1. Arsip Kajian Akhlak dan Adab (KAA)

KAA31. Memaafkan

Kajian Akhlak dan Adab – Rabu, 24 Syawal 1443 H / 25 Mei 2022

بسم الله الرحمن الرحيم
‎أَشْهَدُ اَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه
‎وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Sejenak Bersama Al-Qur’an – Surat Yusuf ayat 29-31

Qs Yusuf: 29
Wahai Yusuf! ”Lupakanlah ini, dan (istriku) mohonlah ampunan atas dosamu, karena engkau termasuk orang yang bersalah.”

Kandungan ayat:

  1. Selalu ada solusi terhadap komitmen ketaatan.
  2. Berbuat salah selalu akan ketahuan
  3. Keburukan pasti akan ketahuan maka cara terbaik adapah tidak berbuat buruk.

Qs Yusuf: 30
Dan perempuan-perempuan di kota berkata, “Istri Al-Aziz menggoda dan merayu pelayannya untuk menundukkan dirinya, pelayannya benar-benar membuatnya mabuk cinta. Kami pasti memandang dia dalam kesesatan yang nyata.”

Qs Yusuf: 31
Maka ketika perempuan itu mendengar cercaan mereka, diundangnyalah perempuan-perempuan itu dan disediakannya tempat duduk bagi mereka, dan kepada masing-masing mereka diberikan sebuah pisau (untuk memotong jamuan), kemudian dia berkata (kepada Yusuf), “Keluarlah (tampakkanlah dirimu) kepada mereka.” Ketika perempuan-perempuan itu melihatnya, mereka terpesona kepada (keelokan rupa)nya, dan mereka (tanpa sadar) melukai tangannya sendiri. Seraya berkata, “Mahasempurna Allah, ini bukanlah manusia. Ini benar-benar malaikat yang mulia.”

Kandungan ayat:

  1. Allah beri kesempurnaan wajah dan penampilan nabi Yusuf sehingga semua wanita terpesona. Walau semua krang terpesona tidak kemudian menjadi pembenaran thd perbuatan salah.
  2. Selalu ada ujian dr Allah termasuk lewat karunia Allah.

Memaafkan

QS Ali Imran 133-134:
“Bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang berinfaq, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema‟afkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan”

  • Salah satu sifat orang muttaqin adalah memaafkan kesalahan orang lain.
  • Orang yang menahan amarah namun tidak diteruskan dengan memaafkan maka akan menjadi beban sendiri.
  • Disebut memaafkan jika sudah tidak terluka jika masih terluka berati belum memaafkan.

Pentingnya Memaafkan:

  1. menghilangkan beban yang masuk padanya dari luat dirinya. Memaafkan spt bersatunya kembali air setelah dimasuki benda tajam.
  2. Memaafkan itu hilang tidak ada bekasnya. Jika tidak memaafkan selalu ingat kesalahan orang padanya maka selama itu ia menanggung beban dalam hatinya. Sakit, berat.
  3. faktanya kita harus terus berbuat baik dan menebarkan kebaikan. Ketika punya beban luka hati, hati memiliki beban. Akibatnya tidak bahagia dan tidak bisa berbuat baik. Memaafkan bisa menjadi ringan hatinya dan bisa brrbiat baik.
  4. orang sholih punya kewajiban untuk menebar kebaikan. Untuk menebar kebaikan maka perlu disupport dengan sikap memaafkan agar hati ringan.
  5. ahli surga memiliki akhlak yang sangat baik yaitu suka memaafkan kesalahan orang lain.

Misalnya ketika dijalan ada yang balap, maka maafkan saja dengan berfikir: mungkin lagi buru2, mungkin baru punya mobil dan makna positif lainnya sehingga hati kita menjadi ringan.

Hikmah sifat memaafkan:
Di dunia ini ada perbuatan salah yang menyakiti kita. Allah memberi solusi dengan memaafkan. Sehingga orang mukmin tidak takut disakiti.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memaafkan:

  1. Perbuatan yang tidak termasuk pembunuhan
  2. Kesalahan kezholiman yang harus ada tegak hukum. Misalnya kasus pencurian. Walaupun dimaafkan hukum tetap harus tegak.
  3. Kesalahan yang terkait sistem namun menimpa ke orang. Personalnya bisa dimaafkan namun aturannya wajib ditegakkan. Karena jika tidak ditegakkan maka kesalahan bisa melebar kemana-mana.

Bagaimana bisa memaafkan:

  1. Berusaha memiliki hati yang lembut dengan dzikir.
  2. Berusaha memiliki hati yang lapang dengan memperluas wawasan.
  3. Memberi makna poaitif pada setiap hal yang negatif
  4. Latihan memaafkan.

wallahu a’lam bishowab
Ditulis oleh Tim Formula Hati (RR)

Comments to: KAA31. Memaafkan

Your email address will not be published. Required fields are marked *