1. Arsip Kuliah Umum Tematik (KTM)

KTM67. Posisi Agama

Kuliah Tafkir Islami – Kamis, 19 Jumadil Akhir 1444 H / 12 Januari 2023

‎بسم الله الرحمن الرحيم
‎أَشْهَدُ اَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه
‎وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

# Pengantar

Kaidah-kaidah dalam berpikir islami:

  1. Kaidah umum
  2. Kaidah yang bersumber dari fiqih
  3. Kaidah yang bersumber dari Tsaqafah Islamiyah

Kaidah-kaidah umum berpikir Islami:
1.1. Kebenaran sesuai agama Islam; benar dan salah kembali ke syariah
1.2. Berpikir Islami harus sesuai dengan karakter Islam
1.3. Pemahaman Qada dan Qadar dan hubungannya dengan sebab haruslah sesuai dengan ajaran Islam yang benar
1.4. Memahami Istilah-Istilah Syariah
1.5. Hubungan Hukum Allah di Alam Semesta
1.6. Hubungan Hasil, Proses dan Waktu
1.7. Posisi Agama


# KAIDAH UMUM KETUJUH: POSISI AGAMA

Makna pemahaman atas posisi agama:

  1. Sikap dan keputusan kita itu sangat dipengaruhi oleh bagaimana kita menempatkan agama dan memahami agama.
  2. Minhajul Hayyah, yakni ketika agama ditempatkan sebagai panduan hidup atau sistem kehidupan, maka seseorang akan terbimbing oleh agama.
  3. Ketika orang menempatkan agama hanya sebagai kegiatan dalam hidup, maka ia akan memahami agama seperti yang ia pahami dan ia menjalankan agama di dalam kegiatan sehai-hari. Agama bisa dipakai dan bisa juga dilepas.

Posisi agama:

  1. Sebagai minhajul hayyah, panduan hidup
  2. Sebagai fitnah (ujian)

Mindset terhadap agama itu sangat berpengaruh terhadap keputusan kita

Allah SWT menciptakan alam semesta dari proses yang luar biasa. Allah kemudian menempatkan penghuninya di muka bumi ini yakni manusia, disamping adanya penghuni lain seperti malaikat, jin, hewan dan tumbuhan. Penghuni alam semesta adalah penghuni di bumi. Di antara penghuni ini ada yang Allah berikan mandat untuk mengelola alam ini dengan segala kelebihan dan kekurangannya, yakni manusia. Salah satu bukti utama bahwa mandat itu diberikan kepada manusia adalah ketika utusan Allah itu dimunculkan dari manusia, sekalipun sebenarnya manusia itu adalah makhluk dengan fisik yang paling lemah diantara makhluk-makhluk Allah yang lain. Namun, Allah memberikan kemampuan berpikir dan berbicara yang kuat kepada manusia sehingga manusia bisa menjalankan amanah yang berat ini.

Atas rahman dan rahim-Nya, Allah bimbing manusia untuk menghuni bumi ini agar baik dan bahagia. Allah memberikan aturan yang berlaku bagi manusia, yakni hukum syariah dan hukum alam semesta. Karena Allah yang menciptakan semua ini, maka tentunya Allah yang paling tahu tentang semua ciptaan-Nya. Allah yang paling tahu apa yang dibutuhkan oleh hamba-Nya dan Allah juga yang paling tahu akan apa yang berbahaya bagi hamba-Nya. Karena manusia tidak akan sanggup untuk memahami ini semua, maka dipilihlah manusia yang sanggup menerima wahyu berupa risalah dan sanggup untuk menyampaikan kepada manusia yang lain. Manusia yang terpilih ini adalah tetap seorang manusia namun bukan seperti manusia pada umumnya. Ia adalah Nabi.

Aturan yang bersifat pernyataan-pernyataan itulah yang disebut agama. Kehendak Allah yang berlaku demikian saja itu disebut aturan alam semesta. Manusia itu diizinkan Allah untuk taat atau tidak taat dan hal ini adalah ujian bagi manusia. Agama itu merupakan aturan dalam hidup sekaligus menjadi ujian dalam hidup. Agama adalah sistem kehidupan dan bukan sebagai bagian dari sistem yang ada.

Allah yang Maha Rahman memberikan keleluasaan kepada hamba-Nya untuk memilih yang terbaik. Allah yang Maha Rahman memberikan kesempatan kepada hamba-Nya untuk bisa kembali kepada-Nya. Allah yang Maha Rahman itu sangat mencintai ciptaan-Nya dan menunggu hamba-Nya untuk bertaubat kepada-Nya. Maka dari itu, manusia yang sadar atas posisinya, maka tidak ada pilihan baginya kecuali taat kepada Allah yang menciptakannya. Inilah yang disebut dengan Minhajul Hayyah.

Islam sebagai Minhajul Hayyah

Ketika Islam ditempatkan sebagai panduan hidup, maka hidup manusia akan terbimbing dan tidak rumit. Sejahat-jahatnya orang, sesungguhnya ia pun akan takut kepada kematian. Ini adalah kebaikan yang masih tersisa atas seseorang yang sebenarnya bisa mengantarkan dirinya kepada pertaubatan.

Agama sebagai fitnah (ujian)

Allah tempatkan manusia di dunia, Allah membuat peraturan dan Allah akan melihat apakah manusia menjalankan perintah-Nya atau tidak. Dunia ini manis dan hijau, dan Allah kuasakan manusia atas dunia. Allah akan melihat apa yang kita kerjakan, Allah menghitung semua perbuatan kita dan Allah akan memberikan balasan.

Karena agama adalah ujian, maka kita akan mendapatkan hasil. Oleh karena itu, kita wajib paham tentang agama agar kita bisa menjalani ujian ini supaya hasilnya baik. Ujian atau soal yang diberikan Allah ini adalah kelengkapan yang Allah berikan kepada manusia.

Panduan-panduan dalam agama

Agama ini akan memandu hidup manusia secara total berupa perintah dan larangan. Ada perintah berupa hal yang wajib dan sunnah, ada larangan berupa hal yang haram dan sunnah. Ada juga hal yang diperbolehkan berupa mubah. Ada aturan penetapan halal dan haram. Ada aturan sunnah dan bid’ah. Hal ini semua akan memandu hidup kita, baik dalam sisi pribadi, keluarga, sosial, rohani, jasmani dan seterusnya. Semua sisi hidup akan dipandu oleh agama. Tidak ada kedipan mata, bersitan dalam pikiran, bergerak atau tidak bergerak, kecuali semua hal itu akan dipandu oleh agama.

Pelaksanaan panduan-panduan dalam agama

Posisi agama dipahami selengkap ini dan ditempatkan di mata kita sedemikian tinggi seperti ini. Posisi pemahaman ini harus ada di alam berpikir (mindset) dan bukan sekedar hanya di mulut. Posisi agama bukan sebagai pilihan, yakni hanya diambil ketika menguntungkan dan ditinggalkan ketika tidak menguntungkan. Agama bukan untuk dipasang dan dilepas. Jika masih demikian, maka mindset kita belum kokoh.

Karena ini adalah ujian, maka kita akan mendapatkan hasil dari interaksi kita terhadap peraturan-peraturan ini. Allah tidak ciptakan hidup hanya di dunia. Ada kehidupan berikutnya di alam barzah yang hanya ruh saja dan ada kehidupan di akhirat yang juga dibuatkan fisiknya. Allah akan buatkan fisik baru di akhirat yang bersifat abadi dan dipertemukan kembali dengan ruhnya. Karena ruh ini tidak akan dicabut-cabut, maka fisik ini akan bersifat seterusnya dan terus diperbaharui oleh Allah.

Hal-hal yang perlu dikerjakan sebagai turunan dari memahami kaidah posisi agama

  1. Memperhatikan hal-hal yang membentuk mindset atau pola pikir, meliputi:
  • Kelengkapan kita dalam belajar agama
  • Struktur yang runut dalam belajar agama
  1. Perlu mengenali dunia ini agar bisa memahami
  2. Terus mempopulerkan bahwa islam adalah panduan hidup

PERTANYAAN
Bagaimana kiat untuk menguatkan diri agar tidak malu menunjukkan identitas diri sebagai seorang muslim?

  1. Kita jangan disibukkan terhadap komentar orang lain. Di dalam konteks ini, ada kaidah bahwa kita wajib mengurus diri kita sendiri. Orang-orang yang sesat itu tidak akan memberikan mudharat kepada kita ketika kita berada dalam bimbingan Allah SWT. Di dalam menghadapi situasi seperti sekarang ini, kita tetap fokus (untuk memperbaiki) diri sendiri.
  2. Orang-orang yang sering mengomentari kita ini justru sebagai tujuan untuk dakwah. Perlu diperjelas atas siapa yang kuat dan siapa yang lemah. Sesungguhnya ini adalah ujian.
  3. Di dalam media sosial, kita harus sudah siap mental dan kokoh untuk dikomentari. Sebaliknya, kita pun perlu memiliki kemampuan untuk mengomentari (dalam konteks yang baik)

Bagaimana cara untuk mendakwahi orang yang lebih tua?
Mendakwahi itu bukan menceramahi. Hal ini tentunya tidak bisa dilakukan terhadap orang tua atau pimpinan. Mendakwahi itu bukan dipahami untuk menggurui.

  1. Mendakwahi itu diartikan sebagai membawa perubahan. Cara berdakwah itu bisa dilakukan dengan berbagai cara dan indah.
  2. Perlu menaikkan mental
  3. Belajar mengenai strategi mempengaruhi orang

Bagaimana cara mengubah mindset seseorang perihal agama? Apakah taufiq dan hidayah berperan penting?
Pintu yang paling mudah adalah melalui informasi dan ilmu. Hidayah adalah kuasa Allah. Tugas kita adalah berkontribusi terhadap kebaikan.

wallahu a’lam bishowab
Ditulis oleh Tim Formula Hati (AA)

Comments to: KTM67. Posisi Agama

Your email address will not be published. Required fields are marked *