Kajian Cabang Iman – Jum’at, 17 Rabiul Akhir 1444H / 11 November 2022
بسم الله الرحمن الرحيم
أَشْهَدُ اَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه
وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
# Sejenak Bersama Al-Qur’an QS Al Fath (48): 11
سَيَقُولُ لَكَ الْمُخَلَّفُونَ مِنَ الْأَعْرَابِ شَغَلَتْنَا أَمْوَالُنَا وَأَهْلُونَا فَاسْتَغْفِرْ لَنَا ۚ يَقُولُونَ بِأَلْسِنَتِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ ۚ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ لَكُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ بِكُمْ ضَرًّا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ نَفْعًا ۚ بَلْ كَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
[48:11] Orang-orang Badwi yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan mengatakan: “Harta dan keluarga kami telah merintangi kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami”; mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah: “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
# Pelajaran Ayat
- Orang bisa mengeluarkan alasan apapun tentang ketidaktaatan kepada Allah dan Rasul
- Hendaknya kita benar-benar jujur kepada Allah karena sesungguhnya Allah tahu apa yang terjadi
- Tidak ada satupun yang dapat menghalangi jika Allah sudah menghendaki
# Cabang Iman ke 41 – Mengharamkan Permainan Yang Melalaikan
Dasar hukumnya:
وَإِذَا رَأَوْا تِجَارَةً أَوْ لَهْوًا انْفَضُّوا إِلَيْهَا وَتَرَكُوكَ قَائِمًا ۚ قُلْ مَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ مِنَ اللَّهْوِ وَمِنَ التِّجَارَةِ ۚ وَاللَّهُ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: “Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan”, dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezeki. (QS. Al Jumuah: 11)
Cabang iman ke 41 sebenarnya bicara tentang kelanjutan cabang iman ke 40 tentang pola hidup orang mukmin. Mukmin hidup sesuai dengan standar, jauh dari hal yang tidak bernilai/bermanfaat. Seorang mukmin hidupnya harus bernilai, tidak boleh tidak bernilai.
Ummat yang kerjanya benar dan sungguh-sungguh akan menang dari ummat yang kerjanya bermain-main. Mukmin itu hidupnya sungguh-sungguh tapi tetap rileks, tidak tegang, selalu bahagia dengan ajaran agamanya. Dia tidak bermain-main dalam hidup, selalu mengerjakan perkara yang bernilai.
Sebagian ulama membolehkan permainan catur, karena bermanfaat mengajarkan strategi bukan hanya permainan belaka.
Kesimpulan:
- Islam mengajarkan desain hidup yang bernilai dan produktif
- Hidup seorang mukmin adalah hidup yang bahagia rileks dan tidak tegang
TANYA JAWAB
Assalamu’alaikum Pak Ustad untuk kondisi dan situasi saat ini apa saja yang masuk dalam main-main dan bagaimana yang harus dilakukan untuk anggota keluarga agar tidak masuk dalam main-main?
Dalam implementasi minimal kita tidak terlibat pada permainan yang haram (mengandung unsur judi, melalaikan dari shalat), kemudian meningkat lagi ke permainan yang hukumnya makruh (tidak ada unsur judi atau haram tapi tidak ada nilainya), kemudian meningkat ke permainan yang mubah (yang tidak bermakna).
Bagaimana dengan memancing ustadz?
Hukum asalnya adalah mubah, kemudian dilihat apakah ada unsur judi atau meninggalkan shalat, jika demikian maka hukumnya haram. Kemudian jika tidak menafkahi keluarga karena memancing maka juga tidak boleh.
Bagaimana kita mengantisipasinya bahwasanya anak-anak jaman sekarang banyak bermain game online yang sudah merupakan kebutuhan mereka sehari-hari?
Hal ini lebih kepada tidak kuatnya konsep hidup, mumpung masih kecil harus ditanamkan bahwa hidup ini harus seperti ini itu. Harus dipahamkan tidak hanya pendekatan hukum saja. Bagi yang sudah addicted ada dua pendekatan, sekalian dijadikan mata pencaharian atau menjadi game creator, masih ada hasilnya.
Ustadz, kalau untuk anak-anak yang kebutuhannya bermain bagaimana ustadz?
Rasulullah mengajarkan sampai umur 7 supaya dibiarkan bermain, setelah itu baru dimulai kan pemahaman lebih serius
Ijin bertanya, kalau bermain game permainan anak-anak di mall-mall itu bagaimana? Ada yang bilang masuk ke judi? Seperti misal mancing boneka dll. jazakallah khair.
Harus dipahami kalau judi melibatkan dua pihak yang bermain, jika ada yang dirugikan berarti termasuk kategori judi. Dalam kasus ini masih agak meragukan, mungkin lebih baik dihindari saja.
wallahu a’lam bishawab.
Notulensi ditulis oleh tim Formula Hati (GZ).
No Comments
Leave a comment Cancel