1. Arsip Kajian Fiqih (KFQ)

KFQ37. Fiqih Puasa (5) – Sunnah Puasa

Kajian Fiqih – Senin, 11 Sya’ban 1443 H / 14 Maret 2022

‎بسم الله الرحمن الرحيم
‎أَشْهَدُ اَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه
‎وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

# FIQIH PUASA BAGIAN 5
𝗦𝗘𝗝𝗘𝗡𝗔𝗞 𝗕𝗘𝗥𝗦𝗔𝗠𝗔 𝗔𝗟-𝗤𝗨𝗥’𝗔𝗡

Surah Al-Maidah ayat 33 dan 34

اِنَّمَا جَزٰۤؤُا الَّذِيْنَ يُحَارِبُوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَيَسْعَوْنَ فِى الْاَرْضِ فَسَادًا اَنْ يُّقَتَّلُوْٓا اَوْ يُصَلَّبُوْٓا اَوْ تُقَطَّعَ اَيْدِيْهِمْ وَاَرْجُلُهُمْ مِّنْ خِلَافٍ اَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْاَرْضِۗ ذٰلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِى الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيْمٌ – ٣٣
𝑯𝒖𝒌𝒖𝒎𝒂𝒏 𝒃𝒂𝒈𝒊 𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈-𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒎𝒆𝒎𝒆𝒓𝒂𝒏𝒈𝒊 𝑨𝒍𝒍𝒂𝒉 𝒅𝒂𝒏 𝑹𝒂𝒔𝒖𝒍-𝑵𝒚𝒂 𝒅𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒎𝒃𝒖𝒂𝒕 𝒌𝒆𝒓𝒖𝒔𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒅𝒊 𝒃𝒖𝒎𝒊 𝒉𝒂𝒏𝒚𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒅𝒊𝒃𝒖𝒏𝒖𝒉 𝒂𝒕𝒂𝒖 𝒅𝒊𝒔𝒂𝒍𝒊𝒃, 𝒂𝒕𝒂𝒖 𝒅𝒊𝒑𝒐𝒕𝒐𝒏𝒈 𝒕𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒌𝒊 𝒎𝒆𝒓𝒆𝒌𝒂 𝒔𝒆𝒄𝒂𝒓𝒂 𝒔𝒊𝒍𝒂𝒏𝒈, 𝒂𝒕𝒂𝒖 𝒅𝒊𝒂𝒔𝒊𝒏𝒈𝒌𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒕𝒆𝒎𝒑𝒂𝒕 𝒌𝒆𝒅𝒊𝒂𝒎𝒂𝒏𝒏𝒚𝒂. 𝒀𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒆𝒎𝒊𝒌𝒊𝒂𝒏 𝒊𝒕𝒖 𝒌𝒆𝒉𝒊𝒏𝒂𝒂𝒏 𝒃𝒂𝒈𝒊 𝒎𝒆𝒓𝒆𝒌𝒂 𝒅𝒊 𝒅𝒖𝒏𝒊𝒂, 𝒅𝒂𝒏 𝒅𝒊 𝒂𝒌𝒉𝒊𝒓𝒂𝒕 𝒎𝒆𝒓𝒆𝒌𝒂 𝒎𝒆𝒏𝒅𝒂𝒑𝒂𝒕 𝒂𝒛𝒂𝒃 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒆𝒔𝒂𝒓

اِلَّا الَّذِيْنَ تَابُوْا مِنْ قَبْلِ اَنْ تَقْدِرُوْا عَلَيْهِمْۚ فَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ࣖ – ٣٤
𝑲𝒆𝒄𝒖𝒂𝒍𝒊 𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈-𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒆𝒓𝒕𝒐𝒃𝒂𝒕 𝒔𝒆𝒃𝒆𝒍𝒖𝒎 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒅𝒂𝒑𝒂𝒕 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒖𝒂𝒔𝒂𝒊 𝒎𝒆𝒓𝒆𝒌𝒂; 𝒎𝒂𝒌𝒂 𝒌𝒆𝒕𝒂𝒉𝒖𝒊𝒍𝒂𝒉, 𝒃𝒂𝒉𝒘𝒂 𝑨𝒍𝒍𝒂𝒉 𝑴𝒂𝒉𝒂 𝑷𝒆𝒏𝒈𝒂𝒎𝒑𝒖𝒏, 𝑴𝒂𝒉𝒂 𝑷𝒆𝒏𝒚𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈.

𝐏𝐞𝐥𝐚𝐣𝐚𝐫𝐚𝐧 :

  1. Orang yang memerangi Allah dan Rasulnya dan berbuat kerusakan dimuka bumi perlu dihukum dengan dibunuh atau disalib atau dipotong tangan dan kakinya secara bersilang
  2. Dalam islam, hukuman atau sangsi ada 2 dimensi, Tindakan masuk kategori apa , dan sanksinya apa, jadi bukan hanya satu sanksi saja sehingga ada rasa keadilan dan ada efek jera
  3. Islam mempunyai konsep khusus dalam memberikan sanksi kepada pelaku kejahatan seperti ini, diperlukan perjuangan secara konstitusi kalau di Indonesia untuk menerapkan sanksi seperti ayat di atas
𝐒𝐔𝐍𝐍𝐀𝐇 𝐏𝐔𝐀𝐒𝐀

Ada 8 amal yang dianjurkan, meskipun tidak terkait dengan puasa langsung:

  1. Qiyammul Lail
  2. Bertaubat
  3. Tilawah Qur’an
  4. Banyak Berzikir
  5. Shodaqah
  6. I’tikaf
  7. Thalabul Ilmi
  8. Banyak berdoa
𝐁𝐄𝐁𝐄𝐑𝐀𝐏𝐀 𝐏𝐔𝐀𝐒𝐀 𝐒𝐔𝐍𝐍𝐀𝐇

Ada beberapa puasa yang disunnahkan:

  1. Puasa 6 hari dibulan syawal
    “𝐵𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑖𝑎𝑝𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑝𝑢𝑎𝑠𝑎 𝑅𝑎𝑚𝑎𝑑ℎ𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑚𝑢𝑑𝑖𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑝𝑢𝑎𝑠𝑎 𝑒𝑛𝑎𝑚 ℎ𝑎𝑟𝑖 𝑑𝑖 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛 𝑆𝑦𝑎𝑤𝑎𝑙, 𝑚𝑎𝑘𝑎 𝑏𝑎𝑔𝑖𝑛𝑦𝑎 (𝑝𝑎ℎ𝑎𝑙𝑎) 𝑝𝑢𝑎𝑠𝑎 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑚𝑎 𝑠𝑒𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑝𝑒𝑛𝑢ℎ.” (𝐻𝑅 𝑀𝑢𝑠𝑙𝑖𝑚)
  2. Puasa Arofah, yakni puasa tanggal 9 dzulhijjah bagi yang tidak haji. Bagi yang haji tidak disunnahkan
    𝐷𝑎𝑟𝑖 𝐴𝑏𝑢 𝑄𝑜𝑡𝑎𝑑𝑎ℎ, 𝑖𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑘𝑎𝑡𝑎 𝑏𝑎ℎ𝑤𝑎 𝑅𝑎𝑠𝑢𝑙𝑢𝑙𝑙𝑎ℎ 𝑠ℎ𝑎𝑙𝑙𝑎𝑙𝑙𝑎ℎ𝑢 ‘𝑎𝑙𝑎𝑖ℎ𝑖 𝑤𝑎 𝑠𝑎𝑙𝑙𝑎𝑚 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑎𝑏𝑑𝑎, “𝑃𝑢𝑎𝑠𝑎 𝐴𝑟𝑜𝑓𝑎ℎ (9 𝐷𝑧𝑢𝑙ℎ𝑖𝑗𝑗𝑎ℎ) 𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡 𝑚𝑒𝑛𝑔ℎ𝑎𝑝𝑢𝑠𝑘𝑎𝑛 𝑑𝑜𝑠𝑎 𝑠𝑒𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑎𝑙𝑢 𝑑𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑡𝑎𝑛𝑔.” (𝐻𝑅. 𝑀𝑢𝑠𝑙𝑖𝑚)
    Mayoritas ulama menjelaskan bahwa puasa Arofah adalah puasa tanggal 9 dzulhijjah, bukan dimana orang haji yang berada diarafah karena kaum muslimin tidak dalam satu komando penanggalan dan juga karena setiap muslim terikat dengan waktu dimana dia tinggal.
  3. Puasa Asyuro
    𝐷𝑎𝑟𝑖 𝐴𝑏𝑢 𝑄𝑜𝑡𝑎𝑑𝑎ℎ, 𝑖𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑘𝑎𝑡𝑎 𝑏𝑎ℎ𝑤𝑎 𝑅𝑎𝑠𝑢𝑙𝑢𝑙𝑙𝑎ℎ 𝑠ℎ𝑎𝑙𝑙𝑎𝑙𝑙𝑎ℎ𝑢 ‘𝑎𝑙𝑎𝑖ℎ𝑖 𝑤𝑎 𝑠𝑎𝑙𝑙𝑎𝑚 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑎𝑏𝑑𝑎 𝑃𝑢𝑎𝑠𝑎 𝐴𝑠𝑦𝑢𝑟𝑜 (10 𝑀𝑢ℎ𝑎𝑟𝑟𝑎𝑚) 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑔ℎ𝑎𝑝𝑢𝑠𝑘𝑎𝑛 𝑑𝑜𝑠𝑎 𝑠𝑒𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑎𝑙𝑢.” (𝐻𝑅. 𝑀𝑢𝑠𝑙𝑖𝑚)
  4. Puasa di bulan Sya’ban, banyak berpuasa tanpa terikat tanggal
    𝑑𝑎𝑟𝑖 𝐴𝑖𝑠𝑦𝑎ℎ 𝑅𝐴 𝑏𝑒𝑟𝑘𝑎𝑡𝑎, “𝐴𝑘𝑢 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑝𝑒𝑟𝑛𝑎ℎ 𝑚𝑒𝑙𝑖ℎ𝑎𝑡 𝑅𝑎𝑠𝑢𝑙𝑢𝑙𝑙𝑎ℎ 𝑆𝐴𝑊 𝑚𝑒𝑙𝑎𝑘𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑝𝑢𝑎𝑠𝑎 𝑠𝑎𝑡𝑢 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑛𝑢ℎ 𝑘𝑒𝑐𝑢𝑎𝑙𝑖 𝑝𝑢𝑎𝑠𝑎 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛 𝑅𝑎𝑚𝑎𝑑ℎ𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑎𝑘𝑢 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑝𝑒𝑟𝑛𝑎ℎ 𝑚𝑒𝑙𝑖ℎ𝑎𝑡 𝑏𝑒𝑙𝑖𝑎𝑢 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑏𝑒𝑟𝑝𝑢𝑎𝑠𝑎 𝑠𝑢𝑛𝑎ℎ 𝑚𝑒𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ𝑖 (𝑝𝑢𝑎𝑠𝑎 𝑠𝑢𝑛𝑎ℎ) 𝑑𝑖 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛 𝑆𝑦𝑎’𝑏𝑎𝑛.” (𝐻𝑅. 𝐵𝑢𝑘ℎ𝑎𝑟𝑖 𝑀𝑢𝑠𝑙𝑖𝑚)
  5. Puasa Senin dan Kamis
    𝐷𝑎𝑟𝑖 ‘𝐴𝑖𝑠𝑦𝑎ℎ 𝑟𝑎𝑑ℎ𝑖𝑦𝑎𝑙𝑙𝑎ℎ𝑢 ‘𝑎𝑛ℎ𝑎, 𝑏𝑒𝑙𝑖𝑎𝑢 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑎𝑡𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑅𝑎𝑠𝑢𝑙𝑢𝑙𝑙𝑎ℎ 𝑠ℎ𝑎𝑙𝑙𝑎𝑙𝑙𝑎ℎ𝑢 ‘𝑎𝑙𝑎𝑖ℎ𝑖 𝑤𝑎 𝑠𝑎𝑙𝑙𝑎𝑚 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑎𝑟𝑢ℎ 𝑝𝑖𝑙𝑖ℎ𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑝𝑢𝑎𝑠𝑎 𝑝𝑎𝑑𝑎 ℎ𝑎𝑟𝑖 𝑆𝑒𝑛𝑖𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝐾𝑎𝑚𝑖𝑠.” (𝐻𝑅.𝐼𝑏𝑛𝑢 𝑀𝑎𝑗𝑎ℎ)
  6. Puasa 13,14,15 disetiap bulan hijriyah
    𝐷𝑎𝑟𝑖 𝐴𝑏𝑢 𝐷𝑧𝑎𝑟, 𝑅𝑎𝑠𝑢𝑙𝑢𝑙𝑙𝑎ℎ 𝑠ℎ𝑎𝑙𝑙𝑎𝑙𝑙𝑎ℎ𝑢 ‘𝑎𝑙𝑎𝑖ℎ𝑖 𝑤𝑎 𝑠𝑎𝑙𝑙𝑎𝑚 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑎𝑏𝑑𝑎 𝑝𝑎𝑑𝑎𝑛𝑦𝑎, 𝐽𝑖𝑘𝑎 𝑒𝑛𝑔𝑘𝑎𝑢 𝑖𝑛𝑔𝑖𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑝𝑢𝑎𝑠𝑎 𝑡𝑖𝑔𝑎 ℎ𝑎𝑟𝑖 𝑠𝑒𝑡𝑖𝑎𝑝 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛𝑛𝑦𝑎, 𝑚𝑎𝑘𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑝𝑢𝑎𝑠𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑡𝑎𝑛𝑔𝑔𝑎𝑙 13, 14, 𝑑𝑎𝑛 15 (𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛 𝐻𝑖𝑗𝑟𝑖𝑦𝑎ℎ) (𝐻𝑅.𝑇𝑖𝑟𝑚𝑖𝑑𝑧𝑖)

Sebelum wajibnya puasa ramadhan, maka puasa 3 hari disetiap bulan dirutinkan dan puasa asyuro, dan setelah turun perintah puasa maka puasa tadi menjadi sunnah, sedangkan Puasa dibulan rajab ada perbedaan pendapat, ada yang yang melarang dan ada yang membolehkan.

𝐏𝐔𝐀𝐒𝐀 𝐒𝐄𝐏𝐀𝐍𝐉𝐀𝐍𝐆 𝐌𝐀𝐒𝐀

Puasa sepanjang waktu dimana hari raya juga puasa, maka hukumnya haram, kecuali puasa sepanjang masa dimana hari-hari haram tidak berpuasa dilakukan maka jumhur ulama berpendapat makruh. Kalau mau puasa yang lama, maka puasa daud. Kalau ditanya lebih utama yang mana dengan puasa senin dan kamis, maka jawabannya sama-sama punya keutamaan jadi tidak bisa dibandingkan, karena Rasulullah selalu memilih yang utama.

𝐋𝐀𝐈𝐋𝐀𝐓𝐔𝐋 𝐐𝐀𝐃𝐀𝐑

Malam lailatul Qadar itu lebih baik dari 1000 bulan atau sekitar 83 tahun, dalilnya sesuai dalam Al-Quran yang berbunyi :

“𝑆𝑒𝑠𝑢𝑛𝑔𝑔𝑢ℎ𝑛𝑦𝑎 𝐾𝑎𝑚𝑖 𝑚𝑒𝑛𝑢𝑟𝑢𝑛𝑘𝑎𝑛 𝐴𝑙-𝑄𝑢𝑟’𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑚𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐿𝑎𝑖𝑙𝑎𝑡𝑢𝑙 𝑄𝑎𝑑𝑎𝑟, 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑘𝑎ℎ 𝑒𝑛𝑔𝑘𝑎𝑢 𝑎𝑝𝑎𝑘𝑎ℎ 𝑚𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐿𝑎𝑖𝑙𝑎𝑡𝑢𝑙 𝑄𝑎𝑑𝑎𝑟 𝑖𝑡𝑢 ? 𝑀𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐿𝑎𝑖𝑙𝑎𝑡𝑢𝑙 𝑄𝑎𝑑𝑎𝑟 𝑖𝑡𝑢 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑏𝑎𝑖𝑘 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑠𝑒𝑟𝑖𝑏𝑢 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛, 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑚𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑖𝑡𝑢 𝑡𝑢𝑟𝑢𝑛𝑙𝑎ℎ 𝑚𝑒𝑙𝑎𝑖𝑘𝑎𝑡-𝑚𝑎𝑙𝑎𝑖𝑘𝑎𝑡 𝑑𝑎𝑛 𝐽𝑖𝑏𝑟𝑖𝑙 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑖𝑧𝑖𝑛 𝐴𝑙𝑙𝑎ℎ 𝑇𝑢ℎ𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑟𝑒𝑘𝑎 (𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑚𝑒𝑚𝑏𝑎𝑤𝑎) 𝑠𝑒𝑔𝑎𝑙𝑎 𝑢𝑠𝑟𝑢𝑠𝑎𝑛, 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑚𝑎𝑡𝑙𝑎ℎ 𝑚𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑖𝑡𝑢 ℎ𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎 𝑡𝑒𝑟𝑏𝑖𝑡 𝑓𝑎𝑗𝑎𝑟” [𝐴𝑙-𝑄𝑎𝑑𝑎𝑟/97 : 1-5]

Rasul mengajarkan banyak bertaubat dan dzikir dimalam itu Agar kita mendapatkan pengampunan dari ALLAH, sebagaiman hadist berikut:

𝑇𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑑𝑖𝑟𝑖𝑤𝑎𝑦𝑎𝑡𝑘𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑆𝑎𝑦𝑦𝑖𝑑𝑎ℎ 𝐴𝑖𝑠𝑦𝑎ℎ 𝑅𝑎𝑑ℎ𝑖𝑦𝑎𝑙𝑙𝑎ℎ𝑢 ‘𝑎𝑛ℎ𝑎, (𝑑𝑖𝑎) 𝑏𝑒𝑟𝑘𝑎𝑡𝑎 : “𝐴𝑘𝑢 𝑏𝑒𝑟𝑡𝑎𝑛𝑦𝑎, “𝑌𝑎 𝑅𝑎𝑠𝑢𝑙𝑢𝑙𝑙𝑎ℎ, 𝐴𝑝𝑎 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑚𝑢 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑎𝑘𝑢 𝑡𝑎ℎ𝑢 𝑘𝑎𝑝𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐿𝑎𝑖𝑙𝑎𝑡𝑢𝑙 𝑄𝑎𝑑𝑎𝑟 (𝑡𝑒𝑟𝑗𝑎𝑑𝑖), 𝑎𝑝𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 ℎ𝑎𝑟𝑢𝑠 𝑎𝑘𝑢 𝑢𝑐𝑎𝑝𝑘𝑎𝑛 ?” 𝐵𝑒𝑙𝑖𝑎𝑢 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑤𝑎𝑏, “𝑈𝑐𝑎𝑝𝑘𝑎𝑛𝑙𝑎ℎ : “𝑌𝑎 𝐴𝑙𝑙𝑎ℎ 𝐸𝑛𝑔𝑘𝑎𝑢 𝑀𝑎ℎ𝑎 𝑃𝑒𝑛𝑔𝑎𝑚𝑝𝑢𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑐𝑖𝑛𝑡𝑎𝑖 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑚𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑎𝑚𝑝𝑢𝑛𝑎𝑛, 𝑚𝑎𝑘𝑎 𝑎𝑚𝑝𝑢𝑛𝑖𝑙𝑎ℎ 𝑎𝑘𝑢.

𝐏𝐄𝐑𝐓𝐀𝐍𝐘𝐀𝐀𝐍

Pak Ustad jika puasa sunah di hari senin dan kamis apakah niatnya selain puasa sunnah juga membyar kodoh yg dulu2 barang kali punya puasa kodo puasa dibulan ramadhan?
Tidak bisa digabung, karena puasa qodho adalah puasa wajib. Adapun dikerjakan diwaktu senin kamis, semoga pahalanya ditambahkan oleh ALLAH

Assalamualaikum Pak Ustad tadi tadabur surat menjelaskan tent hukum. Bagaimana hukum di Indonesia apk sejalan dg hukum islam?
Kalau larangan dalam islam mayoritas sudah diakomodir, hanya saja sanksinya yang belum diakomodir. Jadi perlu perjuangan dalam hukum islam secara konstitusi

Assalamualaikum pak ustadz. Klo puasa Ayyamul Bidh apakah hrs 3 hari berturut2 dan apakah bs di tgl selain tgl 13, 14, 15 ?
Tidak bisa selain tanggal itu, karena Rasulullah sudah menentukan. kalau misalkan hanya tanggal 13 atau 14 maka boleh, diluar tanggal itu maka tidak termasuk puasa yg dimaksud

Assalamualaikum pak ustadz, Ada bbrp ustadz menganjurkan mengerjakan puasa puasa dzulhijah adalah tgl 9 dan 10 (2 hari). Mohon penjelasan.
Bukan 9 & 10, tapi 8 & 9. Tetapi tanggal 8 dzulhijjah masih ada perdebatan jadi tidak dimasukkan dalam hal ini

Ada saudara yg puasa di bln rajab dan sya’ban full, apakah itu benar sesuai syariat?
Rasulullah memberikan contoh puasa sya’ban tidak full, tapi kalau puasanya penuh dan merutinkan maka kemungkinan sudah bid’ah. Jadi sebaiknya mencontoh Nabi saja tidak perlu full

Pak Ustad jika puasa senin kamis jatuh tanggalnya sama dengan yaumul bidh apakah niatnya nya bisa digabung ?
Bisa insya Allah digabung untuk puasa sunnah, kecuali puasa wajib dan sunnah tidak bisa digabung niatnya

Pernah dengar ada ustadz yg bilang bahwa puasa ayyamul bidh boleh dilaksanakan pada tgl 14,15,16… jika Qadarallah gak bisa mulai dr tgl 13 ?
Tidak bisa, karena dalam hadistnya Rasulullah menyebutkan tanggalnya 13, 14 dan 15

Pak ustad bolehkah kita puasa untuk suatu hajat?
Menggunakan mazhab syafii’yah cenderung dapat dibenarkan karena banyak di qiyaskan, sedangkan kalau menggunakan pandangan mazhab Imam bin hanbal, tidak dibolehkan. Yang benar adalah dengan sholat hajat bukan dengan puasa hajat.

Kalau puasa qadha dikerjakan hari jumat/sabtu/ahad aja. satu hari aja. mampunya memang hari libur. hari lain tidak bisa sebab pekerjaan?
Boleh, kalau pilih hari jum’at maka harus ada sebelum atau setelahnya

Apa saja tips dan trick agar puasa kita itu lebih baik dari puasa tahun sebelumnya?
Kita harus mengetahui pengetahuan tentang kualitas puasa, kita mengetahui standar idealnya dimana puasa jadi tidak hanya menahan makan dan minum, tetapi lebih detail dalam pelaksanaan puasanya, buat jadwal dan makna dalam setiap perbuatan amal sholeh dibulan ramadhan, sehingga akan terasa kualitas puasanya, perlu menjaga keistiqomahan agar semangat beramal sholehnya bisa stabil, membuat variasi amal agar tidak cepat bosan misal tilawah qur’an tadinya sendiri, kemudian dilakukan bersama-sama, puncaknya adalah ketika I’tikaf diakhir ramadhan akan memberikan rasa kenyamanan tersendiri yang dirasakan oleh pelakunya.

wallahu Alam bishowab
Ditulis oleh Tim Formula Hati (MS)

Comments to: KFQ37. Fiqih Puasa (5) – Sunnah Puasa

Your email address will not be published. Required fields are marked *