Kuliah Keluarga Edisi Ramadhan FHI – Sabtu, 7 Ramadhan 1443 H / 9 April 2022
بسم الله الرحمن الرحيم
أَشْهَدُ اَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه
وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
Tahap Kehidupan di Dalam Pernikahan
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَمِنْ اٰيٰتِهٖۤ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَا جًا لِّتَسْكُنُوْۤا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰ يٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rum 30: Ayat 21)
Di dalam kitab tafsir Al Azhar karya Buya hamka ketika memberikan tafsir tentang hidup bahwa suasana ketentraman akan muncul tatkala kita mempunyai pasangan hidup, yaitu pernikahan. Di atas landasan Sakinah yaitu dijadikan di antara kalian Mawaddah Warahmah. Mawaddah yaitu cinta yang coraknya yang menggebu-gebu atau dengan corak fisik. Diantara coraknya yaitu dengan bersolek, memakai wangi-wangian, dan interaksi kulit. Yang paling menonjol pada pasangan muda adalah Mawaddah.
Selanjutnya menurut Buya Hamka, warahmah adalah sifat kasih sayang di dalam pernikahan yaitu penghormatan, penghargaan, dan saling memuliakan. Warhamah adalah sifat yang menonjol ketika usia pernikahan sudah senior (tua).
Rahmah:
- Tetapi sudahlah nyata bahwa syahwat setubuh itu tidaklah terus menerus selama hidup. Apabila badan sudah mulai tua, syahwat setubuh dengan sendirinya mulai mengendur.
- Tetapi karena hidup bersuami istriitu bukan semata-mata mawaddatan, bertambah mereka tua, bertambahlah kasih mesra kedua pihaknya bertambah dalam, itulah dia “Rahmatan”.
- Suami dihormati dan istridihargai, karena pantas untuk dihormati dan dihargai. Orangtua dikhidmati oleh anak-anaknya. anak percaya dan sayang kepada ibu bapaknya.
Warahmah adalah sifat kasih sayang yang mendalam. Bentuknya “Meskipun”. Contoh: Aku mencintainya meskipun sudah tua. Seperti spektrum waktu awalnya adalah Mawaddah dan ujungnya adalah Warahmah.
5 Tahap kehidupan pernikahan dari cinta menuju cinta, yaitu:
- Tahap Pertama: Romantic Love
- Tahap kedua: Dissapointment / Distress
- Tahap ketiga: Knowledge and Awareness
- Tahap keempat: Transformation
- Tahap kelima: Real love
Tahap Pertama: Romantic Love, “Darling I Love you full”
- Romantic Love adalah tahap pertama kehidupan pernikahan yang diwarnai oleh KEINDAHAN yang tak terlukiskan oleh kata-kata.
- Pada tahap ini pasangan suami istrisama-sama merasakan gelora cinta yang menggebu-gebu.
- Hal ini terjadi disaat awal-awal masa pernikahan, yang banyak disebut orang sebagai bulan madu.
- Inilah MAWADDAH sebagaimana penjelasan Buya Hamka.
Berapa lama di tahap pertama?
- Rata rata pasangan berada ditahap romantic love antara 1 sampai 5 tahun saja. Bisa kurang dari 1 tahun bisa lebih dari 5 tahun, tergantung banyak faktor.
- Suasana romantic love bisa dikredit oleh mereka yang melewati pernikahan dengan pacaran.
- Suasana perpindahan dari fase romantic love ke fase distress bersifat berangsur-angsur.
- Tahun ke-3, fenomena bulan madu mulai berlalu. Tahun ke-5, sudah mulai berpindah ke fase distress.
Tahap kedua: Dissapointment / Distress. Koq ternyata begitu?
- Pada tahap dissapointment ini suami istrimerasa mulai turun kebumi. Mulai melihat realitas-realitas hidup yang sesungguhnya. dan melihat adanya cela pada pasangan
karena ada nya ketersingkapan terhadap kekurangan padangan. - Pada tahap kedua, pasangan suami istrimulai saling KECEWA, saling menyalahkan, mulai bertengkar, konflik, memiliki rasa marah terhadap pasangan berusaha menang atau lebih benar dari pasangannya.
- Adanya kekagetan tertentu yang tidak mereka duga atau tidak mereka bayangkan sebelum pernikahan, Baik kekagetan yang berkaitan dengan kepribadian, karakter, sifat, sikap, perilaku, atau kondisi- kondisi lainnya.
Berapa lama berada di fase kedua?
- Bisa sangat cepat
- Bisa sangat lambat
- Kesiapan dan kesediaan kedua belah pihak untuk mempercepat fase ini menjadi penentu seberapa cepat dan seberapa lambat.
- Luaskan plafon jiwa, untuk menerima berbagai hal yang tidak sesuai harapan.
Tahap ketiga: Knowledge and Awareness, oh, kamu seperti itu yah
- Tahap ketiga ini bercorak pengetahuan dan PENGENALAN. ada perenungan dan kesadaran pada diri suami dan istriuntuk memiliki kualitas hidup berumah tangga yang lebih baik.
- Suami dan istritelah melewati masa interaksi yang cukup sehingga lebih saling mengerti karakter & kepribadian masing-masing. Lebih membuka diri untuk belajar menjadi suami dan istriyang lebih baik.
- Pasangan suami istriyang sampai pada tahap ini akan lebih memahami lebih banyak hal tentang pasangannya misalnya: sudah mengenal “bahasa cinta” pasangan.
Tahap keempat: Transformation, Aku semakin membutuhkanmu
- Tahap keempat bercorak kematangan hubungan. Mulai tumbuh penghormatan, pemuliaan dan PENERIMAAN yang tulus kepada pasangan.
- Bermula dari pengenalan, pemahaman, pengertian akhirnya bertransformasi menjadi kedewasaan dalam interaksi.
- Suami dan istripada tahap ini akan berusaha melakukan perbuatan yang mampu membahagiakan hati pasangannya.
- Suami dan istriakan berusaha membuktikan bahwa dirinya adalah sahabat yang tepat bagi pasangannya.
- Dalam tahap ini sudah berkembang sebuah penerimaan yang menyeluruh antara satu dengan yang lainnya dalam mensikapi perbedaan & konflik yang terjadi.
Tahap kelima: Real Love, “Aku mencintaimu seperti apapun dirimu”
- Tahap kelima ini bercorak KESEJIWAAN antara suami dan istri. Chemistry kesejiwaan sudah benar-benar terwujud secara nyata. Istilah “Rahmah” tepat untuk menggambarkan situasi hubungan pasutri pada tahap real love ini.
- “Aku mencintai seperti apapun dirimu.” Suami istriseakan sudah menyatu dalam kedalaman cinta yang sejati, yang menyatukan mereka hingga mati.
- Pada tahap kelima ini, pasangan suami istriakan dipenuhi dengan keceriaan, kemesraan, keintiman, kebahagiaan, dan kebersamaan dengan pasangan.
- Inilah Rahmah sebagaimana dijelaskan Buya Hamka.
Kita tidaklah bisa mendapatkan keluarga yang Mawaddah Warahmah tanpa melewati ujian dalam berumah tangga.
3 penyebab utama perceraian di indonesia:
- Faktor ekonomi
- Faktor perselingkuhan
- Faktor ketidakharmonisan
Ketika pasangan sudah merasakan perbedaan, apakah akan bisa melewati ujian dengan perbedaan?
Seseorang bisa dikatakan menjadi pasangan Mawaddah Warahmah kalau sudah bisa melewati ujian-ujian cinta. Untuk itu kita bisa memahami perbedaan-perbedaan antara pasangan. Diantara ciri pasangan yang tidak bisa mencapai kehormanisan dalam menjalani kehidupan rumah tangga adalah apabila di antara mereka terlalu banyak memiliki Rahasia-Rahasia
Terkecuali rahasia, yang tidak perlu diceritakan kepada pasangan hidup:
- Keburukan-keburukan masa lalu, tutupi dengan “Taubatan Nasuha”
- Lintasan-lintasan pikiran kekaguman kepada orang lain, tutupi dengan “Istigfar”
Agar selamat dalam melewati fase pernikahan:
- Bertaqwa kepada Allah SWT, yaitu membangun hubungan baik dengan Allah SWT
- Saling berpegang tangan. Kuatnya kebersamaan antara suami istridengan saling berpegang tangan.
“Kuncinya ada dua, yaitu kekuatan hubungan kita kepada Allah SWT dan kekuatan hubungan kita kepada pasangan.”
3 hal yang perlu diperhatikan dalam komunikasi dengan pasangan (suami istri):
- Caution
- Fleksibility
- Communication
Rekomendasi:
- milikilah kedekatan emosional antara suami istri
- milikilah fleksibilitas antara suami istri dalam mengambil setiap keputusan dalam rumah tangga
- milikilah komunikasi yang baik antara suami istri
wallahu a’lam bishawab.
Notulensi ditulis oleh tim Formula Hati (UZ/AA).
No Comments
Leave a comment Cancel