1. Arsip Kajian Cabang Iman (KCI)

KCI53. (30) Memerdekakan Budak karena Allah

Kajian Cabang Iman – Jum’at, 26 Agustus 2022 / 28 Muharram 1444 H

‎بسم الله الرحمن الرحيم
‎أَشْهَدُ اَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه
‎وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

# Sejenak Bersama Al-Qur’an QS As-Saffat (37): 139-148

وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ
[37:139] Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul,
إِذْ أَبَقَ إِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ
37:140 ketika ia lari, ke kapal yang penuh muatan,
فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِينَ
[37:141] kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian.
فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ
[37:142] Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela.
فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ
[37:143] Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah,
لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
[37:144] niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.
فَنَبَذْنَاهُ بِالْعَرَاءِ وَهُوَ سَقِيمٌ
[37:145] Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit.
وَأَنْبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِنْ يَقْطِينٍ
[37:146] Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu.
وَأَرْسَلْنَاهُ إِلَىٰ مِائَةِ أَلْفٍ أَوْ يَزِيدُونَ
[37:147] Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih.
فَآمَنُوا فَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَىٰ حِينٍ
[37:148] Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.

# Pelajaran Ayat

  • Masing-masing Nabi memiliki jalannya masing-masing, walaupun begitu tetap tidak mengurangi kemuliaannya
  • Tidak boleh meninggalkan perintah Allah sampai datang perintah yang lain
  • Meninggalkan area dakwah harus dalam koordinasi yang apik, tidak selonong sana-sini
  • Ketika seseorang sudah menjalani peringatan dari Allah, niscaya Allah akan berikan keutamaan setelahnya
# Cabang Iman ke 30 – Memerdekakan Budak karena Allah

Dasar ayat – QS. Al Balad: 12-13
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْعَقَبَةُ
[90:12] Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?
فَكُّ رَقَبَةٍ
90:13 melepaskan budak dari perbudakan,

Dasar hadits:
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu ‘anhu- secara marfū’, “Siapa membebaskan seorang hamba sahaya Muslim, Allah pasti membebaskan dengan setiap anggota badan hamba sahaya itu setiap anggota tubuh orang yang memerdekakannya dari neraka, hingga kemaluan dengan kemaluannya.” (Muttafaq ‘alaih)

Islam datang pada jaman tanpa aturan, dimana yang kuat memperbudak yang lemah, sehingga Islam mendorong memerdekakan hamba sahaya. Cabang iman ini bisa dilaksanakan ketika ada orang mempunyai hamba sahaya. Kalau tidak ada seperti sekarang, tidak bisa dijalankan sesuai dengan fakta sosial yang ada di jaman ini.

Cara & tahapan Islam dalam memerdekakan hamba sahaya:

  • Anjuran yang sangat kuat untuk memerdekakan hamba sahaya
  • Memasukkan hukuman memerdekakan hamba sahaya sebagai kaffarat/dam
  • Islam memerintahkan perlakuan kepada hamba sahaya seperti perlakuan kepada orang biasa

Implementasi untuk kita di jaman sekarang:

  • Siapa saja yang berada di bawah kuasamu maka perlakukanlah dia dengan terhormat dan merdeka, tidak otoriter
  • Mempromosikan perlakuan orang dengan sangat terhormat menjadi perilaku sosial, sebagaimana Rasul dan para sahabat memperlakukan orang lain

TANYA JAWAB

Untuk ART di rumah apakah kita sudah bisa dibilang memerdekakan, karena ada imbal baliknya yaitu upah?
ART di rumah bukan hamba sahaya sehingga harus diperlakukan sebagai orang merdeka.
Beberapa hal yang harus diperhatikan:

  • Perlu kebijaksanaan dalam kesepakatan upah, hal ini tergantung standar upah di lingkungan tempat tinggal
  • Jam kerja sesuai kewajaran
  • Perlakuan dan etika yang baik dalam memperlakukan mereka

wallahu a’lam bishawab.
Notulensi ditulis oleh tim Formula Hati (GZ).

Comments to: KCI53. (30) Memerdekakan Budak karena Allah

Your email address will not be published. Required fields are marked *