Kuliah Tafkir Islami – Kamis, 25 Dzulqa’dah 1444 H / 15 Juni 2023
Pemateri: Ustadz Muhsinin Fauzi, Lc. MSi.
بسم الله الرحمن الرحيم
أَشْهَدُ اَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه
وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
# Kurikulum Materi
Kaidah-kaidah dalam berpikir islami:
- Kaidah umum
- Kaidah yang bersumber dari fiqih
- Kaidah yang bersumber dari Saqafah Islamiyah (studi islam secara umum)
Kaidah-kaidah yang bersumber dari Saqafah Islamiyah:
3.1. Empat Hakikat Besar
3.1.1. Pemahaman tentang ketuhanan
3.1.2. Pemahaman tentang kenabian
3.1.3. Pemahaman tentang manusia (materi saat ini)
3.1.4. Pemahaman tentang tentang kehidupan di dunia
4 HAKIKAT BESAR (BAGIAN 2):
4 perkara yang termasuk hakikat besar:
- Pemahaman tentang ketuhanan
- Pemahaman tentang kerasulan/kenabian
- Pemahaman tentang tentang manusia
- Pemahaman tentang tentang kehidupan di dunia
# 3. Pemahaman Tentang Manusia (Ma’rifatuzzat)
Pemikiran dan tindakan kita terhadap manusia itu sangat dipengaruhi oleh pandangan kita terhadap manusia.
- Siapa itu manusia?
- Oleh siapa manusia diciptakan?
- Untuk apa manusia diciptakan?
- Manusia memiliki dimensi apa saja?
Jawaban terhadap masalah-masalah ini sangat-sangat mempengaruhi bagaimana kita bersikap terhadap diri kita sendiri. Kita diajarkan bahwa manusia itu adalah makhluk dan ini menjadi penekanan bahwa manusia itu bukan lahir dengan sendirinya.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ﴿ ٢١﴾
Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa [QS Al-Baqarah (2):21]
# Pemahaman terhadap manusia meliputi 5 hal:
- Manusia adalah makhluk
- Penciptaan manusia itu memiliki tujuan
- Manusia diciptakan dan dihidupkan di 5 alam
- Manusia terdiri dari ruh dan badan
- Manusia diamanahi oleh Allah dengan visi, fungsi dan tugas
# 1. manusia adalah makhluk
Jika manusia itu diciptakan, maka tentu ada penciptanya dan dialah Allah sang khalik. Mengapa harus ada penghambaan kepada Allah? Karena manusia diciptakan oleh Allah. Begitu kesadaran bahwa manusia itu diciptakan Allah ini hilang, maka manusia seakan-akan tidak membutuhkan penciptanya.
# 2. Penciptaan manusia itu memiliki tujuan
Agama mengajarkan bahwa manusia diciptakan untuk menyembah dan untuk taat kepada penciptanya. Kesadaran terhadap tujuan penciptaan ini akan membentuk karakter manusia untuk selalu taat kepada penciptanya. Ketika kesadaran ini hilang, maka manusia akan jauh dari penciptanya.
Untuk apakah manusia diciptakan? Apakah untuk bersenang-senang di dunia? Tidak. Manusia dan makhluk-makhluk Allah itu diciptakan untuk menghamba kepada Allah.
#3. Manusia diciptakan dan dihidupkan di 5 alam
Fase-fase kehidupan manusia itu terdiri dari 5 dunia atau 5 alam. Hal ini hanya bisa dijelaskan melalui syariat. Kelima alam yang dimaksud meliputi:
- Alam arwah, yakni ketika ruh diciptakan.
- Alam rahim, yakni pertama kali bertemunya antara ruh dan fisik.
- Alam dunia, yakni alam ditumbuhkembangkannya fisik manusia oleh Allah sampai sempurna. Disinilah manusia diperintahkan Allah untuk menjalankan tujuan penciptaannya.
- Alam barzah, yakni pos antara alam dunia dan alam akhirat. Ketika ruh dicabut dari fisik dan fisiknya dikembalikan ke tanah, maka manusia akan menunggu di pos antara ini.
- Alam akhirat yakni alam ketika ruh dibangkitkan dari alam barzah, fisik diciptakan kembali dan ruh tidak akan dicabut-cabut dari fisiknya. Inilah surga dan neraka.
Pemahaman bahwa hidup manusia itu akan menjalani fase-fase ini akan membentuk pemahaman yang kokoh dalam melihat kehidupan perjalanan manusia. Kita akan mengetahui tujuan penciptaan dan hal-hal apa saja yang perlu dikerjakan.
Alam dunia adalah satu-satunya tempat dimana manusia berkesempatan untuk berbuat dan memilih pilihan-pilihan perbuatan yang nantinya akan menentukan arah perjalanannya di alam-alam berikutnya.
#4. Manusia terdiri dari ruh dan badan
Karena tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah dan manusia kemudian akan melewati 5 alam tadi, maka kita perlu memahami di bagian-bagian mana saja yang memerlukan perhatian khusus.
Ketika berada di dunia, manusia itu terdiri dari ruh dan fisik. Kita tidak diberi akses untuk memahami ruh. Namun, esensi atau pokok dalam menjalankan agama itu akan terkait dengan ruhnya.
2 hal terkait dengan manusia:
- Hal-hal yang bersifat dengan ruh, yakni ruhiyah atau kejiwaan, rohani
- Hal-hal yang bersifat dengan fisik, yakni jasmaniyah, jasmani
Dua hal inilah yang membedakan manusia dengan makhluk Allah yang lain. Pemahaman atas kedua bagian manusia ini akan memberikan kesadaran kepada manusia untuk menyentuh (mengurusi) keduanya. sayangnya, kesadaran atas adanya dua bagian ini seringkali masih belum kokoh.
3 bagian rohani:
- Hati
- Akal
- Syahwat / nafsu
Bagian-bagian jasmani: Jantung, otak, kaki, dan seterusnya.
Ketika kita sudah mengetahui pembagian ini, maka kita akan fokus untuk mengurus semuanya dan mengelolanya dengan baik. Mengurus bagian rohani itu tidak boleh hanya dengan memperbaiki akalnya saja. Hati dan syahwat itu perlu dikelola juga.
Bagian yang paling penting dari seluruh bagian-bagian tadi adalah hati.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ
“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).
Ajarkanlah ikhlas dan syukur kepada anak-anak kita sedari kecil agar hati mendapatkan pengelolaan yang baik. Kita pun perlu mengelola syahwat dengan baik agar tidak liar. Berikutnya, akal perlu diasah agar kita menjadi orang yang berilmu dan cerdas. Disinilah fungsi pembelajaran.
Cara mengelola 3 bagian rohani:
- Hati dibersihkan
- Syahwat dikelola
- Otak dicerdaskan
Otak yang cerdas ini terkait dengan syahwat yang terkelola atau tidak. Jika syahwat tidak terkelola, maka syahwat ini akan mendominasi otaknya. Di dalam otak ini harus ada ilmu yang bisa mengelola hati dan syahwat, yakni ulumul syariah. Ilmu berikutnya untuk memantapkan otak adalah dengan ilmu pengetahuan.
Sudahkah hati kita ditata? Tidak semua keinginan itu dituruti supaya syahwat bisa terkelola. Dari kecil, rasa dan keinginan itu perlu dapat dikelola dengan baik.
#5. Amanah bagi manusia dari Allah SWT
Manusia itu diamanahi oleh Allah dengan visi, fungsi dan tugas, yakni:
- Visi/tujuan utama: ibadah
- Fungsi utama: khilafah
- Tugas utama: dakwah
Fungsi sebagai khilafah:
Yakni fungsi manusia untuk menjaga dan memakmurkan alam semesta. Manusia tidak boleh merusak alam semesta. Manusia diijinkan untuk memanfaatkan alam sehingga pengelolaan alam semesta ini diserahkan kepada manusia. Untuk itu, yang dipilih Allah untuk menjadi rasul-Nya adalah dari golongan manusia.
Tugas utama untuk berdakwah:
Yakni agar sesama manusia itu bisa saling mengingatkan dan mendorong bahwa tujuan utama penciptaan manusia itu adalah untuk beribadah kepada Allah SWT.
Esensi pemahaman tentang hakikat manusia
Pemahaman yang baik atas kelimanya akan mengantarkan manusia untuk bersikap dan bertindak tepat di dalam hidupnya. Sebaliknya, pemahaman yang tidak kokoh atas kelimanya, maka manusia akan bersikap seenaknya di dalam kehidupannya. Kesalahan terhadap pemahaman ini akan menyebabkan kesalahan pilihan tindakan di dunia. Kesalahan pilihan tindakan di dunia ini akan sangat berdampak kepada apa yang akan didapatkan di fase alam berikutnya, yakni alam barzah dan alam akhirat.
# Dampak kurangnya pemahaman tentang hakikat manusia
- Ketika manusia berlaku seenaknya di dalam kehidupannya, maka ia lupa bahwa sesungguhnya manusia sangat butuh kepada Allah karena manusia adalah makhluk.
- Ketika manusia lupa akan tujuannya, maka ia akan bertindak di luar tujuan. Ia akan hidup bukan untuk ibadah, namun hidup untuk bersenang-senang. Jika seseorang paham bahwa hidup itu untuk ibadah, maka semua yang dijalankannya adalah semata untuk beribadah kepada Allah.
- Hidup manusia itu tidak hanya di dunia. Kebutuhan manusia atas pahala itu jauh lebih tinggi daripada kebutuhan manusia terhadap harta di dunia ini.
- Kita memiliki 2 bagian dan keduanya perlu dikelola dengan baik. Di masa materialisme seperti sekarang ini, kita cenderung hanya akan fokus kepada hal-hal yang bersifat fisik atau jasmani. Padahal, ruh juga perlu kita kelola. Contoh, jangan hanya memperhatikan kebutuhan fisik bagi anak seperti makanan yang baik, namun kita juga memperhatikan kebutuhan rohani seperti bagaimana kualitas shalatnya.
- Manusia perlu memerankan fungsinya dan menjalankan tugasnya agar visi penciptaannya menjadi terpenuhi.
TANYA JAWAB
Manusia memiliki jasad dan ruh. Ilmu tentang jasad itu telah berkembang di dunia kedokteran. Namun, ilmu tentang ruh itu hanya sedikit. Mengapa pemahaman atas bagian manusia yang penting ini justru sangat sedikit?
Manusia diberi akses terhadap hal yang bersifat ruh namun tidak diberikan akses terhadap ruh itu sendiri. Kita diperintahkan untuk membersihkan jiwa.
wallahu a’lam bishowab
Ditulis oleh Tim Formula Hati (AA)
Kutipan:
https://www.mushaf.id/
https://rumaysho.com/3028-jika-hati-baik.html#Bagaimana_Cara_Baiknya_Hati
No Comments
Leave a comment Cancel