1. Arsip Kajian Akhlak dan Adab (KAA)

KAA37. Adab Berbicara

Kajian Akhlak dan Adab – Rabu, 6 Dzulhijjah 1443 H / 6 Juli 2022

بسم الله الرحمن الرحيم
‎أَشْهَدُ اَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه
‎وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Sejenak Bersama Al-Qur’an – Surat Yusuf ayat 41

يَا صَاحِبَيِ السِّجْنِ أَمَّا أَحَدُكُمَا فَيَسْقِي رَبَّهُ خَمْرًا ۖ وَأَمَّا الْآخَرُ فَيُصْلَبُ فَتَأْكُلُ الطَّيْرُ مِنْ رَأْسِهِ ۚ قُضِيَ الْأَمْرُ الَّذِي فِيهِ تَسْتَفْتِيَانِ ﴿ ٤١﴾
[12:41] Hai kedua penghuni penjara: “Adapun salah seorang diantara kamu berdua, akan memberi minuman tuannya dengan khamar; adapun yang seorang lagi maka ia akan disalib, lalu burung memakan sebagian dari kepalanya. Telah diputuskan perkara yang kamu berdua menanyakannya (kepadaku)”.

Pelajaran:

  1. Tafsir mimpi adalah modal nabi Yusuf untuk berdakwah
  2. Dalam kondisi sesempit apapun, jika seseorang bisa memberi manfaat maka berikanlah
ADAB BERBICARA
  1. Jangan berbicara terlalu tinggi ataupun terlalu rendah untuk menjaga pemahaman orang yang diajak bicara. Jangan berbicara yang tidak dipahami oleh lawan bicara.
  2. Tidak sembarang berbicara.
  3. Menggunakan susunan kata yang baik.
  4. Tidak banyak berbicara. Banyak bicara adalah hal yang tercela. Orang yang paling jauh tempatnya di akhirat adalah orang yang banyak bicara.
  5. Memulai dengan salam sebelum berbicara.
  6. Menjaga dimensi rahasia orang yang bicara. Orang pintar akalnya di lisan.
  7. rela meninggalkan debat meskipun benar. Hadist: “saya menjamin rumah di tengah syurga bagi yang meninggalkan debat”. Mukmin itu dalam bicara membuat orang nyaman bukan terluka.
  8. Tempo bicara sedang. Tidak terlalu cepat maupun terlalu lambat.
  9. Tidak bervolume tinggi atau bernada tinggi. Hadist: “rendahkanlah suaramu sesungguhnya suara yang tidak disukai adalah suara keledai.”
  10. Dianjurkan mengulangi poin yang dianggap penting. Nabi mengulangi 3 kali poin yang dianggap penting.
  11. Mendengar yang berbicara.
  12. Hati-hati terjebak ghibah dan namimah.
  13. Hendaklah menghindari membicarakan semua yang kita dengar. Hadist: “Cukup seseorang itu dikatakan pembohong jika dia membicarakan apa saja yang ia dengar”
  14. Menjauhi dusta.
  15. Menghindari perkataan jorok, melaknat, menghinakan dan melukai hati orang, berkata buruk.
  16. Hendaklah tidak memaksakan diri humor yang mengandung dosa.
  17. Tidak memotong pembicaraan.
  18. Jangan berbicara berdua tanpa melibatkan yang lain.

Doa jaga lisan:
Ya Allah, jagalah lisan kami dan jadikan ia selalu mengingat.

wallahu a’lam bishowab
Ditulis oleh Tim Formula Hati (RR/AA)

Comments to: KAA37. Adab Berbicara

Your email address will not be published. Required fields are marked *