1. Arsip Kajian Cabang Iman (KCI)

KCI66. (43) Meninggalkan Sifat Dengki dan Curang

Kajian Cabang Iman – Jum’at, 1 Jumadil Awal 1444H / 25 November 2022

‎بسم الله الرحمن الرحيم
‎أَشْهَدُ اَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه
‎وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

# Sejenak Bersama Al-Qur’an QS Al Fath (48): 14-15

وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
[48:14] Dan hanya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia memberikan ampun kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan mengazab siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

سَيَقُولُ الْمُخَلَّفُونَ إِذَا انْطَلَقْتُمْ إِلَىٰ مَغَانِمَ لِتَأْخُذُوهَا ذَرُونَا نَتَّبِعْكُمْ ۖ يُرِيدُونَ أَنْ يُبَدِّلُوا كَلَامَ اللَّهِ ۚ قُلْ لَنْ تَتَّبِعُونَا كَذَٰلِكُمْ قَالَ اللَّهُ مِنْ قَبْلُ ۖ فَسَيَقُولُونَ بَلْ تَحْسُدُونَنَا ۚ بَلْ كَانُوا لَا يَفْقَهُونَ إِلَّا قَلِيلًا
[48:15] Orang-orang Badwi yang tertinggal itu akan berkata apabila kamu berangkat untuk mengambil barang rampasan: “Biarkanlah kami, niscaya kami mengikuti kamu”; mereka hendak merubah janji Allah. Katakanlah: “Kamu sekali-kali tidak (boleh) mengikuti kami; demikian Allah telah menetapkan sebelumnya”; mereka akan mengatakan: “Sebenarnya kamu dengki kepada kami”. Bahkan mereka tidak mengerti melainkan sedikit sekali.

# Pelajaran Ayat

  • Orang-orang yang tidak ikut perang, mereka mencoba untuk ikut mendapatkan rampasan perang
  • Orang munafik selalu punya alasan yang menjustifikasi kesalahannya
  • Ada ketegasan kepada orang seperti itu supaya tidak dilibatkan dalam pembagian rampasan perang
# Cabang Iman ke 43 – Meninggalkan Sifat Dengki dan Curang

Dalil

وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki”. (QS. Al Falaq: 5)

Dari Abu Hurairah ra ia berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Kalian jangan saling mendengki, jangan saling najasy, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi! Janganlah sebagian kalian membeli barang yang sedang ditawar orang lain dan hendaklah kalian menjadi hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim itu saudara muslim yang lain, maka tidak boleh mendzaliminya, menelantarkannya dan menghinakannya. Takwa itu di sini (beliau memberi isyarat ke dadanya tiga kali), Cukuplah keburukan bagi seorang jika ia menghina saudaranya yang Muslim. Setiap muslim, haram darahnya, hartanya dan kehormatannya atas muslim lainnya”. (HR Muslim, Imam Ahmad, Imam Ahmad, Ibnu Majah, Baihaqi).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Janganlah kamu sekalian saling putus memutuskan dan jangan pula belakang membalakangi dan jangan pula benci membenci jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. (HR Muslim)

Sebenarnya cabang Iman berbicara tentang keutuhan masyarakat muslim. Sehingga tidak boleh ada tindakan yang merusak keutuhan, misal curang, hasut, saling marah. Menjaga ukhuwah Islamiyah. Rasulullah menginginkan orang muslim supaya bersaudara.

Hasud dilarang keras karena dapat merusak ukhuwah Islamiyah. Hasud muncul ketika orang berlomba-lomba dalam masalah duniawi. Yang kalah menjadi hasud yang menang menjadi sombong.

“Dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw. bersabda: “Jauhilah hasad (dengki), karena hasad dapat memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar.” (HR Abu Dawud).

Yang dapat merusak ukhuwah Islamiyah:

  • Berlaku curang
  • Hasud: jangan memancing orang hasud, karena bisa jadi berdampak buruk kepadamu contoh riya, pamer.
  • Saling marah
  • Saling membenci: menghinakan orang, berlaku buruk
  • Saling membelakangi
  • Memutus hubungan: di dalam Islam tidak boleh putus hubungan lebih dari 3 hari

TANYA JAWAB

Apakah Allah memberikan cobaan/musibah kepada umatnya ada penyebabnya ustad?
Ada beberapa teori bahwa ada hubungan antara musibah besar dengan kemaksiatan, tidak adanya istigfar, tidak ada amar ma’ruf nahi munkar. Teori kedua adalah teori tentang justru karena ada ketaatan maka Allah berikan ujian. Tapi memang lebih dekat dengan teori pertama. Tetapi walaupun begitu tidak boleh menuduh karena kita tidak pernah tahu apa maksud sebenarnya dari Allah mendatangkan musibah tersebut.

Apakah memamerkan sebuah pencapaian/prestasi juga termasuk memancing orang hasud?
Jika niatnya hanya bersyukur kepada Allah maka harusnya tidak memancing, misalnya mengundang tetangga syukuran kenaikan jabatan. Lain halnya jika sudah riya maka bisa memancing orang untuk hasud.

wallahu a’lam bishawab.
Notulensi ditulis oleh tim Formula Hati (GZ).

Comments to: KCI66. (43) Meninggalkan Sifat Dengki dan Curang

Your email address will not be published. Required fields are marked *