1. Arsip Kajian Cabang Iman (KCI)

KCI39. (19): Mengagungkan Al-Qur’an (3) – Kemuliaan Menghapal Al-Qur’an

Kajian Cabang Iman – Jum’at, 22 Syaban 1443 H / 25 Maret 2022

‎بسم الله الرحمن الرحيم
‎أَشْهَدُ اَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه
‎وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

Sejenak Bersama Al-Qur’an QS As-Saffat (37): 64-70

إِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِي أَصْلِ الْجَحِيمِ
[37:64] Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang ke luar dan dasar neraka yang menyala.
طَلْعُهَا كَأَنَّهُ رُءُوسُ الشَّيَاطِينِ
[37:65] mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan.
فَإِنَّهُمْ لَآكِلُونَ مِنْهَا فَمَالِئُونَ مِنْهَا الْبُطُونَ
[37:66] Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu.
ثُمَّ إِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَا لَشَوْبًا مِنْ حَمِيمٍ
[37:67] Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas.
ثُمَّ إِنَّ مَرْجِعَهُمْ لَإِلَى الْجَحِيمِ
[37:68] Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka Jahim.
إِنَّهُمْ أَلْفَوْا آبَاءَهُمْ ضَالِّينَ
[37:69] Karena sesungguhnya mereka mendapati bapak-bapak mereka dalam Keadaaan sesat.
فَهُمْ عَلَىٰ آثَارِهِمْ يُهْرَعُونَ
[37:70] Lalu mereka sangat tergesa-gesa mengikuti jejak orang-orang tua mereka itu.

# Pelajaran Ayat

  1. Azab neraka jahim luar biasa pedih, semoga kita diselamatkan dari azab tersebut
  2. Sebab orang diazab di neraka jahim karena mereka dengan tergesa-gesa mengikuti ayahnya yang sesat
  3. Dalam mendapati budaya dari turun temurun kaidahnya harus diteliti tidak tergesa-gesa, kalau cocok dengan agama bisa diterima kalau tidak cocok baru ditolak
Cabang Iman ke 19 – Mengagungkan Al Qur’an (3)

Kemuliaan penghapal Qur’an:
Dari Anas bin Malik, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah mempunyai banyak ahli (keluarga) dari kalangan manusia”. Para sahabat bertanya; “Wahai Rasulullah, siapakah mereka?” Beliau bersabda: “Ahli Qur`an adalah ahli Allah dan orang-orang khusus-Nya.” (HR. Ibnu Majah)

Dengan Al Qur’an Allah mengangkat derajat manusia setara dengan malaikat:
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang membaca dan menghapal Al Qur’an, dia bersama para malaikat yang mulia. Sementara orang yang membaca Al Qur’an, dia berusaha menghapalnya, dan itu menjadi beban baginya, maka dia mendapat dua pahala.” (HR. Bukhari)

Allah akan angkat derajat kaum penghapal Qur’an:
Dari Umar RA berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allah mengangkat derajat beberapa kaum melalui kitab ini (Alquran) dan Dia merendahkan beberapa kaum lainnya melalui kitab ini pula.” (HR Muslim)

Dari Abi Musa al-Asy’ari Radhiallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya termasuk pengagungan kepada Allah adalah memuliakan orang yang sudah beruban lagi muslim, memuliakan ahli Qur’an dengan tidak berlebihan dan tidak menyepelekannya, dan memuliakan para pemimpin yang berbuat adil” (HR. Abu Daud).

Orang yang hafidz Qur’an boleh diirikan:
Dari Abdullah bin Umar RA, Rasulullah SAW Bersabda: “Tidak diperbolehkan iri hati kecuali terhadap dua orang: Orang yang dikaruniai (ilmu) Al Qur’an oleh Allah, lalu ia membacanya malam dan siang hari, dan orang yang dikaruniai harta oleh Allah, lalu ia menginfaqannya malam dan siang hari.” (HR. Bukhari, Tarmidzi, dan Nasa’i).

Diutamakan dalam mengimami salat:
“Yang paling berhak jadi imam adalah yang paling banyak hapalan Al Qur’an nya. Jika dalam hapalan Al Quran mereka sama, maka didahulukan yang paling paham dengan sunnah dan seseorang tidak boleh menjadi imam di wilayah orang lain.” (HR. Ahmad, Muslim, dan yang lainnya).


TANYA JAWAB

Dalam proses menghapal, apa yang harus dihindari supaya hapalan kita tidak hilang?
Beberapa tipsnya antara lain:

  • Menyedikitkan maksiat
  • Memperbanyak protein
  • Menggunakan metode yang sesuai dengan kecerdasan masing-masing (mendengar atau melihat)
  • Menguatkan niat sehingga menjadi passion
  • Pilihlah waktu yang tepat (hapalan baru di ba’da subuh atau ba’da ashar, muroja’ah di waktu dhuha atau siang)
  • Menghapal per sekian ayat (misal per 3 atau 5 ayat)

Bagaimana cara muroja’ah versi Ustadz?
Paling mudah punya murid yang menyetor hapalan Qur’an, sehingga ikut mengulang bacaan

Apa yang dimaksud dengan manusia diangkat derajatnya oleh Allah?
Paling gampang posisi di surganya tinggi. Kalau di dunia yakni diangkat kemuliaannya, bisa berbentuk kekuasaan.

Apakah yang dimaksud dengan hadits yang menyebutkan bahwa penghapal Al Qur’an akan diberi mahkota?
Mahkota maksudnya mahkota raja, dari hadits ini diberikan oleh penghapal Qur’an kepada kedua orangtuanya.

Al-Quran perlu dibaca, dipahami dan menghapalkan. Jika kita tidak bisa melakukan 3 hal bersamaan, yang mana yang sebaiknya kita prioritaskan?
Jika faktanya tidak bisa mengejar semuanya, bisa diprioritaskan untuk memahaminya tapi jangan sampai lepas membaca Qur’an.

Selama ini fokus orang-orang hanya untuk menghapal tapi tidak fokus dalam memahami Al-Qur’an. Dimanakah tempat atau lembaga yang bisa mengajarkan untuk memahami al-Qur’an?
Sebenarnya program ini sudah ada lembaga-lembaga khusus untuk memahami Qur’an, misalnya di Istiqlal.

Apabila salah dalam membaca hapalan surat dalam shalat dan baru sadar ketika ruku atau sujud, apakah shalatnya harus diulang?
Tidak apa-apa salah hapalan surat, tidak membatalkan shalat karena merupakan sunnah dalam shalat.

Dalam setiap rakaat terakhir selalu membaca 3 surat Qul apakah dibenarkan?*
Tidak apa-apa, meskipun ada juga yang membid’ahkan.

Apa hukumnya menghapal Al Qur’an? Dimulai dari juz berapa bagusnya? Sebelum 3 tahun apakah boleh mulai hapal Qur’an?
Hukumnya adalah sunnah muakkadah. Dimulai dari juz sesuai dengan kebiasaan, tapi sebagian mulai dari juz 30 kemudian 29, 28 dst, atau ada juga yang mulai dari juz 1. Sebelum 3 tahun boleh mulai menghapal dan bisa dimulai dari surat-surat pendek.

wallahu a’lam bishawab.
Notulensi ditulis oleh tim Formula Hati (GZ/AA).

Comments to: KCI39. (19): Mengagungkan Al-Qur’an (3) – Kemuliaan Menghapal Al-Qur’an

Your email address will not be published. Required fields are marked *