada Allah. Disini kita diberikan alasan bagaimana mungkin seseorang minta kepada selain Allah yang padahal yang diminta itu juga butuh kepada Allah?
Ketika Allah meletakkan satu kebutuhan kepada seseorang, misal kebutuhan atas kecukupan atau penyelesaian masalah, maka ketahuilah bahwa Allah sedang mendorong orang tadi untuk minta kepada-Nya. Bagaimana mungkin seseorang meminta kepada selain Allah padahal Allah-lah yang menciptakan kebutuhan atas orang tersebut? Disini Allah sedang mendorong kita untuk meminta kepada Allah.
Dengan demikian, janganlah sekali-kali kita memohon satu kebutuhan kepada selain Allah. Yang tidak minta kepada Allah itu akan dimurkai. Inilah yang disabdakan Nabi, kalau kau ingin meminta maka mintalah kepada Allah. Kalau kau ingin minta tolong maka mintalah kepada Allah.
Bab ini tampak mudah namun sebenarnya adalah pelajaran yang sangat penting sekali. Bab ini masuk ke dalam pembahasan Bab harapan. Janganlah kita berharap kepada selain Allah.
Dalam konteks muamalah, kita masih diperbolehkan untuk meminta bantuan dari orang lain. Namun dalam konteks syariah, hal ini tidak diperkenankan. Kita hanya diperkenankan untuk meminta kepada Allah.
Bagaimana bisa kita memohon kepada selain Allah jika:
- Allah-lah yang sebenarnya meletakkan kebutuhan atau hajat yang muncul di dalam diri kita?
- Selain Allah itu tidak bisa mengangkat kebutuhannya sendiri untuknya? Jika kebutuhannya sendiri saja tidak bisa terpenuhi untuk dirinya, bagaimana bisa seorang makhluk meminta tolong kepada selain Allah ini? Kita hanya betul-betul berharap kepada Allah SWT.
# Hal-hal yang menyebabkan masihnya kita berharap kepada Selain Allah
- Saking lemahnya iman kita.
- Hubungan dengan Allah tidak baik.
- Berpalingnya hati kepada selain Allah sehingga tidak lagi berharap kepada Allah.
1. Lemahnya iman
Makhluk tetaplah makhluk. Sehebat apapun makhluk, ia tidak akan bisa mengerjakan apa-apa kecuali atas izin, kehendak atau perintah Allah SWT. Lemahnya iman itu mirip dengan lemahnya mata. Pepohonan itu tampak seakan-akan besar padahal kecil. Pandangannya menjadi salah.
Lemah iman menyebabkan lemah mata hati. Bashirohnya lemah. Dampaknya adalah menganggap makhluk Allah itu berkuasa dan bisa diminta.
2. Hubungan dengan Allah tidak baik.
Hubungannya dengan Allah itu tidak dekat sehingga ia bergantung kepada orang lain. Hati ini memang hanya berharap kepada yang dekat. Bila ia tidak dekat kepada Allah, ia tidak akan mampu merasakan bahwa Allah-lah yang membagi rizki kepadanya.
Hikmah ini jangan sampai dipahami salah yakni sampai kita tidak mau mengambil sebab. Praktik yang tidak tepat adalah ketika saking kuatnya seseorang berharap kepada Allah sampai-sampai ia tidak mengambil sebab atau berusaha.
Secara umum, seseorang wajib mengambil sebab dan tidak boleh mengajukan permohonan kepada makhluk diluar batas-batas muamalah.
3. Berpalingnya hati kepada selain Allah sehingga tidak lagi berharap kepada Allah.
Ini adalah keadaan ketika seseorang terkesima dengan makhluknya Allah, misal karena kehebatan, kecerdasan atau kekuasaan makhluknya Allah sehingga ia jadi lupa kepada Allah. Hal ini disebut dengan goflah. Ia lupa bahwa makhluk Allah ini juga membutuhkan Allah.
Goflah ini terjadi di masa dulu dan masa kini karena kita memiliki syahwat. Ketika semua hal sedang lancar, kita seakan-akan lupa atas Allah. Untuk mengatasi hal ini, perlu adanya penguatan iman dan penguatan ma’rifatullah. Kita perlu yakin seyakin-yakinnya bahwa yang paling kuasa adalah hanyalah Allah SWT. Ketika kita bisa berada di posisi ini, maka hidup kita akan menjadi ringan. Kita hanya meminta kepada yang paling berkuasa.
Kita perlu selalu memohon kepada Allah agar urusan-urusan kita dipermudah karena urusan-urusan kita itu sangatlah banyak. Kalau Allah sudah memperbaiki urusan kita maka tidak ada satupun yang bisa memperburuknya. Kalau Allah sudah tidak mau mengurusi kita maka tidak ada satupun makhluk yang bisa memperbaikinya. Jangan sampai kita menjadi hamba yang Allah tidak ingin mengurus kita.
Cara agar kita diurus oleh Allah adalah dengan mengurus agama Allah
Kalau kita menyibukkan diri dengan urusan Allah, maka Allah akan mengurus kita. Yang dimaksud dengan urusan Allah adalah ketaatan kita kepada Allah.
Keperluan kita terhadap pahala itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan keperluan kita terhadap harta. Pahala itu akan sangat kita butuhkan di akhirat nanti. Untuk itu, kita harus mengumpulkan banyak kebaikan dari pintu manapun.
Berdzikir
Dzikir itu bisa menjaga hati dari goflah. Dzikir itu justru lebih dibutuhkan ketika kita sedang sibuk dengan urusan-urusan kita.
Penutup
Bab ini adalah bab yang membahas bagaimana kita bisa menguatkan iman dengan cara ma’rifatullah. Kita ingin dekat kepada Allah sehingga kita hanya berharap kepada Allah. Materi di bab ini sangat mendasar yang harus kita tekuni sampai kita bisa berharap hanya kepada Allah saja.
TANYA JAWAB
1. Pendidikan sekolah pada umumnya hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan fisik dan akal namun kurang fokus pada kebutuhan rohani. Bagaimana dengan hal ini?
Ini termasuk kedalam bab pengasuhan. Tips praktis:
- Milikilah quote yang selalu digaungkan oleh ayah dan ibu kepada anak sedari kecil, misal:
- “Nak, kalau minta hanya kepada Allah saja.”
- “Hidup itu dijalani yang wajar. Kalau perlu apa-apa, minta saja kepada Allah.”
- “Nak, Allah itu selalu melihat kita. Jadi, selalu minta kepada Allah.”
- Keteladanan dari orang tuanya.
- Dimulai dari sekarang
2. Yang menciptakan kebutuhan atau hajat seseorang itu adalah Allah. Bagaimana perbedaan antara kebutuhan dan keinginan?
Dalam proses mewujudkannya, hajat/kebutuhan dan keinginan itu dibedakan. Hajat harus terpenuhi sedangkan keinginan itu tidak harus dipenuhi. Ketika seseorang diberikan keinginan yang banyak, justru ujiannya adalah bagaimana untuk mengendalikannya. Kenginan masih boleh dipenuhi selama tidak berlebihan.
3. Apa yang dimaksud dengan pahala?
Pahala berasal dari kata tawab dan ajl. Tawab berarti ganjaran dan ajl berarti upah.
Pahala adalah sebuah hasil yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang berusaha berupa amal shaleh. Hasil-hasil ini nanti diberikan dan bisa ditimbang beratnya. Hal ini adalah hal ghaib yang tidak bisa dijelaskan pada saat ini.
Wallahu a’lam bishowab
Ditulis oleh Tim Formula Hati (AA)
No Comments
Leave a comment Cancel