1. Arsip Kajian Cabang Iman (KCI)

KCI41. (21): Shalat Lima Waktu

Kajian Cabang Iman – Jum’at, 26 Syawal 1443 H / 27 Mei 2022

‎بسم الله الرحمن الرحيم
‎أَشْهَدُ اَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه
‎وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

# Sejenak Bersama Al-Qur’an QS As-Saffat (37): 73-76

فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُنْذَرِينَ
[37:73] Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu.

فَهُمْ عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِمْ يُهْرَعُون
[37:74] Tetapi hamba-hamba Allah yang bersihkan (dari dosa tidak akan diazab).

وَلَقَدْ نَادَانَا نُوحٌ فَلَنِعْمَ الْمُجِيبُونَ
[37:75] Sesungguhnya Nuh telah menyeru Kami: maka sesungguhnya sebaik-baik yang memperkenankan (adalah Kami).

وَنَجَّيْنَاهُ وَأَهْلَهُ مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِ
[37:76] Dan Kami telah menyelamatkannya dan pengikutnya dari bencana yang besar.

# Pelajaran Ayat

  • Orang yang diberi peringatan oleh Nabi akan punya dampak masing-masing, yang mau akan baik jika tidak ya tidak baik
  • Orang yang mendapat hasil baik adalah orang yg mukhlas (orang-orang yang diikhlaskan), semoga kita termasuk ke dalamnya
  • Bahwa Nabi Nuh dan kaumnya menjadi pelajaran penting, orang-orang yang taat akan diselamatkan Allah, yang tidak taat tidak akan diselamatkan
# Cabang Iman ke 21 – Shalat Lima Waktu

Dalil Al Qur’an:

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا ۗ وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنْتَ عَلَيْهَا إِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّنْ يَنْقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ ۚ وَإِنْ كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۗ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ
[2:143] Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
[2:110] Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ ۚ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
[4:103] Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.

Dalil Hadits Nabi:

Sesungguhnya, batas antara seseorang dengan kemusyrikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat. (HR Muslim)

Dari Ibnu Mas’ud, dia berkata, Aku berkata, “Wahai Rasulullah, amal apakah yang paling utama?” Beliau menjawab, ” Salat pada waktunya .” Aku berkata, “Lalu apa?” Beliau menjawab, ” Berbakti kepada kedua orang tua .” Aku berkata, “Lalu apa?” Beliau menjawab, ” Berjihad di jalan Allah .” (HR Bukhari dan Muslim).

Dari ‘Utsman bin ‘Affan, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang muslim ketika waktunya shalat wajib, lalu ia membaguskan wudhunya, ia khusyu’ dalam shalatnya, dan menyempurnakan ruku’, melainkan itu menjadi penghapus dosa-dosa sebelumnya selama tidak dilakukannya dosa besar, dan itu setiap masa semuanya.” (HR Muslim)

Hukum meninggalkan shalat minimal hukumnya dosa besar. Hidup ini untuk shalat, yang lainnya berdagang, bekerja untuk mendukung shalat jangan dibalik.

Urgensi shalat:

  1. Shalat intinya iman, kalau sampai tidak menegakkan shalat maka imannya goyah
  2. Shalat tiang agama, jika ingin perbaiki agama maka perbaiki shalatnya
  3. Shalat pintu palangnya kufur, semua nilai kekufuran akan mudah masuk ketika shalatnya tidak kokoh
  4. Shalat menjadi wasilah munajat seorang hamba kepada Allah
  5. Shalat adalah penghapus dosa
  6. Shalat adalah tanda keshalihan

Koridor shalat:

  1. Mendirikan shalat, terkait kualitas pelaksanaan: sesuai dengan tata cara Rasulullah ajarkan, shalat dengan khusyu (pokok), shalat berjamaah, shalat di awal waktu (penyempurna)
  2. Menjaga shalat, terkait waktu pelaksanaan: melaksanakan pada waktunya (bisa di awal waktu, tengah waktu, waktu makruh), jangan sampai ada yang bolong

Khusyu’: orang yang tunduk patuh kepada Allah.
Fokus, tenang dampak dari khusyu tetapi belum tentu orang yang fokus, tenang sudah khusyu’.

Cara-cara untuk khusyu’:

  1. Ma’rifat kepada Allah
  2. Tahu makna bacaan shalat (supaya pikiran tidak kemana-mana)
  3. Shalat sebagai shalat perpisahan
  4. Hadirkan suasana sangat membutuhkan Allah
  5. Shalat dalam kondisi tenang/rileks
  6. Berikan jeda antara shalat dengan sebelum shalat
  7. Bantu dengan situasi yang mendukung
TANYA JAWAB

Bisa dijelaskan lebih lanjut mengenai rahmat Allah?
Yang paling tinggi ingin kita raih adalah ridha Allah. Di bawahnya ada rahmat dan karunia Allah. Rahmat Allah adalah kasih sayang Allah. Rahmat bentuknya banyak, hidayah bagian dari rahmat Allah. Hidup kecukupan, pakaian yang baik itu merupakan karunia dari Allah. Rahmat lebih luas dari fadl (karunia).

Mohon penjelasan shalat penghapus dosa selama setahun?
Fadilahnya shalat secara umum, jadi jika kita tidak meninggalkan shalat insya Allah dosa kecil terhapus selama setahun. Tapi kalau ditinggalkan ya kita berdosa besar.

Bahwa kita masuk surga karena rahmat Allah, apakah itu adalah suatu gift atau bisa kita pancing?
Allah menentukan rahmat kepada siapa yang dikehendaki, tapi Allah telah menetapkan hukum sebab yang mesti dipenuhi. Oleh karena itu kita wajib menjemput rahmatnya Allah, salah satu caranya menjadi orang muhsin. Muhsin beberapa maknanya antara lain beribadah seperti melihat Allah, bekerja dengan baik, sayang kepada sesama/makhluk hidup.

Hidayah itu makna sebenarnya itu apa, apakah kita bisa merasakan jika mendapat hidayah?
Hidayah diterjemahkan Allah menunjukkan hambaNya kepada jalan yang benar dan menjalankannya. Dibagi menjadi 2, hidayah irsyad (mengetahui kebenaran) dan hidayah taufiq (menjalani kebenaran). Seseorang mengetahui kebenaran belum tentu dapat menjalaninya.

Apa benar shalat taubat boleh dilakukan setiap malam?
Boleh haditsnya hasan. Ketika Nabi melaksanakan satu kali bukan berarti kita hanya sekali saja melaksanakan, tetapi kita boleh melaksanakan setiap malam. Contohnya Nabi berhaji hanya 2 kali, tetapi kita tidak dilarang untuk berhaji setiap tahun.

Kalau ingin mengambil shalat di awal waktu, misalnya diawali shalat sunnah dulu apakah tidak termasuk di awal waktu?
Masih termasuk di awal waktu, mudahnya kira-kira setengah jam masih termasuk awal waktu.

Bagaimana cara meraihnya ketika dalam shalat sulit untuk khusyu? Bagaimana dengan pelatihan shalat khusyu?
Caranya ditarik kembali dengan bacaan yang sedang dibaca. Perlu bekal bacaan yang sangat kuat maknanya. Mengenai pelatihan, tergantung metodenya khawatir tidak sesuai dengan makna khusyu yang sesuai dengan definisi para ulama.

wallahu a’lam bishawab.
Notulensi ditulis oleh tim Formula Hati (GZ).

Comments to: KCI41. (21): Shalat Lima Waktu

Your email address will not be published. Required fields are marked *