Kuliah Tafkir Islami – Kamis, 11 Rajab 1444 H / 2 Februari 2023
بسم الله الرحمن الرحيم
أَشْهَدُ اَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه
وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
Kaidah-kaidah dalam berpikir islami:
- Kaidah umum
- Kaidah yang bersumber dari fiqih
- Kaidah yang bersumber dari Tsaqafah Islamiyah
Kaidah-kaidah umum berpikir Islami:
1.1. Kebenaran sesuai agama Islam; benar dan salah kembali ke syariah
1.2. Berpikir Islami harus sesuai dengan karakter Islam
1.3. Pemahaman Qada dan Qadar dan hubungannya dengan sebab haruslah sesuai dengan ajaran Islam yang benar
1.4. Memahami Istilah-Istilah Syariah
1.5. Hubungan Hukum Allah di Alam Semesta
1.6. Hubungan Hasil, Proses dan Waktu
1.7. Posisi Agama
1.8. Memahami Hidup
1.9. Konsep Amal Shalih
# KAIDAH UMUM KE-9: KONSEP AMAL SHALIH
Esensi dari kehidupan seseorang di dunia adalah tentang amalnya yang berdasarkan iman. Di konteks ini, kita perlu memahami konsep amal shalih yang diajarkan agama ini. Salah satu keunikan konsep yang diajarkan adalah bersatunya konsep hidup di dalam konsep amal shalih.
Amal shalih tidak dipisahkan dari gerak hidup manusia. Jika seseorang itu cerdas, maka ia akan bisa menemukan amal shaleh di setiap helaan nafas yang ia jalani. Namun karena pemahaman yang kurang, pemahaman amal shaleh bisa menyempit menjadi hanya berupa kegiatan amal shaleh. Ini adalah dampak dari arus sekularisme yang menguat. Sehingga, ada sebagian area dalam hidup yang bahkan tidak disebut dengan amal shaleh atau juga mendapatkan perhatian yang serius. Budaya yang berkembang saat ini adalah bahwa amal shaleh hanya dilihat secara ukhrawi (akhirat) dan dunia itu tidak dilihat.
# Posisi amal shaleh:
- Selalu berpasangan dengan iman
- Bisa disebut sebagai bukti iman
- Merupakan ciri utama orang beriman
- Merupakan implementasi praktek beragama
Posisi amal shaleh selalu berpasangan dengan iman seperti dua keping mata uang. Amal shalih hanya bisa bersanding dengan iman.
Amal shalih bisa disebut sebagai bukti iman dan merujuk kepada konsep cabang-cabang iman. Rentang amal shaleh adalah seluruh cabang iman.
Amal shalih merupakan ciri utama orang beriman dan akan berhadapan dengan ciri utama orang kafir. Orang beriman itu beramal shaleh sedangkan orang kafir itu foya-foya dan makan-makan. Kebalikan dari amal shalih adalah berfoya-foya. Beramal shalih adalah menekuni kebaikan yang jauh dari foya-foya. Kekafiran yang melahirkan kapitalisme dan sekularisme itu identik dengan foya-foya. Sebaliknya, identitas mukmin adalah beramal shalih.
Foya-foya itu identik dengan semaunya. Berfoya-foya itu akan menabrak syariat. Yang perlu dilakukan adalah mensyukuri nikmat. Hal yang memberatkan orang kafir saat ini untuk kembali ke dalam islam sekalipun mengetahui kebenaran islam adalah karena mereka tidak bisa meninggalkan hidup berfoya-foya ini.
Amal shalih merupakan implementasi praktek beragama.
Kalau ingin melihat tingkat agama seseorang, maka lihatlah praktek keberagamaan seseorang. Agama terdiri dari iman dan amal. Iman itu hanya tampak di hati, namun amal shalih itu bisa tampak secara dzahir.
Salah paham atas konsep amal shalih
Konsep amal shaleh perlu dipahami dengan baik karena masih banyak korban di lapangan atas paham-paham sekularisme atau paham-paham sesat yang lain. Konsep sekularisme ini menyebabkan adanya sekian area yang tidak dianggap sebagai bagian dari agama sehingga seolah-olah tidak bisa menjadi bagian dari amal shalih.
Misal, ketika seseorang mengatakan, “kalau mau beramal, lakukan di masjid saja, jangan disini”. Atau sebaliknya, orang-orang shalih hanya diidentikkan kepada mereka yang menyepi dari kehidupan duniawi.
Pemahaman amal shalih perlu ditempatkan dengan baik karena masih banyak terjadi penyempitan makna. Area-area profan (duniawi) ini tetap bisa menjadi amal shalih dan perlu ditata. Mindset atau cara pandang perlu dibenahi agar aktivitas amal shaleh tidak jauh dari yang dicontohkan Nabi.
# Konsep amal shalih
- Seluruh penataan hidup yang didasarkan kepada syariat atau agama adalah termasuk amal shalih.
- Apa saja dalam hidup ini yang diniatkan untuk menjalankan ketaatan kepada Allah adalah termasuk amal shalih.
- Amal shalih meliputi amal duniawi dan amal ukhrawi.
1. Seluruh penataan hidup yang didasarkan kepada syariat atau agama adalah termasuk amal shalih.
Seluruh aktivitas hidup yang dijalankan berdasarkan syariat adalah ketaatan. Hal ini kembali kepada konsep agama. Apakah agama dianggap sebagai kegiatan atau konsep hidup? Kalau agama hanya dianggap sebagai kegiatan, maka yang muncul adalah hanyalah kegiatan keagamaan. Namun, kalau segala sesuatu dikerjakan berdasarkan syariat, maka ini adalah bentuk amal shalih.
Perkara-perkara yang didasarkan kepada ketaatan adalah amal shalih. Misal, jual beli yang dijalankan dengan syarat dan rukun yang benar adalah amal shalih. Amal shalih ini tumbuh dari seluruh penataan hidup kita. Termasuk juga ketika tiba waktu kita untuk shalat, untuk bekerja, untuk mengurus anak, dan seterusnya. Nabi mengatakan bahwa ketika kita mendidik anak dengan baik, maka kita akan bersama beliau di surga.
2. Apa saja dalam hidup ini yang diniatkan untuk menjalankan ketaatan kepada Allah (mencapai mardhatillah) adalah termasuk amal shalih.
Contoh: Menata alam, mensyukuri badan yang sehat, menanam pohon untuk orang berteduh dan seterusnya. Apa saja yang diniatkan dengan baik adalah merupakan amal shalih. Hal ini harus masuk ke dalam
3. Amal shalih meliputi amal duniawi dan amal ukhrawi.
Amal duniawi seperti bekerja dan berbisnis. Amal ukhrawi seperti shalat dan berzakat. Masyarakat yang berpaham sekularisme hanya menganggap bahwa amal shalih hanya meliputi amal ukhrawi. Janganlah pernah menunggu untuk beramal shalih.
# Pembagian amal shalih
(1) Dari sudut pembagian agama
- Amal yang bersifat aqidah atau ideologi
- Amal yang berupa tindakan hukum
- Amal yang berupa akhlak dan etika
(2) Dari sudut pelaku amal
- Amal hati; contoh: beriman kepada Allah, berharap kepada Allah
- Amal lisan; contoh: berkata baik, jujur
- Amal anggota badan: contoh: mengaji
(3) Dari sudut berbuat dan berhenti
- Amal berupa tindakan aktif untuk melakukan sesuatu; melaksanakan perintah
- Amal untuk berhenti melakukan sesuatu; contoh: berhenti mencuri
(4) Dari sudut dampak
- Amal yang berdampak kepada diri sendiri; contoh: berdzikir
- Amal yang berdampak kepada orang lain; contoh: bersadaqah, berdakwah –> lebih utama
(5) Dari bentuk amal
- Amal duniawi; contoh: bekerja, menyiram tanaman, membersihkan rumah
- Amal akhirat; contoh: berdzikir
(6) Dari wujudnya yang tampak atau tidak
- Amal yang bersifat sirri (rahasia); contoh: berdzikir dan shadaqah yang sirri
- Amal yang bersifat dzahir (tampak); contoh: adzan, shalat berjamaah
(7) Dari sudut jumlah
- Amal fardhi; contoh: shalat rawatib
- Amal jama’i; contoh: shalat berjamaah –> secara umum, amal berjamaah lebih bagus
(8). Dari sudut hubungan tujuan amal
- Amal yang terkait dengan habbluminallah; contoh: ibadah-ibadah
- Amal yang terkait dengan habbluminannas; contoh: bershadaqah, bertetangga
# Konsep diterimanya amal
Agar amal shalih ini diterima, maka perlu dikembalikan kepada konsep diterimanya amal.
- Secara umum, seluruh amal harus didasarkan kepada iman.
- Secara khusus, niatnya harus bagus dan pelaksanaannya sesuai dengan syariat. Jika syariat mengatur ketat, ia harus ikut ketat. Jika syariat hanya mengatur secara global, maka ia pun mengikutinya.
# Pembagian amal terkait dengan aturan syariat
- Amal yang aturannya ketat (maghdah)
- Amal yang aturannya tidak ketat (ghairu maghdah)
- Amal yang tidak diatur, yang penting tidak ada pelanggaran (mubahat)
Karena sedemikian luasnya area amal shalih, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak beramal shalih untuk mengumpulkan bekal kita di akhir nanti. Kita berlomba-lomba untuk memperbanyak amal shalih untuk memperbanyak supply catatan amal shalih kita.
wallahu a’lam bishowab
Ditulis oleh Tim Formula Hati (AA)
No Comments
Leave a comment Cancel