Kajian Akhlak dan Adab – Rabu, 6 Dzulhijjah 1443 H / 6 Juli 2022
بسم الله الرحمن الرحيم
أَشْهَدُ اَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه
وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
Sejenak Bersama Al-Qur’an – Surat Yusuf ayat 41
يَا صَاحِبَيِ السِّجْنِ أَمَّا أَحَدُكُمَا فَيَسْقِي رَبَّهُ خَمْرًا ۖ وَأَمَّا الْآخَرُ فَيُصْلَبُ فَتَأْكُلُ الطَّيْرُ مِنْ رَأْسِهِ ۚ قُضِيَ الْأَمْرُ الَّذِي فِيهِ تَسْتَفْتِيَانِ ﴿ ٤١﴾
[12:41] Hai kedua penghuni penjara: “Adapun salah seorang diantara kamu berdua, akan memberi minuman tuannya dengan khamar; adapun yang seorang lagi maka ia akan disalib, lalu burung memakan sebagian dari kepalanya. Telah diputuskan perkara yang kamu berdua menanyakannya (kepadaku)”.
Pelajaran:
- Tafsir mimpi adalah modal nabi Yusuf untuk berdakwah
- Dalam kondisi sesempit apapun, jika seseorang bisa memberi manfaat maka berikanlah
ADAB BERBICARA
- Jangan berbicara terlalu tinggi ataupun terlalu rendah untuk menjaga pemahaman orang yang diajak bicara. Jangan berbicara yang tidak dipahami oleh lawan bicara.
- Tidak sembarang berbicara.
- Menggunakan susunan kata yang baik.
- Tidak banyak berbicara. Banyak bicara adalah hal yang tercela. Orang yang paling jauh tempatnya di akhirat adalah orang yang banyak bicara.
- Memulai dengan salam sebelum berbicara.
- Menjaga dimensi rahasia orang yang bicara. Orang pintar akalnya di lisan.
- rela meninggalkan debat meskipun benar. Hadist: “saya menjamin rumah di tengah syurga bagi yang meninggalkan debat”. Mukmin itu dalam bicara membuat orang nyaman bukan terluka.
- Tempo bicara sedang. Tidak terlalu cepat maupun terlalu lambat.
- Tidak bervolume tinggi atau bernada tinggi. Hadist: “rendahkanlah suaramu sesungguhnya suara yang tidak disukai adalah suara keledai.”
- Dianjurkan mengulangi poin yang dianggap penting. Nabi mengulangi 3 kali poin yang dianggap penting.
- Mendengar yang berbicara.
- Hati-hati terjebak ghibah dan namimah.
- Hendaklah menghindari membicarakan semua yang kita dengar. Hadist: “Cukup seseorang itu dikatakan pembohong jika dia membicarakan apa saja yang ia dengar”
- Menjauhi dusta.
- Menghindari perkataan jorok, melaknat, menghinakan dan melukai hati orang, berkata buruk.
- Hendaklah tidak memaksakan diri humor yang mengandung dosa.
- Tidak memotong pembicaraan.
- Jangan berbicara berdua tanpa melibatkan yang lain.
Doa jaga lisan:
Ya Allah, jagalah lisan kami dan jadikan ia selalu mengingat.
wallahu a’lam bishowab
Ditulis oleh Tim Formula Hati (RR/AA)
No Comments
Leave a comment Cancel