1. Arsip Kajian Tafsir QS Al-Furqan (R43P)

R43P01. Kajian Tafsir QS Al-Furqan ayat 1

Kajian Ramadhan 1443H/2022 MFH – Senin pagi, 2 Ramadhan 1443 H / 4 April 2022

‎بسم الله الرحمن الرحيم
‎أَشْهَدُ اَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه
‎وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

𝐒𝐔𝐑𝐀𝐓 𝐀𝐋-𝐅𝐔𝐑𝐐𝐀𝐍, 𝐊𝐈𝐓𝐀𝐁 𝐈𝐁𝐍𝐔 𝐊𝐀𝐓𝐒𝐈𝐑

𝚂𝚞𝚛𝚊𝚑 𝙰𝚕-𝙵𝚞𝚛𝚚𝚊𝚗 𝚊𝚍𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚜𝚞𝚛𝚊𝚑 𝚔𝚎-𝟸𝟻 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚊𝚕-𝚀𝚞𝚛’𝚊𝚗. 𝚂𝚞𝚛𝚊𝚑 𝚒𝚗𝚒 𝚝𝚎𝚛𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚊𝚝𝚊𝚜 𝟽𝟽 𝚊𝚢𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚖𝚊𝚜𝚞𝚔 𝚐𝚘𝚕𝚘𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚜𝚞𝚛𝚊𝚑-𝚜𝚞𝚛𝚊𝚑 𝙼𝚊𝚔𝚔𝚒𝚢𝚊𝚑. 𝙳𝚒𝚗𝚊𝚖𝚊𝚒 𝙰𝚕-𝙵𝚞𝚛𝚚𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚊𝚛𝚝𝚒𝚗𝚢𝚊 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚎𝚍𝚊, 𝚍𝚒𝚊𝚖𝚋𝚒𝚕 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚔𝚊𝚝𝚊 𝚊𝚕-𝙵𝚞𝚛𝚚𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚛𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚊𝚢𝚊𝚝 𝚙𝚎𝚛𝚝𝚊𝚖𝚊 𝚜𝚞𝚛𝚊𝚑 𝚒𝚗𝚒. 𝚈𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚖𝚊𝚔𝚜𝚞𝚍 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝙰𝚕-𝙵𝚞𝚛𝚚𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚊𝚢𝚊𝚝 𝚒𝚗𝚒 𝚒𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚔𝚊𝚛𝚎𝚗𝚊 𝚍𝚒𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚍𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚚 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚊𝚝𝚒𝚕.

𝘚𝘦𝘣𝘢𝘣 𝘵𝘶𝘳𝘶𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘶𝘳𝘢𝘩 𝘈𝘭-𝘍𝘶𝘳𝘲𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘲 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘵𝘩𝘪𝘭 𝘣𝘦𝘳𝘤𝘢𝘮𝘱𝘶𝘳 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢𝘱 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘬𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘦𝘳𝘴𝘦𝘬𝘶𝘵𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘈𝘓𝘓𝘈𝘏 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘮𝘣𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘢𝘭𝘢, 𝘣𝘦𝘳𝘻𝘪𝘯𝘢, 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘯𝘶𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘦𝘭𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘢𝘪𝘵 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘶𝘳𝘶𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘈𝘭-𝘘𝘶𝘳𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘳-𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘳.

(QS. AL-FURQAN AYAT 1)

تَبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلۡفُرۡقَانَ عَلَىٰ عَبۡدِهِۦ لِيَكُونَ لِلۡعَٰلَمِينَ نَذِيرًا
𝘔𝘢𝘩𝘢 𝘴𝘶𝘤𝘪 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘳𝘶𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘈𝘭 𝘍𝘶𝘳𝘲𝘢𝘢𝘯 (𝘈𝘭 𝘘𝘶𝘳𝘢𝘯) 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘩𝘢𝘮𝘣𝘢-𝘕𝘺𝘢, 𝘢𝘨𝘢𝘳 𝘥𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘪𝘯𝘨𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘦𝘭𝘶𝘳𝘶𝘩 𝘢𝘭𝘢𝘮,

𝗧𝗔𝗙𝗦𝗜𝗥 𝗦𝗨𝗥𝗔𝗧 𝗔𝗟-𝗙𝗨𝗥𝗤𝗔𝗡

Mahasuci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. Allah subhanahu wa ta’ala. berfirman, memuji diri-Nya sendiri Yang Mahamulia atas apa yang telah diturunkan-Nya kepada Rasul-Nya, yaitu Al-Qur’an yang mulia, seperti pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya: Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Al-Kitab (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya, sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah, dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman yang mengerjakan amal saleh.

Lafaz tabaraka adalah wazan tafa’ala dari lafaz al-barakah, yakni keberkahan yang tetap, kokoh, lagi kekal. yang telah menurunkan Al-Furqan (Al-Qufan).

Nazzala adalah kata kerja yang menunjukkan pengertian menurunkan secara berulang-ulang dan banyak. Sama dengan pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya: dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Kalau Al-Qur’an disebutkan dengan nazzala yang menunjukkan makna turun secara berulang-ulang dengan ulangan yang banyak, Sedangkan kitab-kitab terdahulu disebutkan dengan anzala, karena kitab-kitab terdahulu diturunkan sekaligus, sedangkan Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur, terpisah-pisah, dan terinci ayat demi ayat, hukum demi hukum dan surat demi surat.

𝘏𝘢𝘭 𝘪𝘯𝘪 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘦𝘴𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵 𝘱𝘦𝘳𝘩𝘢𝘵𝘪𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘈𝘭-𝘘𝘶𝘳’𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘵𝘶𝘳𝘶𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢. 𝘚𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘴𝘦𝘣𝘶𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘧𝘪𝘳𝘮𝘢𝘯 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘶𝘣𝘩𝘢𝘯𝘢𝘩𝘶 𝘸𝘢 𝘵𝘢’𝘢𝘭𝘢. 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘱𝘦𝘳𝘵𝘦𝘯𝘨𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘳𝘢𝘵 𝘪𝘯𝘪, 𝘺𝘢𝘪𝘵𝘶: 𝘉𝘦𝘳𝘬𝘢𝘵𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨-𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘧𝘪𝘳, 𝘔𝘦𝘯𝘨𝘢𝘱𝘢 𝘈𝘭-𝘘𝘶𝘳’𝘢𝘯 𝘪𝘵𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘥𝘪𝘵𝘶𝘳𝘶𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘵𝘶𝘳𝘶𝘯 𝘴𝘢𝘫𝘢? 𝘋𝘦𝘮𝘪𝘬𝘪𝘢𝘯𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘶𝘱𝘢𝘺𝘢 𝘒𝘢𝘮𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘬𝘶𝘢𝘵 𝘩𝘢𝘵𝘪𝘮𝘶 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘒𝘢𝘮𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘤𝘢𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘦𝘭𝘰𝘮𝘱𝘰𝘬 𝘥𝘦𝘮𝘪 𝘬𝘦𝘭𝘰𝘮𝘱𝘰𝘬. 𝘛𝘪𝘥𝘢𝘬𝘭𝘢𝘩 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨-𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘧𝘪𝘳 𝘪𝘵𝘶 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢𝘮𝘶 (𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘸𝘢) 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘨𝘢𝘯𝘫𝘪𝘭, 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘪𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘒𝘢𝘮𝘪 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢𝘮𝘶 𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘥𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘱𝘦𝘯𝘫𝘦𝘭𝘢𝘴𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢.

Karena itulah Allah menamakan Al-Qur’an dalam ayat ini dengan Al-Furqan, sebab Al-Qur’an membedakan antara perkara yang hak dan yang batil, membedakan antara jalan petunjuk dan jalan kesesatan, dan membedakan antara jalan yang menyimpang dan jalan yang lurus, serta membedakan antara yang halal dan yang haram. Saat surah ini belum turun, maka kebathilan dan kebaikan masih bercampur seperti menyembah patung benar, berzina benar, sehingga diturunkan surah ini untuk membedakan yang baik dan buruk.

kepada hamba-Nya Kata sifat ini mengandung makna pujian dan sanjungan karena di-mudafi-kan kepada predikat kehambaan yang berarti hamba Allah yaitu Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam shallallahu alaihi wasallam, sebagaimana hal ini disebutkan pula dalam salah satu keadaannya yang paling mulia, yaitu saat ia di-Isra-kan, melalui firman-Nya: Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam. (Al-Isra: 1)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala.: agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. Yakni sesungguhnya dia (Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam shallallahu alaihi wasallam .) dikhususkan oleh Allah untuk menerima Kitab yang mulia, Yang tidak datang kepadanya kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Mahabijaksana lagi Maha Terpuji.

Al-Qur’an sebagai kitab yang dijadikan sebagi mengemban risalah ditujukan kepada orang-orang dan seluruh alam, sebagaimana yang disebutkan oleh salah satu dari sabdanya yang mengatakan: 𝘈𝘬𝘶 𝘥𝘪𝘶𝘵𝘶𝘴 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘴𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘶𝘭𝘪𝘵 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘶𝘭𝘪𝘵 𝘩𝘪𝘵𝘢𝘮. 𝘋𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘣𝘥𝘢 𝘭𝘢𝘪𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯: 𝘚𝘦𝘴𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘥𝘪𝘢𝘯𝘶𝘨𝘦𝘳𝘢𝘩𝘪 𝘭𝘪𝘮𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘬𝘢𝘳𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘥𝘪𝘣𝘦𝘳𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘶𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘯𝘢𝘣𝘪 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮𝘬𝘶. 𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘭𝘢𝘪𝘯 𝘥𝘪𝘴𝘦𝘣𝘶𝘵𝘬𝘢𝘯: 𝘋𝘢𝘩𝘶𝘭𝘶 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘯𝘢𝘣𝘪 𝘥𝘪𝘶𝘵𝘶𝘴 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘢𝘶𝘮𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘫𝘢, 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘥𝘪𝘶𝘵𝘶𝘴 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘦𝘭𝘶𝘳𝘶𝘩 𝘶𝘮𝘢𝘵 𝘮𝘢𝘯𝘶𝘴𝘪𝘢.

𝐏𝐄𝐋𝐀𝐉𝐀𝐑𝐀𝐍
  • 𝑨𝒍𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒖𝒃𝒉𝒂𝒏𝒂𝒉𝒖 𝒘𝒂 𝒕𝒂’𝒂𝒍𝒂 𝒂𝒅𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒛𝒂𝒕 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒎𝒂𝒉𝒂 𝒂𝒈𝒖𝒏𝒈, 𝒎𝒂𝒉𝒂 𝒔𝒖𝒄𝒊 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒎𝒂𝒉𝒂 𝒃𝒆𝒔𝒂𝒓 𝒑𝒆𝒎𝒃𝒆𝒓𝒊𝒂𝒏𝒏𝒚𝒂
  • 𝑨𝒍𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒖𝒃𝒉𝒂𝒏𝒂𝒉𝒖 𝒘𝒂 𝒕𝒂’𝒂𝒍𝒂 𝒎𝒆𝒏𝒖𝒓𝒖𝒏𝒌𝒂𝒏 𝒌𝒊𝒕𝒂𝒃 𝒊𝒏𝒊 𝒌𝒂𝒓𝒆𝒏𝒂 𝒂𝒍𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒖𝒃𝒉𝒂𝒏𝒂𝒉𝒖 𝒘𝒂 𝒕𝒂’𝒂𝒍𝒂 𝒎𝒆𝒏𝒚𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈𝒊 𝒉𝒂𝒎𝒃𝒂𝒏𝒚𝒂, 𝒃𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒃𝒖𝒕𝒖𝒉 𝒉𝒂𝒎𝒃𝒂𝒏𝒚𝒂
  • 𝑨𝒍𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒖𝒃𝒉𝒂𝒏𝒂𝒉𝒖 𝒘𝒂 𝒕𝒂’𝒂𝒍𝒂 𝒎𝒆𝒏𝒖𝒓𝒖𝒏𝒌𝒂𝒏 𝑨𝒍-𝒒𝒖𝒓’𝒂𝒏 𝒊𝒏𝒊 𝒃𝒆𝒓𝒂𝒏𝒈𝒔𝒖𝒓-𝒂𝒏𝒈𝒔𝒖𝒓.
  • 𝑨𝒍𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒖𝒃𝒉𝒂𝒏𝒂𝒉𝒖 𝒘𝒂 𝒕𝒂’𝒂𝒍𝒂 𝒎𝒆𝒏𝒚𝒆𝒃𝒖𝒕 𝒓𝒂𝒔𝒖𝒍𝒖𝒍𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒆𝒃𝒂𝒈𝒂𝒊 𝒉𝒂𝒎𝒃𝒂𝒏𝒚𝒂, 𝒊𝒏𝒊 𝒂𝒅𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒑𝒆𝒎𝒖𝒍𝒊𝒂𝒂𝒏 𝒌𝒆𝒑𝒂𝒅𝒂 𝒓𝒂𝒔𝒖𝒍𝒖𝒍𝒍𝒂𝒉, 𝒌𝒂𝒓𝒆𝒏𝒂 𝒊𝒂 𝒂𝒅𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒎𝒂𝒉𝒍𝒖𝒌 𝒕𝒆𝒓𝒎𝒖𝒍𝒊𝒂
  • 𝑹𝒂𝒔𝒖𝒍𝒖𝒍𝒍𝒂𝒉 𝒅𝒊𝒖𝒕𝒖𝒔 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝒂𝒍𝒂𝒎 𝒔𝒆𝒎𝒆𝒔𝒕𝒂, 𝒔𝒆𝒉𝒊𝒏𝒈𝒈𝒂 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒂𝒅𝒂 𝒍𝒂𝒈𝒊 𝑵𝒂𝒃𝒊 𝒔𝒆𝒕𝒆𝒍𝒂𝒉𝒏𝒚𝒂 𝒅𝒂𝒏 𝑨𝒍-𝑸𝒖𝒓’𝒂𝒏 𝒅𝒊𝒑𝒂𝒌𝒂𝒊 𝒔𝒆𝒑𝒂𝒏𝒋𝒂𝒏𝒈 𝒎𝒂𝒔𝒂
𝐏𝐄𝐑𝐓𝐀𝐍𝐘𝐀𝐀𝐍
  1. Perempuan beribadah keluar rumah untuk sholat, sebaik-baiknya sholat Wanita itu didalam rumahnya, mohon pencerahannya?
    Bagi Wanita yang tidak ada urusannya dirumah sebaiknya sholat dimasjid yang tidak ada fitnah sehingga dapat dijadikan syiar kecuali Wanita ada urusan dirumah yang harus diurus
  2. Apakah sholat tarawih itu termasuk sholat qiyamul lail ?
    Sholat setelah ba’da isya maka disebut dengan qiyamul lail, qiyamul lail ini macam-macam Namanya ada yang sholat tarawih (karena banyak istrahatnya), sholat tahajud, sholat hajat dll
  3. Apakah hidayah itu didapatkan manusia secara pasif atau memang dipilih Allah karena syarat ketentuan berlaku?
    Allah yang menetapkan takdirnya dan Allah menetapkan manusia untuk mengambil sebab untuk mendapatkan hidayah, hidayah itu adalah kualitatif yang tidak tampak. Paling gampang Kembali kecabang iman yang 77. Kalau ibadah sudah baik, tapi belum kerja dengan baik berarti disisi kerja belum dapat hidayah. Jadi kalua ada kebaikan maka itu merupakan hidayah yang sudah diberikan
  4. Banyak kita dengar dua sisi kisah kehidupan Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam shallallahu alaihi wasallam saw begitu sangat miskin, makan seada dapatnya, tidur di pelepah kurma. ketika tak ada yang di makan beliau akhirnya puasa, rumah beliau sangat kecil dan seadanya. kemudian di sisi lain dikisahkan beliau kaya saat menikahi Siti Khodijah dgn mahar hadiah 100 onta. mhn pencerahan dgn 2 sisi kisah Rosul ini ?Rasulullah itu 3 kondisi dalam konsep harta, sebelum bersama Khadijah sudah kaya, sampai umur 50 thn, itulah yang akhirnya Nabi miskin dengan meninggalnya istrinya dan hartanya dipakai untuk berdakwah, kemudian Nabi pas setelah di Madinah hidup berkecukupan. Karena setiap harta yang didapatkan selalu dikeluarkan untuk sedekah. Pelajarannya agar kita bisa mencontoh kehidupan Nabi Ketika dalam kondisi miskin atau kaya.
  1. Kalau kita sedekah lebih baik disembunyikan atau ditampakkan itu lebih baik seperti apa ?
    Sedekah itu yang penting niatnya ikhlas, kadang memang harus ditampakkan seperti zakat yang harus dinyatakan, tapi ada sedekah yang dirahasiakan yang tidak perlu klarifikasi penetapan hukum, kalau untuk contoh keteledanan dan dapat menjaga hatinya dalam bersedekah, seperti seorang pejabat yang memberikan wakaf untuk memberikan contoh kepada bawahannya
  2. Kalau sholat niatnya khusyu, pikiran kita kemana2, apakah karena hati kita belum bersih ?
    Khusyu memang terkait dengan kebersihan hati, termasuk maqam dalam tazkiyatun nafs. Zikirullah, dimulai dengan taubat
  3. Harus ada pembeda antara yang haq dan bathil, bagaimana dengan sosok yang harus kita teladani lalu tidak menampilkan itu ? apakah penampilan yang terlihat kasat mata misalnya pemimpin, menurut ustadz gimana agar rakyat bisa menilai jelas tidak terlihat ketimpangan dalam 2 wadah tsb ?
    Benar salah dalam normatif mudah dicerna, terutama dalam pokok ajaran agama, sebenarnya benar atau salah sangat muda dibedakan termasuk dalam urusan furu. Kalau ada perbedaan maka kita bisa memilih. Ketika sudah diturunkan dalam aplikasi maka akan perbedaan pandangan maka disini dibutuhkan ketakwaan. Jadi dalam konteks ini bukan terkait dengan furqan tetapi tentang sikap memutuskan ini benar atau salah sehingga tidak ada keraguan. Dalam konteks bermasyarakat, kita memang jangan sampai taqlid secara terus menerus tanpa ada logika dalam berfikir, apakah keputusan yang diambil seorang pemimpin ini sudah benar atau tidak. Jadi harus ditingkatkan ketakwaan agar Allah dapat memberikan hidayah kepada kita untuk membedakan mana yang baik dan yang buruk.

wallahu Alam bishowab
Ditulis oleh Tim Formula Hati (MS/AA)

Kajian gabungan ini diselenggarakan oleh:

  1. Majelis Formula Hati
  2. Masjid Al-Ikhlash Maharaja, Depok
  3. Masjid Ar-Raudhoh Grand Matoa, Depok
  4. Masjid Al-Aqsha Permata Bintaro, Tangsel
  5. Masjid Al-Aqsha De Latinos BSD, Tangsel
  6. Majelis Ta’lim Ukasyah, Lippo Karawaci

Comments to: R43P01. Kajian Tafsir QS Al-Furqan ayat 1

Your email address will not be published. Required fields are marked *