Kajian Cabang Iman – Jum’at, 18 Dzulqa’dah 1443 H / 17 Juni 2022
بسم الله الرحمن الرحيم
أَشْهَدُ اَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه
وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
# Sejenak Bersama Al-Qur’an QS As-Saffat (37): 88-98
فَنَظَرَ نَظْرَةً فِي النُّجُومِ
[37:88] Lalu ia memandang sekali pandang ke bintang-bintang.
فَقَالَ إِنِّي سَقِيمٌ
[37:89] Kemudian ia berkata: “Sesungguhnya aku sakit”.
فَتَوَلَّوْا عَنْهُ مُدْبِرِينَ
[37:90] Lalu mereka berpaling daripadanya dengan membelakang.
فَرَاغَ إِلَىٰ آلِهَتِهِمْ فَقَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ
[37:91] Kemudian ia pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka; lalu ia berkata: “Apakah kamu tidak makan?
مَا لَكُمْ لَا تَنْطِقُونَ
[37:92] Kenapa kamu tidak menjawab?”
فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبًا بِالْيَمِينِ
[37:93] Lalu dihadapinya berhala-berhala itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya (dengan kuat).
فَأَقْبَلُوا إِلَيْهِ يَزِفُّونَ
[37:94] Kemudian kaumnya datang kepadanya dengan bergegas.
قَالَ أَتَعْبُدُونَ مَا تَنْحِتُونَ
[37:95] Ibrahim berkata: “Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?
وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ
[37:96] Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu”.
قَالُوا ابْنُوا لَهُ بُنْيَانًا فَأَلْقُوهُ فِي الْجَحِيمِ
[37:97] Mereka berkata: “Dirikanlah suatu bangunan untuk (membakar) Ibrahim; lalu lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala itu”.
فَأَرَادُوا بِهِ كَيْدًا فَجَعَلْنَاهُمُ الْأَسْفَلِينَ
[37:98] Mereka hendak melakukan tipu muslihat kepadanya, maka Kami jadikan mereka orang-orang yang hina.
# Pelajaran Ayat
- Diperlukan sebuah dialog yang kuat untuk membongkar kekufuran sehingga orang kafir tidak bisa menjawab
- Kaum muslimin perlu mengasah kemampuan dialog ini untuk menghadapi generasi sekarang
- Bahwa ternyata orang kafir meskipun kalah dialog tetapi jika hidayah belum turun maka akan tetap dalam kekafiran
# Cabang Iman ke 22 – Zakat
Secara dalil tidak ada yang menggugat kewajiban zakat, semua bersepakat tentang kewajiban berzakat. Di jaman Abu Bakar dan Umar bin Khattab yang tidak membayar zakat sampai diperangi.
Poin-poin dalam zakat
- Termasuk dalam rukun Islam: penopang agama
- Merupakan ibadah harta
- Posisi zakat di posisi pengeluaran
- Islam mengajarkan tentang konsep harta
- Terkait dengan penegakan agama/jihad dengan harta
Rasul mengajarkan konsep harta yakni hartamu adalah harta yang kamu sodaqohkan bukan yang disimpan, sehingga terjadi budaya yang sangat berbeda dengan budaya yang ada
Zakat adalah pemicu utama distribusi harta. Di balik perintah memberi ada konsep mencari harta/mata pencaharian, tidak akan bisa memberi jika tidak mempunyai harta. Kaum muslimin tidak alergi harta tetapi menjinakkan harta, hartanya dipakai untuk mendukung dakwah.
TANYA JAWAB
Ustadz, Mohon ijin bertanya, hati dan pikiran merasa sudah paham, dan percaya bahwa “hartamu adalah harta yang kamu amalkan” namun pada pelaksanaannya seringkali diikuti gangguan keikhlasan. Bagaimana tipsnya agar bisa menguatkan, hingga energi zakat menjadi tinggi dan mengalir di kala lapang maupun sempit?
Beberapa tips yang bisa diberikan:
- Terus fokus dengan nasibmu kelak di akhirat
- Sering baca kisah-kisah para dermawan terutama kisah para salafusshalih
- Coba dilihat hartamu dan tanyakan apa yang kamu butuhkan dari hartamu
Pak ustadz, kadang khawatir dengan kesehatan sehingga menyisihkan dana untuk itu. Bagaimana dilihat dari sisi syariat islam, bagaimana dengan asuransi kesehatan menurut syariat islam?
Berjaga-jaga dalam hal ini dibolehkan tapi dipastikan asuransinya syariah.
wallahu a’lam bishawab.
Notulensi ditulis oleh tim Formula Hati (GZ).
No Comments
Leave a comment Cancel