Kajian Akhlak dan Adab – Rabu, 16 Dzulqa’dah 1443 H / 15 Juni 2022
بسم الله الرحمن الرحيم
أَشْهَدُ اَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه
وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
Sejenak Bersama Al-Qur’an – Surat Yusuf ayat 34-39
Qs Yusuf 34:
“Maka Tuhan memperkenankan doa Yusuf, dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui”
Qs Yusuf 35:
“Kemudian timbul pikiran pada mereka setelah melihat tanda-tanda (kebenaran Yusuf) bahwa mereka harus memenjarakannya sampai waktu tertentu”
Qs Yusf 36:
Dan bersama dia masuk pula dua orang pemuda ke dalam penjara. Salah satunya berkata, “Sesungguhnya aku bermimpi memeras anggur,” dan yang lainnya berkata, “Aku bermimpi, membawa roti di atas kepalaku, sebagiannya dimakan burung.” Berikanlah kepada kami takwilnya. Sesungguhnya kami memandangmu termasuk orang yang berbuat baik.
Qs Yusuf 37:
Dia (Yusuf) berkata, “Makanan apa pun yang akan diberikan kepadamu berdua aku telah dapat menerangkan takwilnya, sebelum (makanan) itu sampai kepadamu. Itu sebagian dari yang diajarkan Tuhan kepadaku. Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, bahkan mereka tidak percaya kepada hari akhirat.
Qs Yusuf 38:
Dan aku mengikuti agama nenek moyangku: Ibrahim, Ishak dan Yakub. Tidak pantas bagi kami (para nabi) mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah. Itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (semuanya); tetapi kebanyakan manusia tidak
Qs Yusuf 39:
Dan aku mengikuti agama nenek moyangku: Ibrahim, Ishak dan Yakub. Tidak pantas bagi kami (para nabi) mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah. Itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (semuanya); tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur
Kandungan ayat:
- Solusi dari fitnah kehidupan: Menyingkir dari sumber masalah.
- Dalam kasus nabi Yusuf: masuk penjara
- Dalam kasus Rasulullah: dengan hijrah
- Jika Allah mengkehendaki jalan keluar maka Allah akan berikan proses untuk menuju jalan keluar tersebut, yang penting orang tersebut berada di jalan kebenaran.
- Ketika Allah menghendaki kebaikan pada seseorang, Allah sudah siapkan prosesnya menuju kebaikan.
MENGUCAPKAN SALAM
Menebar salam adalah anjuran Rasulullah SAW. Dalilnya:
🍀 “Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berikan makan, sambunglah silaturrahim, shalatlah di waktu malam ketika orang-orang tertidur, niscaya kalian akan masuk Surga dengan sejahtera.”( HR. Tirmidzi)
🍀 Nabi Muhammad SAW bersabda, “Seorang muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya, dan seorang Muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.” (Shahih Bukhari)
Bukti kita menebar keselamatan adalah menebar salam.
🍀 Rasulullah bersabda:
“Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan tidak akan sempurna iman kalian hingga kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kalian pada sesuatu yang jika kalian lakukan kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim)
Hukum dasar salam: sunnah muakkadah.
Jika ada non muslim mengucapkan salam maka jawabannya adalah alaikum.
Salam kategorinya muamalah.
Kondisi disunnahkan salam:
- Ketika masuk rumah.
- Ketika masuk rumah kosong
- Ketika bertemu saudara.
Adab memberi salam:
- yang muda memberi salam pada yang tua
- yang berjalan salam kepada yang duduk
- yang berkendaraan memberi salam pada yang jalan kaki
Adab duduk-duduk di pinggir jalan:
- Menundukkan pandangan
- Amar maruf nahi munkar
- Menghilangkan gangguan
- Menyebarkan salam
Seperti diterangkan oleh hadits Rasulullah dibawah ini:
Dari Abu Sa’id al-Khudri ra., Rasulullah SAW bersabda: “Hendaklah kalian menjauhi duduk-duduk di pinggir jalan. Para Sahabat berkata: “Kami tidak dapat meninggalkannya, karena merupakan tempat kami untuk bercakap-cakap”. Rasulullah SAW berkata: “Jika kalian enggan (meninggalkan bermajelis di jalan), maka berilah hak jalan”. Sahabat bertanya: “Apakah hak jalan itu?” Beliau menjawab: “Menundukkan pandangan, menghilangkan gangguan, menjawab salam, memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Yang dititipkan salam wajib menyampaikan salam karena itu amanah. Orang yang menerima titipan salam wajib menjawab salam. Jika yang menitipkan salam perempuan maka dijawab alaihassalam. Jika yang menitipkan salam laki-laki maka dijawab alaihissalam.
Menjawab salam hukumnya wajib.
Referensi: https://almanhaj.or.id/12592-amal-amal-yang-dapat-memasukkan-ke-surga-dengan-selamat.html
wallahu a’lam bishowab
Ditulis oleh Tim Formula Hati (RR)
No Comments
Leave a comment Cancel