1. Arsip Kajian Tafsir QS Al-Furqan (R43P)

R43P10. Kajian Tafsir QS Al-Furqan ayat 25-27

Kajian Ramadhan 1443H/2022 MFH – Jum’at pagi, 13 Ramadhan 1443 H / 15 April 2022

‎بسم الله الرحمن الرحيم
‎أَشْهَدُ اَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه
‎وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

KAJIAN TAFSIR AL-QUR’AN SURAT AL-FURQAN 25-27

وَيَوْمَ تَشَقَّقُ السَّمَاءُ بِالْغَمَامِ وَنُزِّلَ الْمَلَائِكَةُ تَنْزِيلًا
Al Furqan ayat 25 [25:25]
Dan (ingatlah) hari (ketika) langit pecah belah mengeluarkan kabut putih dan diturunkanlah malaikat bergelombang-gelombang.

الْمُلْكُ يَوْمَئِذٍ الْحَقُّ لِلرَّحْمَٰنِ ۚ وَكَانَ يَوْمًا عَلَى الْكَافِرِينَ عَسِيرًا
Al Furqan ayat 26 [25:26]
Kerajaan yang hak pada hari itu adalah kepunyaan Tuhan Yang Maha Pemurah. Dan adalah (hari itu), satu hari penuh kesukaran bagi orang-orang kafir.

Ibnu Abbas di tafsir Ibnu Katsir menyebutkan tentang pecahnya langit:

  • Langit pertama pecah, semua malaikat di langit pertama turun dan dia lebih banyak daripada seluruh penduduk dunia.
  • Langit kedua pecah, semua malaikat di langit kedua turun dan dia lebih banyak daripada para malaikat di langit pertama
  • Demikian sampai langit ketujuh

Bagi orang-orang kafir hari akhir adalah hari yang sangat berat. Di alam barzakh mereka sudah ditampakkan tempatnya kelak di neraka. Sementara bagi orang mukmin maka Allah akan ringankan. Karunia iman dan islam merupakan karunia paling besar yang Allah berikan kepada orang-orang mukmin. Seseorang jangan mengandalkan amal sholeh karena belum tentu amal itu yang menjadikannya ke surga.

Sejak jaman Rasulullah siapapun yang diberi kekuasaan memimpin umatnya Nabi, jika baik kepada umat Nabi maka Allah akan urus dia dan jika dia jahat kepada umat Nabi maka Allah akan balas dia.

Pelajaran:

  1. Salah satu kondisi yang terjadi pada hari kiamat adalah pecahnya langit dan pecahnya ini sesaat.
  2. Bahwa di hari kiamat menegaskan kekuasaan yang benar dan nyata adalah milik Allah, oleh karena itu yang diberi kekuasaan oleh Allah harus menyadari bahwa kekuasaannya bukan kekuasaan yang nyata dan tidak boleh sombong.
  3. Hari kiamat merupakan hari yang berat bagi orang kafir dan merupakan hari yang ringan untuk orang mukmin.

Beragama adalah menjalankan proses yang tepat di alam semesta. Allah tidak membutuhkan ketaatan kita, karena kitalah yang membutuhkan ketaatan itu. Persepsi yang harus dimunculkan dalam beragama di abad 21 ini adalah beragama itu mudah. Rumusnya:

  1. Yang wajib-wajib dikerjakan
  2. Yang mudah bagimu dijalankan

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا
Al Furqan ayat 27 [25:27]
Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul”.

Pesannya:

  1. Sebelum semuanya terlambat mari kita kokohkan iman dan islam kita agar tidak seperti orang kafir yang kelak menyesal, ikuti jalan hidupnya Rasul
  2. Carilah orang dekat yang dapat mengantarkan menuju ridha Allah, tidak hanya yang membuatmu berbuat baik tapi tidak dapat ridha Allah

TANYA JAWAB

Bismillah ijin bertanya bagaimana menjelaskan bahwa Islam itu mudah? Pernah sedikit berdebat menjelaskan hal itu dengan contoh misalnya jika sholat bisa dengan duduk jika kondisi sakit. Ada pilihan dan alternatif. Tetapi tetap saja menganggapnya beragama itu beban. Bagaimana agar bisa menjelaskan supaya bisa diterima dengan mudah? Jazakallah khair
Berat dan ringan ada fakta dan persepsi. Shalat berdiri itu ringan karena faktanya berdiri itu ringan bagi mayoritas orang. Bila memang faktanya sesorang sudah kesulitan untuk berdiri maka agama akan memberi keringanan. Bila hal ini masih dianggap berat maka ini sudah masuk kepada persepsi.

Kalau ada harta piutang, apakah harus dizakati uangnya?
Ada 2 kondisi, jika kondisi tertagih/bisa dikembalikan maka perlu dizakati, jika kondisi tidak tertagih/tidak bisa dikembalikan maka tidak masuk ke zakat.

Yang paling dekat untuk diajak kepada kebaikan adalah keluarga. Dalam hal ini, ayah atau ibu yang membimbing keluarganya itu kadang terkesan memaksa, karena selalu mengingatkan. Apakah memang begitu, Ustadz?
Yang pertama memang kita tidak mendapat pendidikan yang baik tentang menjadi orangtua, sehingga kemampuannya tidak maksimal. Sehingga bila masih ada kesan pemaksaan maka perlu diperbaiki. Yang perlu ditingkatkan adalah kemampuan berkomunikasi dengan anak. Termasuk gaya orangtua, jangan mengintimidasi dan berkesan memaksa. Tapi yang paling penting adalah keteladanan dari orangtua.

Kenapa kaum muslimin tidak tertarik meneliti urusan langit malah diteliti oleh kaum non-muslim?
Penelitian berkembang pesat karena sosial politiknya mapan. Sehingga banyak negara-negara muslim belum masuk ke dunia ini, sebagian besar masih berkutat di urusan ekonomi. Selain itu tradisi keilmuan kaum muslimin secara umum masih rendah.

wallahu Alam bishowab
Ditulis oleh Tim Formula Hati (GZ)

Comments to: R43P10. Kajian Tafsir QS Al-Furqan ayat 25-27

Your email address will not be published. Required fields are marked *