1. Arsip Kajian Akhlak dan Adab (KAA)

KAA33. Malu

Kajian Akhlak dan Adab – Rabu, 9 Dzulqa’dah 1443 H / 8 Juni 2022

بسم الله الرحمن الرحيم
‎أَشْهَدُ اَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه
‎وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Sejenak Bersama Al-Qur’an – Surat Yusuf ayat 33

قَالَ رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ ۖ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُنْ مِنَ الْجَاهِلِينَ ﴿ ٣٣﴾
Yusuf berkata, “Wahai Tuhanku! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika aku tidak Engkau hindarkan dari tipu daya mereka, niscaya aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentu aku termasuk orang yang bodoh.

Kandungan ayat:

  1. Kondisi buruk di mata dunia tapi baik di mata agama masih lebih baik daripada kondisi mulia di mata dunia namun buruk di mata agama.
  2. Ukuran baik dan buruk itu adalah dengan agama dan bukan cara pandang materialis.
  3. Ketika seorang mukmin berdoa agar dijaga agamanya maka Allah akan menjaga caranya dengan kita menjaga agama Allah, insyaa Allah.
MALU

🍀 Definisi Malu

  • Secara Bahasa, Al Hayya (malu) artinya adalah menahan.
  • Secara istilah, malu berarti kemampuan diri menahan sesuatu dan meninggalkannya karena takut ada celaan
  • Ibnu Hajar Atsqolani mengatakan bahwa malu itu merupakan akhlak yang bisa menghindarkan orang dari keburukan dan menahan orang dari mengurangi hak orang yang berhak.
  • Malu adalah perasaan tak berdaya karena takut ada celaan orang lain.

🍀 Beda Malu dengan Minder

  • Malu masih berada di jalan benar. Tidak berani karena takut ada celaan
  • Minder, sebenarnya tidak ada celaan namun tidak percaya diri

🍀 Dalil tentang Malu:

QS Al Araf 26:
_ Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik._

Kandungan ayat:
Libasuttaqwa pada ayat di atas ada yang mengatakan maknanya adalah malu

QS Al Qasas: 25
“Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan, ia berkata: “Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberi balasan terhadap (kebaikan) mu memberi minum (ternak) kami”. Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syuaib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya). Syuaib berkata: “Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu”. Qs. Al-Qashash [28]: 25)

QS Al Ahzab: 53
” Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali jika kamu diizinkan untuk makan tanpa menunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu dipanggil maka masuklah dan apabila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa memperpanjang percakapan”

Rasulullah malu untuk menyuruh sahabat keluar rumah ketika sahabatnya sedang bertamu ke rumahnya.

Cara kita membela kehormatan Rasulullah:

  1. Protes lewat media sosial
  2. Bisa kirim surat resmi langsung ke partai penguasa sekarang atau kirim email ke Kedubes negara bersangkutan
  3. Boikot produk negara yang menghina beliau

🍀 Hadits terkait malu:

  • “Rasa malu itu bagian dari iman.” (HR. Bukhari dan Muslim)
  • Rasulullah bersabda, “Rasa malu adalah kebaikan seluruhnya atau rasa malu seluruhnya adalah kebaikan.” (HR. Muslim)
  • “Nabi jelaskan dalam sabdanya, “Malulah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya”. “Kami sudah malu duhai Rasulullah”, jawab para sahabat. Nabi bersabda, bukan demikian namun yang dimaksud malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya adalah menjaga kepala dan anggota badan yang terletak di kepala, menjaga perut dan anggota badan yang berhubungan dengan perut, mengingat kematian dan saat badan hancur dalam kubur. Siapa yang menginginkan akhirat harus meninggalkan kesenangan dunia. Siapa yang melakukan hal-hal tersebut maka dia telah merasa malu dengan Allah dengan sebenar-benarnya.” (HR. Tirmidzi dll, dinilai hasan karena adanya riwayat-riwayat lain yang menguatkannya oleh Al Albani dalam Shahih Jami’ Shaghir no. 935)

Cara menumbuhkan akhlak malu:

  1. Hati-hati terhadap hal yang makruh
  2. Allah pasti lihat dan tahu
  3. Sifat ini sebenarnya muncul secara alami jika lingkungan sekitar melakukan tindakan yang penuh batasan syariat karena pada dasarnya setiap orang memiliki rasa malu.

wallahu a’lam bishowab
Ditulis oleh Tim Formula Hati (RR/AA)

Comments to: KAA33. Malu

Your email address will not be published. Required fields are marked *