Kajian Akhlak dan Adab – Rabu, 13 Sya’ban 1443 H / 16 Maret 2022
بسم الله الرحمن الرحيم
أَشْهَدُ اَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه
وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
Sejenak Bersama Al-Qur’an
QS Yusuf (12):22-23
وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ ﴿ ٢٢﴾
[12:22] Dan tatkala dia cukup dewasa Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
وَرَاوَدَتْهُ الَّتِي هُوَ فِي بَيْتِهَا عَنْ نَفْسِهِ وَغَلَّقَتِ الْأَبْوَابَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ ۚ قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ ۖ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ ﴿ ٢٣﴾
[12:23] Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: “Marilah ke sini”. Yusuf berkata: “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.
# Pelajaran dari ayat 22:
- “Muhsinin” disini mewakili Yusuf yang mendapatkan hidup khusus dan masalahnya. Yusuf mendapatkan perlakuan yang tidak baik dan sabar atas kondisi itu. Yusuf mendapatkan wahyu dari Allah sehingga terbimbing untuk bersikap baik, sabar atas ujian yang diterimanya dan selalu bersikap tepat atas bimbingan Allah. Muhsinin juga berarti orang yang diberikan Allah hikmah dan ilmu.
- Hikmah dan ilmu diberikan Allah kepada Yusuf ketika telah sampai kepada Yusuf puncak mudanya (balagho asyudda), sekitar usia 33-40 tahun. Hikmah dan ilmu memang sudah cukup baik turun ketika telah sampai pada seseorang puncak mudanya.
# Penjelasan dari ayat 23:
Yusuf yang digoda oleh Zulaikha ini bisa melindungi dirinya dengan berlindung kepada Allah. Disebutkan dalam tafsir, salah satu sebab Zulaikha menggoda Yusuf adalah karena wanita ini tidak mendapatkan perlakuan yang baik dari suaminya. Dalam bab ini, godaan yang dihadapi Yusuf berlapis-lapis, meliputi:
- Yusuf didahului (untuk didekati) oleh seorang wanita
- Yusuf bahkan didekati oleh wanita yang memiliki wajah dan posisi
- Wanita ini memaksa
- Wanita ini bahkan sampai mengancam
- Yusuf dan Yulaikha berada di kamar hanya berdua
- Yusuf adalah seorang hamba sahaya, yang membuat mudah terintimidasi
- Yusuf berada di negeri lain, sehingga cenderung bisa lebih terbuka tanpa ada orang lain yang dikenal
Ini semua dilewati Yusuf dengan baik. Salah satu sebab Yusuf bertahan adalah rasa takutnya terhadap Allah dan didukung oleh perlakuan baik dari raja terhadapnya.
# Pelajaran dari ayat 23:
- Agar kita berlindung kepada Allah dalam menjaga diri sehingga Allah akan menjaga kita.
- Orang yang baik adalah orang yang mampu menempatkan semua kebutuhan duniawinya di jalan Allah. Jika tertarik terhadap wanita, maka menikahlah.
TADZHIYAH (BERKORBAN)
# Pengantar
Tadzhiyah ini menjadi akhlak sendiri diluar dermawan, mengutamakan orang lain dan ukhuwah. Secara makna kata, tadzhiyah bermakna seseorang yang memberikan dirinya atau tenaganya atau hartanya tanpa ada ganti (dzhoha). Secara istilah, tadzhiyah bermakna memberikan secara full (penuh) harta dan dirinya untuk tujuan yang mulia dengan berharap adanya pahala dari Allah SWT. Tadhziyah adalah satu level di atas memberi dan tergolong dalam cluster karom (memberi).
# Dalil terkait dengan tadzhiyah
Tadzhiyah sangat dianjurkan di dalam agama kita baik di Qur’an maupun Sunnah.
[QS Ali Imran (3):140]
إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ ۚ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ ﴿ ١٤٠﴾
Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada´. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim
[QS Al Ahzab (33):21-27]
[33:21] Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
[33:22] Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita”. Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan.
[33:23] Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya),
[33:24] supaya Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan menyiksa orang munafik jika dikehendaki-Nya, atau menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
[33:25] Dan Allah menghalau orang-orang yang kafir itu yang keadaan mereka penuh kejengkelan, (lagi) mereka tidak memperoleh keuntungan apapun. Dan Allah menghindarkan orang-orang mukmin dari peperangan. Dan adalah Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
[33:26] Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan Dia memesukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan.
[33:27] Dan Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak. Dan adalah Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu.
[QS Ali Imran (3):169]
Salah satu bentuk pengorbanan adalah dengan berjihad di jalan Allah.
وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ ﴿ ١٦٩﴾
[3:169] Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.
Nabi memberikan dorongan dan keteladanan yang besar untuk berkorban di jalan Allah. Salah satu hadits Nabi yang lain tentang pengorbanan:
“Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah SWT akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya’.” (HR Muslim no 2588)
# Perbedaan Tadzhiyah dan Memberi
Tadzhiyah atau berkorban itu berada di kluster karom (memberi). Namun, tadzhiyah ini lebih luas cakupannya.
- Objek pemberiannya adalah harta. Objek pemberian tadzhiyah ini lebih dari harta, ada diri, waktu, pikiran dan juga harta.
- Kalau memberi, levelnya tidak sampai totalitas. Kalau tadzhiyah, levelnya totalitas.
- Bagi umat muslim terdahulu, tadzhiyah ini sudah menjadi tradisi, terutama berkorban di jalan Allah. Islam ini tumbuh karena agama islam ini diinisiasi oleh orang-orang yang memiliki karakter senang berkorban. Para sahabat menghabiskan usia hidupnya sepenuhnya untuk agamanya. Di konteks negara kita, para pendiri negara Indonesia ini memiliki pengorbanan yang luar biasa.
Pertanyaannya, bagaimana dengan kadar pengorbanan kita saat ini? Pada kadar pengorbananmu itulah cita-cita kau gantungkan dan harapan bisa diraih. Cita-cita besar kita adalah hasanah fiddunya wal akhirah. Kita menuju surga dan menjauhi neraka. Maka, pada kadar pengorbanan itulah yang menentukan apa yang akan kita dapatkan. Yang menarik adalah kita mati-matian berkorban untuk dunia, tapi tidak mati-matian berkorban untuk akhiratnya. Kalau kita ingin mendapatkan rumah dan istana di surga, seberapa jauh pengorbanan kita untuk mendapatkannya?
# Pentingnya Tadzhiyah
Di dalam membangun keluarga, bangsa dan peradaban, maka akhlak ini harus ada. Tidak ada sesuatu yang dicapai dengan mental yang berleha-leha. Situasi kita sekarang itu bukan berlomba-lomba berkorban tapi berlomba-lomba mengorbankan, dengan kata lain orang-orang berlomba-lomba untuk mendapatkan, bukan untuk memberi.
Dengan berkorban, hal-hal yang tinggi itu bisa tercapai, seperti persatuan dan kemajuan. Di generasi saat ini, anak-anak berada dalam keadaan yang lebih baik dari generasi sebelumnya. Kehidupan yang baik ini menyebabkan anak-anak tidak terlatih untuk berkorban sedikit pun untuk meraih cita-citanya. Mereka mendapatkan segala sesuatunya dengan mudah. Padahal, kehidupan itu tidak selamanya mudah. Anak-anak perlu tetap dilatih dan memiliki sikap untuk menjalani lika-liku kehidupan ini.
# Cara pendidikan terhadap anak di situasi saat ini
- Berikan dinamika hidup yang normal. Tidak seluruh keinginannya dipenuhi. Anak-anak harus bisa belajar menahan keinginan.
- Dilatih memberi dan memberi sampai dengan level yang sangat tinggi.
- Dilatih menolong saudara atau temannya dengan mengorbankan dirinya. Di lapangan, setiap anak akan merasa bahwa semua urusannya penting. Untuk itu, anak-anak perlu dilatih sehingga bisa menetapkan prioritas.
# Pembagian tadzhiyah / berkorban
- Berkorban yang terpuji, yakni berkorban yang diizinkan oleh syariat. Misal, berkorban diri dalam berjihad, berkorban harta dan berkorban waktu di jalan Allah.
- Berkorban yang tercela, yakni berkorban di luar batas atau di luar koridor yang diizinkan syariah. Misal, berkorban diri dalam tawuran antar kampung yang urusannya untuk memperebutkan wanita atau burung. Misal di luar koridor, orang bershadaqah adalah 1/3 dari hartanya. Namun seseorang bershadaqah dengan semua hartanya sehingga bagian bagi dirinya dan keluarganya menjadi tidak mendapatkan bagiannya. Ini untuk orang awam supaya tidak menyesal.
# Tantangan dalam menumbuhkan akhlak tadzhiyah
- Ideologi materialisme yang membatasi pengorbanan, sehingga semua orang jadi berhitung
- Dari materialisme, lahirlah individualisme. Ini menjadi tantangan komunalisme.
- Dari materialisme dan individualisme, lahirlah orang-orang yang berpikir “aku dapat apa?” Calon mertua berkata, “kamu bekerja dimana?” Orang-orang yang memiliki konsep berpikir seperti ini yang pada akhirnya mendapatkan posisi dan kedudukan kemudian berkata, “aku akan dapat apa?” Hal-hal seperti ini yang akan menjadikan kerusakan dimana-mana. Konsep kaum muslimin adalah apa yang kita berikan itu adalah harta yang kita miliki.
# Pengorbanan Ali bin Abi Thalib sebagai contoh
- Anak muda yang sudah bertarung nyawa sejak kecil untuk agamanya
- Orang yang sendirian hijrah dari Mekkah ke Madinah karena harus menyampaikan amanah Rasul. Siang naik kuda, malam jalan.
- Di perang Ahzab, Ali yang menghadapi orang-orang yang menantang
- Tidak ada kepentingan dirinya yang diperjuangkan, melainkan kepentingan agamanya yang diperjuangkan.
# TANYA JAWAB
Shadaqah tidak mengurangi harta. Apakah yang dimaksud dengan ini?
Makna dari hadits tersebut:
- Dengan shadaqah, harta menjadi tumbuh. Agama meyakinkan bahwa sekalipun secara dzahir harta itu berkurang, namun sesungguhnya harta itu tumbuh.
- Karena tidak berkurang, harta itu berpindah tempat. Dari rekening dunia ke rekening akhirat.
- Lebih tinggi lagi, yang menjadi harta kita adalah yang di-shadaqah-kan.
Apakah makna muhsin itu sangatlah luas?
Muhsin memiliki makna yang bertingkat dan bervariasi. Mulai dari menahan amarah dan memaafkan orang, menjaga kualitas ibadah dan makna yang lain lagi. Sebuah kata dalam bahasa arab yang sudah diambil oleh syariah, maka penjelasannya harus oleh syariah. Ihsan dan muhsin telah menjadi syariah sehingga penjelasannya harus dari syariah. Beberapa makna muhsin meliputi kualitas, kesabaran dan bertindak secara profesional.
Memaafkan itu bukan perkara yang mudah. Apakah pemaaf disini berarti berkorban dengan perasaan?
Pemaaf itu tidak dimaknai mengorbankan perasaan. Pemaaf itu berarti mengobati luka yang ada di hati sehingga dia tidak terluka. Orang yang memaafkan itu menjadi baik. Memaafkan itu menghapus luka akibat tindakan orang terhadapnya sehingga tidak melakukan tindakan pembalasan. Proses menghapus luka itu adalah proses psikologis. Misal, memaknai positif atas hal yang diterima dan menempatkan status di bawah standarnya. Misal, orang yang disalip di jalan raya itu berpikir positif terhadap orang yang menyalipnya sehingga tidak ada keinginan untuk membalasnya.
Apakah orang yang tidak menikah sampai akhir hayat karena tidak mendapatkan jodohnya itu berarti jodohnya ada di akhirat?
Memahami jodoh itu seperti orang makan. Jodoh itu rezeki seperti makan. Ada makanan di meja, baik disukai ataupun tidak disukai, maka itu adalah rizki kita. Sekalipun makanan itu tidak disukai, itu adalah rizki kita. Jodoh itu adalah takdir Allah dan Allah perintahkan kepada kita untuk mengambil sebab. Kejadiannya, sudah ada yang semestinya bisa kita nikahi tapi kita tidak mengambilnya. Allah telah tegaskan bahwa kita itu berjodoh-jodoh. Bisa jadi kita yang menolak jodohnya. Ini ada kaitan antara hubungan dengan takdir dan usaha. Jodoh seseorang itu ada. Siapa yang kau nikahi, itulah jodohmu. Ketika tidak ideal, maka itu bab lain. Jodoh itu tidak selalu seperti yang kita inginkan. Jodoh itu tidak selalu sendirian, bisa jadi jodoh seseorang itu menjadi bukan istri pertama. Allah telah tetapkan setiap hamba ada jodohnya dan tugas kita adalah memastikan kita berusaha mengejar jodohnya.
Ketika peluang berkorban harta itu datang, bagaimana agar berkorban itu tidak menjadi sia-sia atau tidak menjadi penyesalan di ujungnya?
- Secara presentasi, pastikan moderat yakni tidak lebih dari 1/3, agar tidak ada penyesalan.
- Pastikan dimasukkan ke tempat yang kita yakini kebajikannya sehingga tidak ada penyesalan.
- Pastikan prosedur saat memberi itu benar, yakni dijaga keikhlasan dan kebaikannya. Jangan ada riya dan pamer.
Bagi yang sudah pensiun, kita ingin banyak sedekah namun harta terbatas. Apakah kita bisa berkorban dengan tenaga dan pikiran juga?
Bagi yang sudah pensiun dan memiliki pendapatan yang terbatas, maka kita perlu bijaksana mengelola kebutuhannya. Seringkali, keinginan jauh melebihi kebutuhan. Ketika kebutuhan sudah terpenuhi dan masih ada sisanya, maka itulah yang bisa disedekahkan. Ketika harta sudah tidak ada, maka kita bisa berkorban lewat tenaga, pikiran dan waktu.
wallahu a’lam bishowab
Ditulis oleh Tim Formula Hati (AA)
No Comments
Leave a comment Cancel