1. Arsip Kajian Cabang Iman (KCI)

KCI60. (37) Haramnya Kemaluan dan Kewajiban Menjaga Kehormatan

Kajian Cabang Iman – Jum’at, 18 Rabiul Awal 1444H / 13 Oktober 2022

‎بسم الله الرحمن الرحيم
‎أَشْهَدُ اَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه
‎وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

# Sejenak Bersama Al-Qur’an QS Al-Fath (48): 4

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا ﴿ ٤﴾
[48:4] Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,

لِيُدْخِلَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَيُكَفِّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عِنْدَ اللَّهِ فَوْزًا عَظِيمًا ﴿ ٥﴾
[48:5] supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka. Dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah,

# Hikmah dari Ayat

Allah memberikan ketenangan di hati orang-orang mukmin. Situasi yang dihadapi para sahabat sejak awal adalah setiap saat berhadapan dengan tantangan agama yang luar biasa beratnya, seperti perang Badar dan jihad pada perang-perang yang lain. Namun demikian, Allah menurunkan ketenangan kepada mereka. Tenang atau tidak tenangnya itu bergantung kepada hati masing-masing. Jembatan yang roboh itu bukan karena beratnya beban, melainkan kemampuan jembatan menahan beban yang lebih rendah dari bebannya.

Bagi orang mukmin, Allah-lah yang menurunkan ketenangan kepadanya. Ketenangan ini diturunkan kepada Allah agar keimanannya bertambah. Contoh, kondisi umat muslim pada saat peperangan Khandaq ketika dikepung oleh orang kafir Quraisy di luar dan adanya ancaman Bani Khuraidah dari dalam. Allah-lah yang menurunkan pasukannya untuk menyelamatkan kaum muslimin. Allah yang memiliki pasukan di langit dan di bumi.

# Pelajaran Ayat

  1. Ketika seorang manusia diberi ketenangan oleh Allah, maka situasinya akan berbeda.
  2. Pasukan Allah itu banyak meliputi seluruh makhluk Allah di langit dan bumi. Jika Allah berkehendak, maka pasukan itu akan datang.
  3. Pada akhirnya, Allah menginginkan kaum mukminin itu memasuki surga-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahannya.
  4. Perlunya mengokohkan keimanan dan mengimplementasikan keimanan, misal dengan berdakwah dan berjihad.
  5. Kesuksesan besar seseorang adalah dimasukkan ke surga dan diampuni kesalahannya oleh Allah.

Cabang Iman ke 37 – Haramnya Kemaluan dan Kewajiban Menjaga Kehormatan

Salah satu tujuan besar agama ini adalah:

  1. Menjaga agama
  2. Menjaga jiwa
  3. Menjaga akal
  4. Menjaga keturunan / kehormatan
  5. Menjaga harta

Tindakan yang mengganggu tujuan-tujuan besar agama ini pasti dilarang dan larangannya berlapis-lapis. Salah satu maksud dari syariat adalah menjaga keturunan atau menjaga kehormatan. Tindakan-tindakan yang merusak hal ini adalah haram.

Kita perlu menghindari tindakan yang berdampak kepada hilangnya kehormatan. Kita perlu berhenti dari tindakan yang dilarang, meliputi tindakan yang haram atau makruh. Keturunan akan rusak jika tidak berasal dari nasab yang baik. Kehormatan itu wajib dijaga.

# Sumber Dalil:

  • QS An-Nuur 30-31
  • QS Mukminun 5
  • QS Al-Isra 32
  • Hadits dari Abu Hurairah
    catatan rujukan: buku Syarah 77 Cabang Iman Imam Al-Baihaqi, hal 149-152

# Yang bisa mengganggu nasab:

  1. Berzina, yakni hubungan di luar nikah
  2. Liwat (LGBT), yakni hubungan di luar yang dibolehkan oleh agama, misal melalui dubur

# Urutan perintah agama dalam menjaga kehormatan:

  1. Tidak boleh sembarangan melihat, yakni dengan menundukkan pandangan.
  2. Dilarang untuk berkhalwat, yakni berduaan tanpa orang ketiga yang bisa menghalanginya.
  3. Dilarang ikhtilat, yakni bercampur antara laki-laki dan perempuan
  4. Dilarang bersentuhan
  5. Dilarang berzina dan liwat

Seluruh tahapan-tahapan ini dijaga agar tujuan utama dari syariat itu terjaga. Ketika sudah terjaga, lahirlah keluarga yang baik dan sakinah.

# Tantangan situasi yang dihadapi saat ini:

  1. Budaya yang sudah ada di sekitar kita adalah budaya yang tidak menghargai terjaganya hal-hal yang diperintahkan. Kita hidup di dalam situasi yang sudah seterbuka ini sedangkan kita harus menjaga agama, sehingga diperlukan kerja keras untuk menjaganya.
  2. Masalah prosedural, yakni orang-orang kesulitan ketika mencari hal yang halal. Misal,
  • Biaya pernikahan yang mahal
  • Rumitnya prosedur pernikahan
  1. Kondisi dimana situasi yang mendorong bahwa tindakan salah itu diterima, misal:
  • Perselingkuhan lebih diterima ketimbang dihalalkan dalam pernikahan, misal karena masalah pembagian waris.

Ketika masing-masing anggota keluarga bisa menjaga dari larangan-larangan ini, maka tujuan utama syariat akan terlaksana yakni orang yang sangat terhormat dan keturunan yang terjaga.

# Contoh kondisi yang bagus secara hukum namun hilang secara nilai:
Lahirnya ayah dan ibu yang tidak bertanggung jawab atas anaknya.
Orang parenting menyebutnya sebagai yatim bersama ayah atau piatu bersama ibu. Ayah dan ibu seharusnya bertanggung jawab atas pendidikan anak-anaknya. Anak-anak ini tumbuh tanpa pendidikan. Anak tumbuh tanpa kejelasan urusan.

# Urutan kebaikan yang didapat ketika kehormatan terjaga:

  • Seseorang sudah terjaga kehormatan dan nasabnya
  • Mukmin sebagai gabungan dari pribadi-pribadi yang terjaga kehormatannya
  • Masyarakat yang jelas terjaga kehormatannya dan keturunannya
  • Masyarakat akan menjaga nilai-nilai luhur

Keluarga adalah tempat bertumbuhnya keturunan atau generasi. Seseorang akan berbuat seenaknya jika kehormatan tidak terjaga.

Kita berada di dalam situasi yang sangat berat karena arus budaya yang sedemikian masifnya (merusak). Kita perlu menguatkan diri sekuat-kuatnya dan mengusahakan diri untuk piawai mengatasi situasi ini. Sekalipun kaki ini sudah basah, kita berusaha sekuat mungkin supaya tidak basah sampai atas sehingga tidak merusak.

# Tips menjaga kehormatan
Semua hanya bisa dilakukan secara halal. Satu-satunya pintu hanyalah melalui jalan pernikahan yang halal.


TANYA JAWAB

Bagaimana sikap kita jika menerima pesan berantai yang berisi nasihat agama tetapi disertai ancaman jika tidak meneruskan pesan tersebut akan mendapatkan musibah dan demikian juga sebaliknya?
Kalau pesannya baik, maka disampaikan. Kalau ditambahi ancaman, itu yang berbahaya karena bisa jadi tidak berdasar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kita fokus ke dalam kontennya.

Tentang larangan ber-ikhtilat, sejauh mana diperbolehkan mngingat kami para akhwat harus juga berinteraksi?
Ikhtilat adalah gabungan dari sentuhan dan khalwat. Ketika laki-laki dan perempuan bercampur, maka ia akan berpeluang untuk melihat, menyentuh dan berkhalwat. Disebut terhindar dari makna ikhtilat:

  1. Jika posisi laki-laki dan perempuan tidak bercampur
  2. Tidak ada sentuhan
  3. Kalau terjadi pandangan, maka hanya boleh jika ada kebutuhan, misal untuk mengajar, berdagang dan menyampaikan pendapat

Bagaimana dengan perempuan yang meng-upload foto dirinya di media sosial untuk mempromosikan barang dagangan usahanya?
Kalau fotonya bisa mengundang fitnah misal gagal fokus, maka hal ini tidak diperbolehkan.

Bagaimana pendapat Ustadz tentang aborsi?

  1. Hukum dasar aborsi adalah haram, kecuali keadaan darurat misal mengancam jiwa ibunya atau kesehatan ibunya.
  2. Dua kondisi aborsi: sebelum adanya nyawa dan sesudah adanya nyawa. Ketika sebelum adanya nyawa, maka ini tidak dianggap sebagai aborsi.
  3. Kalau harus melakukan aborsi karena adanya alasan yang tepat, maka aborsi dilakukan sebelum adanya nyawa.

Bagaimana dengan bersalaman lawan jenis?
Asal hukumnya tidak boleh, kecuali dengan mahram. Ulama mutaakhirin berpendapat bahwa khusus dengan kerabat sekalipun tidak mahram, masih diperbolehkan dalam situasi tertentu (misal lebaran) dan tidak ada fitnah, untuk menjaga kemaslahatan. Kepada orang lain, kita bisa menggunakan etika tertentu supaya orang tidak tersinggung.

wallahu a’lam bishawab.
Notulensi ditulis oleh tim Formula Hati (AA).

Comments to: KCI60. (37) Haramnya Kemaluan dan Kewajiban Menjaga Kehormatan

Your email address will not be published. Required fields are marked *