Kuliah Tafkir Islami – Kamis, 26 Jumadil Akhir 1444 H / 19 Januari 2023
بسم الله الرحمن الرحيم
أَشْهَدُ اَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه
وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
# Pengantar
Kaidah-kaidah dalam berpikir islami:
- Kaidah umum
- Kaidah yang bersumber dari fiqih
- Kaidah yang bersumber dari Tsaqafah Islamiyah
Kaidah-kaidah umum berpikir Islami:
1.1. Kebenaran sesuai agama Islam; benar dan salah kembali ke syariah
1.2. Berpikir Islami harus sesuai dengan karakter Islam
1.3. Pemahaman Qada dan Qadar dan hubungannya dengan sebab haruslah sesuai dengan ajaran Islam yang benar
1.4. Memahami Istilah-Istilah Syariah
1.5. Hubungan Hukum Allah di Alam Semesta
1.6. Hubungan Hasil, Proses dan Waktu
1.7. Posisi Agama
1.8. Memahami Hidup
# KAIDAH UMUM KEDELAPAN: MEMAHAMI HIDUP
Salah satu frame berpikir kita yang sekaligus membantu kita untuk berpikir adalah mindset tentang hidup yang benar. Bagaimana kita memandang hidup itu seperti apa itu yang akan memandu kita sehari-hari. Salah satu keuntungan sekaligus rasa syukur kita kepada Allah adalah ketika kita dipahamkan urusan ini. Sebenarnya kita semula tidak paham apa-apa ketika hidup di dunia.
Ada ungkapan yang sangat terkenal, yakni materialisme dan kapitalisme telah menyediakan banyak fasilitas bagi orang-orang sehingga lebih baik dari kehidupannya sebelumnya. Namun, materialisme dan kapitalisme ini tidak bisa menjawab sesuatu yang membuat orang lebih tenang, yakni untuk apa seseorang itu hidup di dunia. Apakah untuk bersenang-senang? Kalau sudah bersenang-senang, lalu apa lagi? Hal-hal ini bisa dijawab oleh agama. Hidup mau di arahkan kemana itu bergantung kepada cara kita memahami hidup.
Beberapa pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh agama, misal:
Untuk apa seseorang hidup?
Setelah di dunia, kita akan kemana?
Mengapa Tuhan menciptakan alam semesta?
# Beberapa panduan agama tentang kehidupan:
- Hidup dan mati adalah ujian dari Allah (QS Al-Mulk 2)
- Tiada kehidupan di dunia ini dibanding akhirat kecuali sedikit.
- Kehidupan ini adalah sesuatu yang melenakan
- Kehidupan ini adalah perjalanan
- Allah perjalankan hamba-Nya di lima alam: alam ruh, alam rahim, alam dunia, alam barzah, alam akhirat
Pandangan kita akan hidup itu akan menentukan cara kita menjalani kehidupan. Allah membimbing kita dengan ayat-ayat-Nya, salah satunya di ayat:
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ ﴿ ٢﴾
Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun [QS Al-Mulk 67:2]
Dalam tafsir Ibnu Katsir, yang disebut dengan yang paling baik adalah yang paling ikhlas dan yang paling tepat sesuai sunnah Nabi SAW.
*# Poin-poin penting cara memahami hidup:*
- Kehidupan di dunia adalah bagian dari kehidupan manusia yang panjang
- Kehidupan di dunia adalah tempat untuk berbuat
- Kehidupan di dunia hanyalah sebentar
- Kehidupan di dunia adalah kesenangan yang melenakan
- Kehidupan di dunia adalah fitnah
1. Kehidupan di dunia adalah bagian dari kehidupan manusia yang panjang
Hidup di dunia ini adalah bagian dari kehidupan yang panjang yang dilewati manusia, meliputi alam ruh, rahim, dunia, barzah, akhirat.
2. Kehidupan di dunia adalah tempat untuk berbuat
Hidup di dunia ini memiliki hal khusus, yakni merupakan tempat dimana Allah memberikan ujian kepada manusia berupa kesempatan untuk memilih dan berbuat. Manusia tidak memiliki pilihan-pilihan di dalam kehidupannya di alam selain alam dunia. Ketika manusia di dunia, maka ini adalah saatnya berbuat.
3. Kehidupan di dunia hanyalah sebentar
Hidup di dunia hanyalah sebentar (kolil, sedikit). Dibandingkan dengan akhirat, kehidupan di dunia itu sangatlah sebentar. Karena kehidupan hanya sebentar, maka kita perlu bijaksana dalam menjalaninya. Semua orang merasakan kehidupan yang sebentar ini. Banyak orang yang merasakan tiba-tiba sudah tua dan tiba-tiba sudah pensiun.
4. Kehidupan di dunia adalah kesenangan yang melenakan
Dunia itu manis dan hijau. Seseorang menyukai yang manis dan hijau, dan Allah kuasakan manusia atas dunia.
5. Kehidupan di dunia adalah fitnah
Fitnah adalah sesuatu yang harus dikelola dengan baik supaya terhindar dari keburukan. Fitnah terkadang diterjemahkan sebagai ujian, walaupun sebenarnya lebih kompleks dari ujian. Fitnah harus dikelola dengan baik. Contoh fitnah: fitnah dajjal, fitnah hidup, fitnah kematian.
# Hidup dan amal
Rasul mengajarkan kepada kita dalam menjalani kehidupan di dunia seperti orang asing yang sedang melewati tempat dalam perjalanannya.
Oleh karena itu, kita menempatkan hidup sebagai waktu dan saat untuk benar-benar berbuat sebaik-baiknya, sebagaimana perintah Allah dalam penciptaan manusia. Fokus utama kita adalah berbuat baik sebanyak-banyaknya. Fokus utama kita adalah menjadikan kehidupan ini sebagai wahana untuk menjalankan kebaikan. Kalau kita sudah bisa menjalankan konsep ini, maka kita sudah berhasil menjalankan hidup.
Rasulullah menegaskan bahwa Allah tidak melihat fisik kalian, namun Allah melihat hati dan perbuatan kalian. Semiskin atau sekaya apapun, Allah akan melihat seseorang ketika ia banyak beramal. Yang paling mulia di antara manusia adalah yang paling bertakwa. Sayangnya, konsep ini mulai hilang di masa sekarang. Yang saat ini mendominasi adalah konsep materialisme. Hidup ini untuk mencari makan dan untuk bersenang-senang. Padahal, jauh sebelum situasi ini hadir, al-Qur’an sudah menjelaskan bahwa orang-orang kafir itu makan-makan dan bersenang-senang sebagaimana binatang ternak bersenang-senang dan neraka adalah tempat kembalinya.
Di masa materialisme sekarang ini, seseorang memandang hidup ini untuk mengumpulkan dunia sebanyak-banyaknya. Kalau materinya baru terkumpul sedikit, ia merasa gagal. Dampaknya adalah bahwa hidup dikelola dengan kurang baik.
Kesemua konsep ini harus masuk di dalam mindset kita dan terhujam di hati untuk membimbing kita menjalani kehidupan sehari-hari.
- Bagaimana kita mendesain amal kita
- Ukuran seperti apa yang kita gunakan
# Ukuran dalam hidup
Ketika pemahaman tentang kehidupan di dunia ini tidak kokoh, maka ukurang yang digunakan menjadi salah. Ukuran al-Qur’an adalah bahwa yang paling mulia di antara manusia adalah yang paling bertakwa. Jika tidak paham hal ini, maka orang akan menganggap bahwa yang paling mulia di antara manusia adalah yang paling banyak hartanya.
Fokus kita adalah amal baik. Kita mengerjakan apa saja dalam rangka beramal shaleh. Dasar amal shaleh adalah ikhlas.
# Pembagian amal:
- Berdasarkan sumber
- Berdasarkan sifat
- Berdasarkan dampak
- Berdasarkan jenis aksi
- Berdasarkan penampakan
- Berdasarkan jumlah yang mengerjakan
Jenis-jenis amal berdasarkan sumbernya:
- Amal hati
- Amal lisan
- Amal anggota badan
Jenis-jenis amal berdsarkan sifatnya:
- Amal yang bersifat aqidah; misal keyakinan atau keimanan
- Amal yang bersifat ibadah; misal shalat, berpuasa
- Amal yang bersifat muamalah; misal bekerja mencari nafkah
- Amal yang bersifat akhlak; misal menghormati tamu, amanah
Jenis-jenis amal berdasarkan dampak:
- Amal yang berdampak untuk diri sendiri
- Amal yang berdampak untuk orang lain –> lebih baik untuk dilakukan
Jenis-jenis amal berdasarkan aksi:
- Amal yang bersifat aksi; misal shadaqah
- Amal yang bersifat menghentikan; misal tidak bermaksiat
Jenis-jenis amal berdasarkan penampakannya:
- Amal yang tampak; misal shalat berjamaah, adzan
- Amal yang tidak tampak; misal keikhlasan, shalat malam
Jenis-jenis amal berdasarkan jumlah yang mengerjakan:
- Amal yang seorang diri; misal membaca al-Qur’an
- Amal secara berjamaah; misal shalat berjamaah
# Kiat agar bisa istiqamah dalam beramal
- Zuhud, dan batasannya adalah ketaatan kepada Allah
- Tidak berlebihan, yakni berbuat dalam keadaan sedang
- Menikmati perbuatan baik yang dilakukan
PERTANYAAN
1. Bagaimana cara membersihkan hati dari prasangka buruk?
- Yang pertama harus diperhatikan lebih dulu adalah diri kita sendiri, baru orang lain. Kita disibukkan dengan diri sendiri dan bukan mengurusi masalah orang lain.
- Menyibukkan diri dengan dzikrullah
2. Apakah yang dimaksud dengan lalai, dimurkai dan tersesat?
- Lalai: Terlalu fokus terhadap sesuatu kepada selain Allah kemudian melupakan Allah. Tersibukkan sesuatu sehingga kebaikan terlupakan
- Dimurkai: Mengetahui kebenaran namun menyembunyikan kebenaran, tidak menjalankan kebenaran dan tidak melarang keburukan. Dimurkai karena menentang setelah diberikan ilmu. Ini disematkan kepada Yahudi.
- Tersesat: Salah menganggap atau salah berpikir, yang menganggap bahwa Isa adalah anak Tuhan. Ini disematkan kepada Nasrani.
wallahu a’lam bishowab
Ditulis oleh Tim Formula Hati (AA)
No Comments
Leave a comment Cancel