1. Arsip Kajian Akhlak dan Adab (KAA)

KAA32. Meminta Maaf

Kajian Akhlak dan Adab – Rabu, 2 Dzulqa’dah 1443 H / 1 Juni 2022

بسم الله الرحمن الرحيم
‎أَشْهَدُ اَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه
‎وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Sejenak Bersama Al-Qur’an – Surat Yusuf ayat 32

قَالَتْ فَذَٰلِكُنَّ الَّذِي لُمْتُنَّنِي فِيهِ ۖ وَلَقَدْ رَاوَدْتُهُ عَنْ نَفْسِهِ فَاسْتَعْصَمَ ۖ وَلَئِنْ لَمْ يَفْعَلْ مَا آمُرُهُ لَيُسْجَنَنَّ وَلَيَكُونًا مِنَ الصَّاغِرِينَ ﴿ ٣٢﴾

32. Dia (istri Al-Aziz) berkata, “Itulah orangnya yang menyebabkan kamu mencela aku karena (aku tertarik) kepadanya, dan sungguh, aku telah menggoda untuk menundukkan dirinya tetapi dia menolak. Jika dia tidak melakukan apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan, dan dia akan menjadi orang yang hina.”

Kandungan ayat:

  1. Akhirnya kebenaran diakui sendiri oleh pelaku kejahatan. Maka dari itu, janganlah takut berbuat benar karena pasti akan berakhir kebaikan baik di dunia maupun akhirat.
  2. Bertindak benar memang perlu kegigihan walau kadang berhadapan dengan kedzholiman dan ancaman.
Meminta Maaf

Orang yang beriman ketika ingat berlaku salah maka ia meminta maaf.

Hadits:
Barangsiapa yang berbuat zalim kepada saudaranya, baik terhadap kehormatannya maupun sesuatu yang lainnya, maka hendaklah ia meminta kehalalannya darinya hari ini juga sebelum dinar dan dirham tidak lagi ada. Jika ia punya amal salih, maka amalannya itu akan diambil sesuai dengan kadar kezaliman yang dilakukannya. Dan jika ia tidak punya kebaikan, maka keburukan orang yang ia zalimi itu dibebankan kepadanya.” (HR Bukhari)

Ghibah (membicarakan di belakang yang apabila orangnya mengetahui maka ia tidak suka) atau bicara langsung di depan orangnya tentang hal yang orang tersebut tidak suka dua-duanya termasuk berlaku dzhalim.

Meminta maaf dan halal menjadi penting dan super penting karena:

  1. Meminta maaf menjadi sebab hilangnya dosa yang terkait dengan orang lain.
  2. Bisa memperbaiki hubungan.
  3. Merupakan sunnah atau akhlak para sahabat.

Meminta maaf ada 2:

  1. Meminta maaf pada Allah terkait hak Allah (istighfar, taubat). Rukun taubat: Berhenti, menyesali dan tidak mengulangi.
  2. Meminta maaf pada manusia (istihlal/minta halal). Rukun istihlal: berhenti, menyesali, tidak mengulangindan istihlal (meminta maaf atau halal)

Kesalahan pada manusia ada 2:

  1. terkait harta –> minta maaf dengan cara mengembalikan hartanya.
  2. terkait dengan diri, misal kehormatannya

Minta maaf itu harus menjadi karakter. Ciri menjadi karakter:

  1. Spontan ketika melakukan kesalahan.
  2. Diperlakukan buruk tetap baik

Cara minta maaf atas kesalahan kepada orang lain namun orangnya sudah meninggal:

  1. Meminta ampun untuknya pada Allah
  2. Memujinya diarea yang dulu ia pernah dighibahi
  3. Banyak berbuat baik
  4. Kalau kesalahannya terkait harta, maka harus dikembalikan kepada ahli warisnya.

wallahu a’lam bishowab
Ditulis oleh Tim Formula Hati (RR/AA)

Comments to: KAA32. Meminta Maaf

Your email address will not be published. Required fields are marked *