1. Arsip Kuliah Umum Tematik (KTM)

KTM66. Hubungan Hasil, Proses dan Waktu (2)

Kuliah Tafkir Islami – Kamis, 12 Jumadil Akhir 1444 H / 5 Januari 2023

‎بسم الله الرحمن الرحيم
‎أَشْهَدُ اَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه
‎وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

# Pengantar

Kaidah-kaidah dalam berpikir islami:

  1. Kaidah umum
  2. Kaidah yang bersumber dari fiqih
  3. Kaidah yang bersumber dari Tsaqafah Islamiyah

Kaidah-kaidah umum berpikir Islami:
1.1. Kebenaran sesuai agama Islam; benar dan salah kembali ke syariah
1.2. Berpikir Islami harus sesuai dengan karakter Islam
1.3. Pemahaman Qada dan Qadar dan hubungannya dengan sebab haruslah sesuai dengan ajaran Islam yang benar
1.4. Memahami Istilah-Istilah Syariah
1.5. Hubungan Hukum Allah di Alam Semesta
1.6. Hubungan Hasil, Proses dan Waktu


# KAIDAH UMUM KEENAM: HUBUNGAN HASIL, PROSES DAN WAKTU (BAGIAN 2)

Poin-poin penting terkait hasil (lanjutan)

  1. Hasil adalah semata-mata merupakan pemberian dari Allah. Demikian pula dengan sebab yang merupakan pemberian dari Allah. Dalam konteks qada dan qadar, Allah memberikan ruang untuk mengambil sebab.
  2. Allah berikan hasil kepada hamba-Nya terkadang bentuknya seperti yang diinginkan dan terkadang bentuknya tidak seperti yang diinginkan, padahal hakikatnya itu seperti yang diinginkan.
  3. Sebab dan hasil itu memiliki waktunya masing-masing. Tidak akan terjadi kecuali sesuai dengan waktu yang Allah tentukan.
  4. Sementara waktu di luar jangkauan manusia, manusia tetap bisa berusaha dalam mencocokkan waktu yakni dengan berdoa, istikharah dan taqarrub kepada Allah.

# 7. Hasil adalah semata-mata merupakan pemberian dari Allah

Dalam menyikapi hasil, ada dua kondisi:
a. Kalau hasil seperti yang dicita-citakan, maka kita wajib syukur, ridha dan meningkatkan.
b. Kalau hasil tidak seperti yang diinginkan ataupun ada hasil yang buruk, maka kita wajib sabar, ridha dan memperbaiki sebab.

Ketika mendapatkan hasil seperti yang dicita-citakan

  • Syukur –> Ridha –> Meningkatkan
  • Kalau hasil seperti yang dicita-citakan, maka kita wajib bersyukur dan tidak boleh sombong karena semua itu terjadi karena kehendak Allah. Syukur adalah bagian dari perintah Allah. Setelah syukur, kita harus ridha dan kemudian meningkatkan rumusan hidup sebagai seorang mukmin.
  • Rumusan hidup seorang mukmin:
    a. Kalau hari ini lebih baik dari kemarin, kita beruntung.
    b. Kalau hari ini sama dengan kemarin, kita merugi.
    c. Kalau hari ini lebih buruk dari kemarin, kita celaka.

Ketika mendapatkan hasil tidak seperti yang dicita-citakan

  • Jika mendapati kondisi demikian, kita bersabar. Seorang mukmin perlu bersabar dengan setiap keputusan Allah.
  • Seorang mukmin itu tidak besar karena berlimpahnya dunia dan tidak kerdil karena kekurangan dunia.
  • Sabar adalah kemampuan untuk bertahan.
  • Disinilah muncul tantangan untuk anak-anak kita terutama untuk generasi Z atau alpha, yang memiliki otak yang pintar-pintar namun mentalnya rapuh.
  • Kita perlu terus memperbaiki sebab, meliputi:
    a. Apakah do’a kita sudah baik? Do’a adalah bagian dari sebab.
    b. Apakah ada pelanggaran syariah yang dilakukan?
    c. Apakah waktunya memang sudah sesuai dengan yang Allah tetapkan?

# 8. Allah berikan hasil kepada hamba-Nya terkadang bentuknya seperti yang diinginkan dan terkadang bentuknya tidak seperti yang diinginkan, padahal hakikatnya itu seperti yang diinginkan.

Kita perlu memiliki pemahaman atas rahasia-rahasia Allah di alam semesta agar kita memahami semua keputusan Allah terhadap diri kita. Jika bisa demikian, kita akan terkesima atas semua keputusan Allah.

Hasil itu insya Allah akan kita dapatkan karena Allah tidak akan dzalim terhadap hamba-Nya. Pahala akan didapatkan. Kalau Allah ingin membuat hamba-Nya kaya, tentunya banyak cara yang Allah bisa tetapkan atas seseorang. Intinya, kita perlu terus memperbaiki diri dan memperbaiki diri ini sudah akan mendapatkan pahala. Posisi sebab itu adalah bentuk ketaatan kepada Allah karena sebab itu tidak menentukan hasil.

Setiap orang itu Allah beri peran yang berbeda-beda. Kita perlu menikmati setiap peran yang Allah berikan kepada kita. Kalau Allah ingin pindahkan, maka Allah akan pindahkan.

# 9. Sebab dan hasil itu memiliki waktunya masing-masing. Tidak akan terjadi kecuali sesuai dengan waktu yang Allah tentukan.

Ada dimensi waktu yang menarik yang betul-betul dikendalikan oleh Allah. Kita boleh berusaha, namun tetap Allah yang menentukan waktunya.

Beberapa contoh:
a. Di dalam dunia politik, seseorang yang sangat potensial bisa jadi tidak mendapatkan posisi ketika waktunya belum tepat.
b. Seorang laki-laki yang hendak melamar seorang wanita, bisa jadi lamarannya ditolak ketika waktunya tidak tepat.

Ada dimensi waktu yang menempel terhadap sebab dan hasil. Dimensi waktu ini sepenuhnya dikendalikan oleh Allah.

Contoh dimensi usaha yang tidak cocok dengan dimensi waktu:
a. Seorang pedagang sekoteng yang berjualan minuman di hari yang sangat terik karena jualan semalam belum habis
b. Seorang pedagang es yang berjualan minuman di hari yang sangat dingin yang berhari-hari sebelumnya sebenarnya sangat panas

Dua tantangan:
Tantangan bagi yang sudah beramal baik: istiqamah untuk selalu meningkatkan
Tantangan bagi yang masih beramal buruk: segera bertaubat

# 10. Sementara waktu di luar jangkauan manusia, manusia tetap bisa berusaha dalam mencocokkan waktu yakni dengan berdoa, istikharah dan taqarrub kepada Allah.

  1. Berdoa, memohon kepada Allah
  2. Istikharah, bertanya kepada Allah
  3. Taqarrub kepada Allah, yakni mendekat kepada Allah

Kenapa umat muslim saat ini mundur? Karena umat islam meninggalkan islam. Dalam urusan apapun, Allah-lah yang menentukan semuanya. Janganlah kita meninggalkan do’a agar Allah berkahi.


PERTANYAAN
Apakah yang dimaksud dengan hari ini lebih baik dari hari kemarin?
Ini adalah kaidah umum dan merupakan poin di semua sisi amal, mulai dari keimanan, akhlak, ilmu dan seterusnya. Ini kaidah yang berlaku di konteks syariah dan di konteks muamalah. Rumus meningkat dan bertambah ini adalah rumus ideal.

wallahu a’lam bishowab
Ditulis oleh Tim Formula Hati (AA)

Comments to: KTM66. Hubungan Hasil, Proses dan Waktu (2)

Your email address will not be published. Required fields are marked *