1. Arsip Kuliah Tazkiyatun Nafs (KTN)

KTN64. Ar-Rahmaan dan Ar-Rahiim

Kuliah Tazkiyatun Nafs – Selasa, 12 Sya’ban 1443H / 15 Maret 2022

بسم الله الرحمن الرحيم
أَشْهَدُ اَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه
وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

# Pengantar

Dalam salah satu doa kita, memohon kepada Allah Subhana Wa Ta’ala

‎وَلَا  تُخْزِنِيْ  يَوْمَ  يُبْعَثُوْنَ  
‎يَوْمَ  لَا  يَنْفَعُ  مَا لٌ  وَّلَا  بَنُوْنَ
‎اِلَّا  مَنْ  اَتَى  اللّٰهَ  بِقَلْبٍ  سَلِيْمٍ  

“dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,”
“(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna,”
“kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,”
(QS. Asy-Syu’ara’ 26: Ayat 87-89)

# Definisi Ar-Rahmaan dan Ar-Rahiim

Makna yang terkandung dari konsekwensi dari Ar-Rahmaan adalah menunjukkan rahmat Allah yang sangat luas yang meliputi seluruh makhluknya dan termasuk hamba-Nya yang kafir. sedangkan Makna Ar-Rahiim adalah rahmat yang diberikan untuk orang mukmin saja baik di dunia dan di akhirat.

Dalam QS. Al-Baqarah [2]: 143 disebutkan, “Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada seluruh manusia.” Allah SWT menyebut sifat “rahiim” yang dikaitkan dengan semua manusia yakni kaum muslim, kafir, hamba-Nya yang shalih ataupun tidak.

Selain itu dalam QS. At-Taubah [9]:128 disebutkan:
“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.”

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
رَبُّكُمُ  الَّذِيْ  يُزْجِيْ  لَـكُمُ  الْفُلْكَ  فِى  الْبَحْرِ  لِتَبْتَغُوْا  مِنْ  فَضْلِهٖ   ۗ اِنَّهٗ  كَا نَ  بِكُمْ  رَحِيْمًا

“Tuhanmulah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untukmu, agar kamu mencari karunia-Nya. Sungguh, Dia Maha Penyayang terhadapmu.” (QS. Al-Isra’ 17: Ayat 66)

# Perbedaan antara Ar-Rahmaan dan Ar-Rahiim

Meski memiliki makna yang mirip, pemahaman Ar-Rahiim berbeda dengan Ar-Rahmaan. Perbedaannya terletak pada subjek yang dimaksud. Artinya, Ar-Rahmaan ditujukan pada seluruh makhluk Allah SWT tanpa melihat keimanannya. Sementara, Ar-Rahiim ini hanya ditujukan bagi orang-orang yang beriman kepada-Nya. Sebab itu, orang yang beriman akan mendapat limpahan berupa sifat Ar-Rahmaan dan Ar-Rahiim dari-Nya. Rahmah adalah sifat rahmah yang kembali pada rahmat Allah dan Ar-Rahiim adalah kembali kepada perbuatan Allah pada hamba-Nya, siapa yang dikasihi dan siapa yang disayangi.

# Ar-Rahmaan artinya Maha Pengasih
Ar-Rahmaan artinya Allah Subhanahu wa Taala mempunyai kasih sayang yang sangat luas, meliputi seluruh makhluk-Nya. Allah mengasihi seluruh makhluk-Nya dengan memberikan berbagai kenikmatan. Nama Ar-Rahmaan sama seperti nama Allah dan tidak boleh digunakan seorang makhluk pun. Dan memang tidak ada yang bisa mengasihi seluruh makhluk seperti Allah. Baik beriman maupun kafir, semuanya mendapatkan rezeki dari Allah.

# Ar-Rahiim artinya Maha Penyayang
Ar-Rahiim adalah nama bagi Dzat Allah dan juga merupakan salah satu sifat-Nya. Jika Ar-Rahmaan adalah maha pengasih untuk semua makhluk, Ar-Rahiim adalah maha penyayang untuk hamba-Nya yang beriman.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
هُوَ  الَّذِيْ  يُصَلِّيْ  عَلَيْكُمْ  وَمَلٰٓئِكَتُهٗ  لِيُخْرِجَكُمْ  مِّنَ  الظُّلُمٰتِ  اِلَى  النُّوْرِ     ۗ وَكَا نَ  بِا لْمُؤْمِنِيْنَ  رَحِيْمًا

“Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 43)

Rahmat Allah pada manusia mencakup seluruh atau segala sesuatu. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَا  تُفْسِدُوْا  فِى  الْاَ رْضِ  بَعْدَ  اِصْلَا حِهَا  وَا دْعُوْهُ  خَوْفًا  وَّطَمَعًا   ۗ اِنَّ  رَحْمَتَ  اللّٰهِ  قَرِ يْبٌ  مِّنَ  الْمُحْسِنِيْنَ

“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 56)

Dalam Hadits Rasulullah SAW:
“Sesungguhnya rahmat-Ku lebih mengalahkan kemurkaan-Ku.” (HR Bukhari no 7404 dan Muslim no 2751).

# Ar-Rahmaan dan Ar-Rahiim

وَلِلّٰهِ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى فَادْعُوْهُ بِهَاۖ وَذَرُوا الَّذِيْنَ يُلْحِدُوْنَ فِيْٓ اَسْمَاۤىِٕهٖۗ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Artinya: Allah mempunyai asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan”. (QS. Al A’raf: 180)

Berdoalah kepada Allah, dengan nama-Nya yang mengandung Asmaul Husna. Tidak ada yang menyamai atau menyerupai Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
   ۗ اِنَّ  اللّٰهَ  عَلِيْمٌ  حَكِيْمٌ

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 28)

Ibnu Katsir menjelaskan dalam hal ini bahwa ada nama-nama Allah yang digunakan untuk makhluk-Nya dan ada nama-nama yang tidak bisa dinamai dengan makhluknya.

# Rahmat Allah ada dua bentuk:

  1. Rahmat umum
  2. Rahmat khusus

1. Rahmat Umum yaitu rahmat yang diberikan untuk semua hamba-Nya.
Surah Gafir ayat 7:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ

Artinya: Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”

2. Rahmat Khusus yaitu rahmat yang diberikan untuk hambanya yang mukmin.
surah Al ahzab ayat 43.

# Dalam memahami Asmaul Husna ada 3 hal yang perlu diperhatikan:

  1. Kita perlu daftar Asmaul Husna
  2. Kita perlu memahami nama-nama Asmaul Husna
  3. Kita perlu memahami arti dan konsekuensi dari Asmaul Husna.
# Dampak dari sifat Ar-Rahmaan dan Ar-Rahiim
  1. Keyakinan sekaligus pemahaman yang mendalam bahwa Allah Maha Rahmaan dan Rahiim sehingga kita merasa dalam naungan kasih sayang Allah dan semakin yakin bahwa Allah Ar-Rahmaan dan Ar-Rahiim.
  • Berharap tinggi kepada Allah dalam semua hal, baik dalam menjalankan agama maupun dalam kehidupan
  • Berhusnuzhon kepada Allah dan tidak Suuzhon kepada Allah, sehingga muncul keyakinan bahwa Allah itu Ar-Rahmaan dan Ar-Rahiim
  • Wiqobillah yaitu percaya kepada Allah bahwa Allah Maha Rahmaan dan Ar-Rahiim
  • Merasa berlimpah rahmat dan kasih sayang dari Allah SWT

2. Kita harus menjadi hamba Allah yang harus mempunyai sifat kasih sayang sesuai dengan perintah Allah.
Hadits Rasulullah SAW:
”Irhamu man fil ardli yarhamkum man fis sama” Sayangilah semua yang ada di bumi, maka semua yang ada di langit akan menyayangimu.” (HR. Abu Dawud dan Timidzi)

Secara umum, kasih sayang itu dominan dan nampak sekali di diri Rasulullah SAW sebagai suri teladan kita. Pribadi yang penuh kasih sayang harus kita implementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Kasih sayang ini nampak dalam nyata baik dalam kehidupan beragama maupun kehidupan sosial.

“Mudahkanlah dan janganlah persulit.” Dimulai dari kehidupan dengan pribadi yang penuh kasih sayang:

  • Kasih sayang dalam beragama
  • Kasih sayang dalam kehidupan sosial kemasyarakatan
  • Kasih sayang dalam rumah tangga

Apabila engkau menebar kasih sayang, maka semua orang akan mendekatimu, dan apabila engkau tidak bisa menebar kasih sayang, maka semua orang akan menjauhimu.

Dalam memenuhi amalan ada dua yaitu:

  • Amalan Ibadah
  • Amalan Hati

wallahu a’lam bishowab
Ditulis oleh Tim Formula Hati (UZ)

Comments to: KTN64. Ar-Rahmaan dan Ar-Rahiim

Your email address will not be published. Required fields are marked *