1. Arsip Kajian Tafsir QS Al-Furqan (R43P)

R43P09. Kajian Tafsir QS Al-Furqan ayat 21-23

Kajian Ramadhan 1443H/2022 MFH – Kamis pagi, 12 Ramadhan 1443 H / 14 April 2022

‎بسم الله الرحمن الرحيم
‎أَشْهَدُ اَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه
‎وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

KAJIAN TAFSIR AL-QUR’AN SURAT AL-FURQAN 21-23

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَقَا لَ  الَّذِيْنَ  لَا  يَرْجُوْنَ  لِقَآءَنَا  لَوْلَاۤ  اُنْزِلَ  عَلَيْنَا  الْمَلٰٓئِكَةُ  اَوْ  نَرٰ ى  رَبَّنَا   ۗ لَـقَدِ  اسْتَكْبَرُوْا  فِيْۤ  اَنْفُسِهِمْ  وَعَتَوْ  عُتُوًّا  كَبِيْرًا

“Dan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami (di akhirat) berkata, Mengapa bukan para malaikat yang diturunkan kepada kita atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita? Sungguh, mereka telah menyombongkan diri mereka dan benar-benar telah melampaui batas (dalam melakukan kezaliman).”
(QS. Al-Furqan 25: Ayat 21)

Penjelasan Ayat:

  • Orang-orang yang tidak berharap bertemu Allah adalah orang kafir karena tidak beriman kepada Allah, sedangkan Orang-orang mukmin yang percaya kepada Allah maka mereka berharap bertemu / melihat Allah SWT.
  • Orang-orang yang mengingkari akan adanya kiamat dan tidak memperkirakan balasan perbuatan mereka itu mengatakan, “Mengapa tidak turun malaikat kepada kami untuk mendukungmu atau Tuhan menampakkan dirinya di depan kami untuk memberitahukan bahwa Dia telah mengutusmu?” Sesungguhnya diri mereka telah sombong. Mereka telah melampaui batas dalam kezaliman dan kesombongan mereka.

Ada 2 konsep orang Mukmin yaitu:

  • berharap bertemu Allah
  • sifat orang Mukmin mendapatkan limpahan Rahmat dari Allah SWT dan sekaligus juga takut bertemu Allah / berdiri dihadapan Allah SWT.

Orang-orang kafir berharap akan permintaan, malaikat turun kepada mereka yaitu:

  1. Mereka ingin malaikat turun menurunkan wahyu.
  2. Mereka ingin melihat Allah di dunia.

Disebut sombong adalah orang yang menolak kebenaran dan menghinakan orang lain.
Menghinakan orang lain yaitu menolak Risalah Allah SWT. Sebelum sombong ada disebut Ujub, dan Riya atau sumuah. Apabila ada Hadits dan Al Quran yang memerintahkan, jangan engkau menolak kebenaran. Tapi katakan kamu belum sanggup mengerjakan.

Hari dimana orang bisa melihat malaikat yaitu disaat “sakaratul maut” atau pada saat yaumil akhir. dan kondisi nya itu seseorang bisa melihat malaikat secara langsung.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يَوْمَ  يَرَوْنَ  الْمَلٰٓئِكَةَ  لَا  بُشْرٰ ى  يَوْمَئِذٍ  لِّـلْمُجْرِمِيْنَ  وَ  يَقُوْلُوْنَ  حِجْرًا  مَّحْجُوْرًا

“(Ingatlah) pada hari (ketika) mereka melihat para malaikat, pada hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa dan mereka berkata, Hijran Mahjura.”
(QS. Al-Furqan 25: Ayat 22)

Ingatlah pada hari ketika mereka melihat para malaikat, yang dahulu mereka mintakan kepada Rasulullah didatangkan, ternyata yang datang kepada mereka adalah malaikat penyiksa. Pada hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa sementara kaum mukmin mendapatkan kabar gembira itu dari para malaikat bahwa dosa-dosa mereka diampuni oleh Allah, dan mereka akan dimasukkan ke dalam surga. Dan mereka para malaikat itu berkata, kepada orang kafir “Hijran mahjura”. yang berarti: terlarang bagi kalian mendapatkan berita gembira itu.

Beda disaat seorang muslim, saat dicabut nyawanya maka turun malaikat. Dan berkata janganlah takut. Sebagai tanda-tanda meninggalnya orang-orang mukmin disaat meninggal yaitu dengan tersenyum.

Malaikat itu berkata kepada Rohnya orang Mukmin keluarlah kepada Roh yang wangi-wangi dan keluarlah kepada Robbmu yang tidak murka. Sedangkan kepada orang kafir, keluarlah jiwa yang buruk keluarlah dengan Azab yang pedih dan naungan dari hawa yang panas. (Hadits Shohih)

Ada 2 kondisi disaat orang dicabut nyawanya:

  1. Malaikat datang dengan baik
  2. Malaikat datang dengan murka.

Tanda-tanda orang yang diakhir hidupnya, apakah baik atau buruk:

  1. Malaikat bersikap seperti apa diakhir hidupnya?
  2. Malaikat datang pada yaumil akhir.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلِكُلِّ  اُمَّةٍ  اَجَلٌ   ۚ فَاِ ذَا  جَآءَ  اَجَلُهُمْ  لَا  يَسْتَئۡخِرُوْنَ  سَا عَةً  وَّلَا  يَسْتَقْدِمُوْنَ

“Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 34)

Karena siap atau tidak siap kita akan bertemu Allah. Untuk itu kita harus mempersiapkan diri saat bertemu dengan Allah, dengan memperbanyak amal sholeh atau kebaikan.

Orang-orang kafir menentang, ingin melihat malaikat, dan disaat orang kafir berjumpa dengan malaikat, yaitu disaat maut menjemput, datang dengan memukul.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَقَدِمْنَاۤ  اِلٰى  مَا  عَمِلُوْا  مِنْ  عَمَلٍ  فَجَعَلْنٰهُ  هَبَآءً  مَّنْثُوْرًا

“Dan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami akan jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.”
(QS. Al-Furqan 25: Ayat 23)

Penjelasan Ayat:
dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan,” maksudnya, amal perbuatan mereka yang mereka harapkan menjadi kebaikan dan mereka telah bersusah payah mengerjakannya, “lalu kami jadikan amal itu bagaikan debu yang berterbangan,” maksudnya, batal lagi sirna. Mereka telah merugi dan tidak mendapatkan pahalanya (bahkan) mereka disiksa karenanya. Hal yang demikian itu karena amal tersebut tidak ada nilai imannya dan karena bersumber dari seorang yang mendustakan Allah dan para RasulNya. Sebab, amal kebaikan yang diterima Allah adalah yang bersumber dari Mukmin membenarkan para rasul dan mengikuti mereka.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الكَافِرَ إِذَا عَمِلَ حَسَنَةً ، أُطعِمَ بِهَا طُعمَةً مِنَ الدُّنيَا ، وَأَمَّا المُؤمِنُ ، فَإِنَّ اللَّه تعـالى يَدَّخِرُ لَهُ حَسَنَاتِهِ في الآخِرَةِ ، وَيُعْقِبُهُ رِزْقاً في الدُّنْيَا عَلى طَاعَتِهِ

“Sesungguhnya orang kafir, apabila mengerjakan amal yang baik, maka akan diberi makanan karenanya di dunia. Adapun orang mukmin, maka Allah Ta’ala akan menyimpan kebaikannya di akhirat dan akan mengaruniakan rezeki di dunia karena ketaatannya.” (HR. Muslim)

Orang kafir tidak diterima amalnya yaitu:

  1. Tidak ikhlas terhadap amalannya
  2. Tidak mengikuti sunnah nabi Rasulullah.

Orang kafir semua kebaikannya dibalas didunia sedangkan Orang Mukmin kebaikannya dibalas di Akhirat.

Hikmah / Pelajaran dari ayat:

  1. Semua bentuk dalih yang diajukan oleh kafir dalam menolak Risalah Allah SWT. sehingga tidak dapat melihat Allah.
  2. Proses penolakan dengan semua dalil ini, sehingga mereka tidak beriman. orang kafir menolak Rasulullah tetapi sebenarnya mengakui akan kebenaran Risalahnya
  3. Peringatan hari sakaratul maut. Dimana ada dua kondisi malaikat yaitu: ada yang berkata baik dan berkata tidak baik (murka)
  4. Amal yang tidak memenuhi syarat ikhlas dan mutabaah sehingga tidak diterima. semoga kita diterima amal kebaikan yaitu ikhlas dan mutabaah.
    Kita harus terbuka dengan kebenaran, sehingga kita bisa tumbuh untuk bisa menjadi lebih baik.

Untuk itu orang mukmin harus selalu memohon ampun, dan berharap amalan-amalan kita diterima oleh Allah SWT.

  • Ada orang yang berkata baik itu yang diterima oleh Allah SWT yang menjadi amal sholeh dan
  • Ada orang yang berkata buruk yang menjadi dosa.

Tanda sifat / Jiwa Mutmainnah:

  1. Bahagia dengan kebaikan
  2. Nyaman dengan kebaikan dan tidak nyaman denga keburukan.
  3. Ada dorongan yang kuat untuk Taat, dan selalu takut untuk berbuat dosa atau maksiat.

wallahu Alam bishowab
Ditulis oleh Tim Formula Hati (UZ)

Comments to: R43P09. Kajian Tafsir QS Al-Furqan ayat 21-23

Your email address will not be published. Required fields are marked *