Kuliah Al-Hikam – Selasa, 5 Jumadil Awal 1444 H / 29 November 2022
بسم الله الرحمن الرحيم
أَشْهَدُ اَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه
وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
# Al-Hikam, Hikmah ke-15
مِمَّا يَدُلُّكَ عَلَى وُجُوْدِ قَهْرِهِ – سُبْحَانَهُ – أَنْ حَجَبَكَ عَنْهُ بِمَا لَيْسَ بِمَوْجُوْدِ مَعَهُ
“Termasuk yang menunjukkan kepadamu atas ke-Maha Perkasaan Allah, bahwa Allah itu Maha Perkasa. IA menghalangimu dariNYA dengan apa yang tidak ada.”
Alam semesta ini gelap. Para ulama di bidang ini menganggap bahwa sesuatu selain Allah SWT tidak bisa disebut ada atau tidak ada. Karena sesuatu itu dapat hilang dan pergi, dan tidak secara hakiki ada. Yang berwujud hakiki hanya Allah SWT. Yang ada dan kekal hanya Allah SWT, sementara selain Allah SWT itu tidak ada, termasuk alam semesta karena wujudnya tidak hakiki dan tidak kekal.
Salah satu tanda Allah SWT itu Maha Perkasa yaitu IA menghalangimu dari apa yang tidak ada ini. Manusia tidak bisa melihat Allah SWT kecuali nanti di alam akhirat. Untuk melihat saja, hamba Allah SWT tidak mampu. Hal ini menunjukkan bahwa manusia lemah sekali.
Terdapat ribuan tanda Allah SWT itu Maha Perkasa diantaranya adalah:
- Sebagian yang engkau (manusia) kehendaki dapat terjadi, dan sebagian lagi yang tidak dikehendaki juga terjadi atas kuasa Allah SWT.
- Alam semesta ini beredar sesuai dengan kehendak Allah SWT, dan manusia tidak dapat menolak ketetapan Allah SWT.
- Hal-hal yang biasa dapat menjadi ancaman bagi manusia.
- Manusia terhalang dari Allah SWT dari hal yang tidak ada.
dll.
Pesan dari hikmah ini:
- Manusia perlu menyadari betul bahwa manusia adalah hamba Allah SWT yang tidak memiliki apa-apa. Bahkan dengan alam semesta yang seperti ini, yang dianggap tidak ada / tidak kekal), manusia tidak dapat menembusnya.
- Allah Maha Perkasa, Allah Maha Kuasa, yang akan menjalankan segala sesuatu atas kehendakNYA. Yang mana tidak ada suatu hal pun yang dapat menolaknya ketika Allah SWT sudah menghendakinya.
- Anggapan bahwa alam semesta ini ada dan kekal adalah salah, karena suatu ketika akan hilang. Seringkali manusia terkesima dengan apa yang ada di dunia namun seringkali lupa dengan penciptanya. Tidak seharusnya seorang manusia bergantung, berharap, bersandar dan takut pada ciptaan Allah SWT. Hanya kepada Allah SWT hamba takut, memohon, berharap dan bergantung.
- Hendaknya manusia sebagai hamba terus meningkatkan kualitas iman, kualitas hati, kualitas diri agar bisa lebih mengenali Allah SWT meskipun manusia masih berada di dunia ini. Dengan begitu, manusia dapat melihat dunia ini dengan ringan, dan dinamika di dunia ini dapat selalu menjadikan manusia mengingat Allah SWT.
Untuk dapat sampai disana, pada manusia hendaknya bersuci (mensucikan hati) dari ghaflah. Ghaflah itu terkesima pada ciptaan Allah, sehingga lupa pada penciptanya. Cara bersuci dari ghaflah ini adalah bertaubat kepada Allah SWT. Beberapa hal yang dapat dilakukan manusia adalah:
- Bening dan bersinarnya hati. Manusia perlu untuk terus membersihkan hati.
- Dapat pergi mengembara ke haribaan Allah SWT. Manusia selalu menghadirkan Allah SWT di dalam kehidupannya sehari-hari.
- Masuk di area, selalu berada di keharibaan Allah SWT dan tidak mau keluar dari situ.
- Berusaha untuk bisa melihat rahasia-rahasia di balik kejadian di alam semesta. Meyakini bahwa tidak ada kejadian sekecil apapun tanpa kehendak Allah SWT.
Sesi tanya jawab:
- Bagaimana dengan bahasa sederhana dapat mengajarkan kepada anak yang masih balita untuk tidak silau dengan apa yang ada di dunia ini dan sifatnya panjang dan ketika besar tetap tertanam ajaran tersebut?
• Dapat dengan bahasa sederhana tentang tujuan hidup, bahwa hidup ini untuk beribadah dan taat kepada Allah SWT.
• Ditanamkan betul tentang ketidak kekalan dunia dan kehidupan akhirat.
• Ditanamkan bahwa dunia ini terjadi atas kehendak Allah SWT, sehingga manusia perlu merendah, tunduk, memohon, dan terus mendekat kepada Allah SWT agar apa yang terjadi adalah yang terbaik. - Bagaimana cara praktis menanamkan di pikiran bahwa di balik yang dilihat oleh manusia adalah Allah SWT?
• Langkah pertama pahami bahwa apa yang terjadi di alam semesta ini adalah karena ada Allah SWT.
• Setelah dipahami, maka pemahaman tersebut harus dihadirkan dalam keseharian, misalnya melalui dzikir. Perbanyak dzikir di dalam hari-hari kita. Dengan memenuhi hati dengan dzikir, maka manusia akan senantiasa mengingat Allah SWT.
• Latihan praktis dengan cara selalu mengingat apa yang dilihat sehari-hari adalah atas izin Allah. Misalnya, ketika melihat sesuatu yang baik, maka mengeluarkan kalimat pujian untuk Allah SWT, dan bila terjadi sesuatu yang belum sesuai dengan keinginan, maka mengembalikan Kembali bahwa ini adalah atas izin Allah SWT.
Wallahu a’lam bishowab
Ditulis oleh Tim Formula Hati (DA/AA)
No Comments
Leave a comment Cancel