Kuliah Keluarga Edisi Ramadhan FHI – Sabtu, 21 Ramadhan 1443 H / 23 April 2022
Bersama Ayah Irwan Rinaldi
بسم الله الرحمن الرحيم
أَشْهَدُ اَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه
وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
MENDIDIK ANAK DI ERA DIGITAL
Pengantar
Yang paling penting dalam parenting bukan hanya sebatas teori, tapi yang terpenting dalam mendidik adalah ”Keberkahan” dan ini yang di terapkan dalam orang tua zaman dulu dalam mendidik kita. Yang paling utama dalam komunikasi adalah bukan sebanyak teori yang kita tahu tetapi intinya adalah ”keberkahan” didalam prakteknya.
Mendidik Era Digital Berkualitas meski terbatas
Mengapa harus berkualitas ? karena memgingat hubungan kita yang serba digital.
Dampak dari Era digital sbb:
- Serba cepat
Kita perlu tetap mengikuti 15 sunnah Rasulullah SAW. - Bidang Komunikasi
- Hubungan Antar Manusia
- Kehidupan sangat mudah
- Yang dekat jadi jauh
- Yang jauh jadi dekat.
Serba cepat
Mendidik anak, dengan check feeling dengan berkomunikasi, dan komunikasi harus dari hati ke hati.
Bidang Komunikasi
Kadang2 komunikasi dengan pasangan, harus dari hati ke hati. akan berpengaruh besar kepada pasangan efektif tapi tidak afaktif.
Hubungan dengan manusia
Tantangan Pengasuhan Era Digital
1. Internal
- Prinsip pengasuhan yang berbeda pola
- pengasuhan yang tidak sepakat tidak sepakat.
- Tidak ada Roadmap pengasuhan
- Tumbang karena pihak ketiga
- Kondisi real pernikahan.
- Salah satu penyebab adalah adanya prinsip yang tidak tersepakati oleh pasangan.
Jadi harus ada prinsip yang harus disamakan oleh pasangan. sehingga anak tidak menjadi bingung. - Roadmap pernikahan yaitu harus jelas tujuannya mau dibawa kemana keluarga.
Diera digital ini, roadmap pernikahan kita belum ditentukan. untuk itu harus ditentukan lebih jelas. - Tumbang karena pihak ketiga adalah kebanyakan orangtua banyak mengamanahkan kepada pihak sekolah.
- Kondis real pernikahan yaitu banyak para orang tua yang mempunyai masalah tetapi merasa baik- baik saja. Yang tidak pernah terselesaikan.
2. Eksternal
- Pola asuh hidup diluar rumah.
Bisakah kita ubah jadi peluang ?
Tergantung sikap ortu terutama “Sang Ayah” sebagai Qowwam (Kemampuan menangkap, mencermati dan mengubah).
Sikap dan hubungan suami (ayah) kepada Allah, akan sangat sangat berpengaruh didalam keluarga (rumah tangga). Sangat menentukan relasi hubungan dengan keluarga sebagaimana kuatnya Hubungan Relasi seorang Ayah dengan Allah SWT.
Apa yang harus orang tua lakukan ?
Jadilah orang tua yang
1. Benar
adalah pusat buhulnya yaitu berusaha untuk menjadi orang tua yang benar.
- Benar relasi spiritual.
Rusaknya seorang anak yaitu karena rusaknya hubungan orang tua (Ayah) kepada Allah SWT. - Benar Relasi pernikahan
Harus mempunyai roadmap pernikahan, yang jelas mau dibawa kemana rumah tangga kita. - Benar Relasi pengasuhan.
Relasi Spiritual yaitu:
- Tersambung kepada Allah
- Terhubung kepada Allah
- Tergantung kepada Allah
Relasi Pernikahan yaitu:
- Hubungan pernikahan
- Utang pengasuhan.
Relasi Pengasuhan yaitu:
- Prinsip pengasuhan
- Pola pengasuhan.
Harus menyamakan visi antar suami isteri dalam pengasuhan anak. - Road pengasuhan
Allah mengingatkan kepada kita, memgasuh anak berdasarkan desain-desain Allah SWT.
Mengasuh anak perempuan dan laki-laki harus berbeda.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَصْطَفَى الْبَنَا تِ عَلَى الْبَنِيْنَ
“apakah Dia (Allah) memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak laki-laki?”
(QS. As-Saffat 37: Ayat 153)
Dalam mengasuh anak perempuan harus kita tanamkan kepribadian wanita spt Siti Khadijah, Maryam, Asiyah, dan Fatimah.
2. Ortu Asyik
- Ilmu dan Waktu
Setiap orang tua harus memiliki buku tahap perkembangan anak. sehingga kita mengetahui tumbung kembang anak sehingga kita mempunyai ilmu dan acuan dalam mengikuti tumbuh kembang anak. - Waktu
- Kolaborasi
Tidak menyerahkan sepenuhnya kepada pihak ketiga. - Komunikasi
Kemampuan kita mendengar, terkadang tidak disertai dengan rasa empati.
Kemampuan berbicara, dengan respect dan menghargai kepada orang.
Parenting Skill untuk orang tua era Digital
- Us time.
5-9 tahun
- di prioritaskan
masing-masing anak harus kita mempunyai waktu utk bisa bersama. - Full Attention (total)
- 15 menit / hari / outdoor.
10 -15 tahun
- Download kelakian keperempuan
- badan sahabat, pikiran dewasa pikiran dewasa.
- Kenali teman-temannya
- Komunikasi – Negoisasi – Konsekuensi.
2. Apresiasi Positif
- Pujian yang spesifik
- Penghargaan yang jelas
- Fokus kepada proses
- Pujian harus asli
- Fokus kepada yang positif
- Pujian jangan suka ditunda, segera dan segera.
3. Taat karena cinta kagum
- Koneksi sebelum koreksi.
- Cinta akan dicintai.
- Dialog
- Bimbing bukan Instruksi
- Libatkan bukan paksa
4. Dengar dengan Empati, Berbicara dengan respek
5. LCM
- Loving
- Coaching
- Modelling.
Tips & Trik mendidik anak di era digital:
1. Menjalin Emotional Bonding
- Save, secure and Trust
- Ortu menjadi nilai rujukan
- Tercukupi ucapan cinta, belaian dan sentuhan
- Hadir dimasa-masa golden time:
- Saat sedih
- Saat sakit
- Saat unjuk prestasi
2. Menjebol Privacy anak
- Privacy bagi anak, sejatinya adalah racun pembunuh.
- Berbagi cerita – hindari banyak bertanya.
- Kuasai skill membuat anak rindu: memasak, memijat dan mendengar – TUGAS IBU
3. Manajemen Hiburan
- Memiliki agenda alternatif untuk menghibur anak.
- Menaklukkan Bosan
- Kebersamaan yanh bermakna
- Skill menghibur: bermain, bercerita dan berpetualang (menjelajah) – TUGAS AYAH
4. Membuat Rundown Aktivitas
- Kesibukan mengalihkan anak dari hal-hal yang iseng.
- Rencanakan agenda harian dimalam hari
- Evaluasi agenda
5. Manajemen GADGET
- Waktu – sehabis subuh sampai syuruq.
- Durasi
- ISI
- Lokasi – kamar tidur, kamar mandi, ruang makan.
- Situasi
- Saat makan bersama
- Saat Ibadah
- Saat bertamu
- Saat naik kendaraan
- Saat melayat
- Saat liburan.
Buku Pendidikan Anak
Judul: Pendidikan Anak Dalam Islam, karya: Abdullah Nashih Ulwan
Buku Tahap perkembangan; 1. Tahap perkembangan secara Islami; 2. Tahap perkembangan secara psikologis
Buku “Semua anak adalah bintang”, karya: Ayah Irwan Rinaldi
wallahu a’lam bishawab.
Notulensi ditulis oleh tim Formula Hati (UZ).
No Comments
Leave a comment Cancel