1. Arsip Kajian Tafsir QS Al-Furqan (R43P)

R43P11. Kajian Tafsir QS Al-Furqan ayat 30-32

Kajian Ramadhan 1443H/2022 MFH – Senin pagi, 16 Ramadhan 1443 H / 18 April 2022

‎بسم الله الرحمن الرحيم
‎أَشْهَدُ اَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه
‎وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

𝗧𝗔𝗙𝗦𝗜𝗥 𝗦𝗨𝗥𝗔𝗛 𝗔𝗹-𝗙𝗨𝗥𝗤𝗔𝗡 𝗔𝗬𝗔𝗧 𝟯𝟬, 𝟯𝟭, 𝟯𝟮

وَقَالَ الرَّسُوْلُ يٰرَبِّ اِنَّ قَوْمِى اتَّخَذُوْا هٰذَا الْقُرْاٰنَ مَهْجُوْرًا – ٣٠

𝑫𝒂𝒏 𝑹𝒂𝒔𝒖𝒍 (𝑴𝒖𝒉𝒂𝒎𝒎𝒂𝒅) 𝒃𝒆𝒓𝒌𝒂𝒕𝒂, “𝒀𝒂 𝑻𝒖𝒉𝒂𝒏𝒌𝒖, 𝒔𝒆𝒔𝒖𝒏𝒈𝒈𝒖𝒉𝒏𝒚𝒂 𝒌𝒂𝒖𝒎𝒌𝒖 𝒕𝒆𝒍𝒂𝒉 𝒎𝒆𝒏𝒋𝒂𝒅𝒊𝒌𝒂𝒏 𝑨𝒍-𝑸𝒖𝒓’𝒂𝒏 𝒊𝒏𝒊 𝒅𝒊𝒂𝒃𝒂𝒊𝒌𝒂𝒏.”

𝐇𝐈𝐊𝐌𝐀𝐇 𝐀𝐋-𝐅𝐔𝐑𝐐𝐀𝐍 𝐀𝐘𝐀𝐓 𝟑𝟎
  1. Nabi Muhammad mengeluhkan lingkungan masyarakat Quraisy yang buruk. Mereka lalai terhadap kitab suci Al-Qur’an yang berisi peringatan-peringatan, Dimana mereka tidak mau mendengarkan, apalagi mengamalkannya.
    Cara orang kafir membuang Qur’an yaitu Orang kafir qurais, tidak mau dibacakan mereka Al-Qur’an, ketika Rasulullah berbicara tentang Qur’an, mereka orang kafir qurais langsung mengintervensi dengan berbicara dikanan kiri mereka akibatnya suaranya lebih tinggi dari suara Rasulullah, sehingga apa yang disampaikan Nabi tidak terdengar
  2. Ayat ini meng-isyarahkan bahwa lingkungan ikut mempengaruhi dalam dakwah Nabi, Allah lalu ingin menenangkan hati Nabi Muhammad, bahwa setiap nabi dari masa lalu adalah sama mendapatkan penolakan juga dari Sebagian kaumnya.
  3. Sifat abai terhadap Qur’an tidak boleh dilakukan oleh orang beriman sehingga sifat ini bisa mendominasi dalam kehidupan bersosial dan tidak terpengaruh oleh sifat orang yang abai terhadap Al-Qur’an
  4. Memuliakan Al-Qur’an agar kita bisa mengambil petunjuk hidup yang telah ditetapkan oleh Allah kepada hambanya
    Cara Memuliakan Al-Qur’an
  5. Tilawatil Qur’an
  6. Memahami maknanya
  7. Menghafal yang mampu untuk kita misalnya separuh juz amma, minimal setiap rumah ada hafidz qur’an
  8. Tadaburi maknanya, bersama dengan hadirnya hati
  9. Mengamalkan Qur’an (amal hati pikiran, amal lisan dan amal perbuatan)
  10. Mengajarkan Qur’an (minimal menjadi guru bagi anak-anak kita)

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا مِّنَ الْمُجْرِمِيْنَۗ وَكَفٰى بِرَبِّكَ هَادِيًا وَّنَصِيْرًا – ٣١

𝑩𝒆𝒈𝒊𝒕𝒖𝒍𝒂𝒉, 𝒃𝒂𝒈𝒊 𝒔𝒆𝒕𝒊𝒂𝒑 𝒏𝒂𝒃𝒊, 𝒕𝒆𝒍𝒂𝒉 𝑲𝒂𝒎𝒊 𝒂𝒅𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒎𝒖𝒔𝒖𝒉 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈-𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒆𝒓𝒅𝒐𝒔𝒂. 𝑻𝒆𝒕𝒂𝒑𝒊 𝒄𝒖𝒌𝒖𝒑𝒍𝒂𝒉 𝑻𝒖𝒉𝒂𝒏𝒎𝒖 𝒎𝒆𝒏𝒋𝒂𝒅𝒊 𝒑𝒆𝒎𝒃𝒆𝒓𝒊 𝒑𝒆𝒕𝒖𝒏𝒋𝒖𝒌 𝒅𝒂𝒏 𝒑𝒆𝒏𝒐𝒍𝒐𝒏𝒈.

𝐇𝐈𝐊𝐌𝐀𝐇 𝐀𝐋-𝐅𝐔𝐑𝐐𝐀𝐍 𝐀𝐘𝐀𝐓 𝟑𝟏
  1. Setiap Nabi yang diutus sejad dahulu ada musuh dari sebagian kaumnya
  2. Penerus Nabi, akan mendapatkan kasus yang sama mendapatkan ujian yaitu musuh dari orang berdosa karena ulama adalah penerus atau pewaris para Nabi
  3. Jadilah pembela orang-orang mukmin bukan pembela orang yang mujrimin (orang kafir dan fasik)
  4. Karena ada ketetapan musuh ini maka wajib bagi orang-orang mukmin harus sabar, semangat dalam berdakwah, karena janji kemenangan dari Allah itu pasti
  5. Cukuplah Allah menjadi pemberi petunjuk dan penolong bagi siapa yang dikehendaki-Nya yaitu mereka yang ikhlas berada di jalan yang benar maka kita tetap sabar atas semua ujian yang akan kita hadapi karena ujungnya ada kemenangan

وَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْاٰنُ جُمْلَةً وَّاحِدَةً ۛ كَذٰلِكَ ۛ لِنُثَبِّتَ بِهٖ فُؤَادَكَ وَرَتَّلْنٰهُ تَرْتِيْلًا – ٣٢

𝑫𝒂𝒏 𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈-𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒌𝒂𝒇𝒊𝒓 𝒃𝒆𝒓𝒌𝒂𝒕𝒂, “𝑴𝒆𝒏𝒈𝒂𝒑𝒂 𝑨𝒍-𝑸𝒖𝒓’𝒂𝒏 𝒊𝒕𝒖 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒅𝒊𝒕𝒖𝒓𝒖𝒏𝒌𝒂𝒏 𝒌𝒆𝒑𝒂𝒅𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒔𝒆𝒌𝒂𝒍𝒊𝒈𝒖𝒔?” 𝑫𝒆𝒎𝒊𝒌𝒊𝒂𝒏𝒍𝒂𝒉, 𝒂𝒈𝒂𝒓 𝑲𝒂𝒎𝒊 𝒎𝒆𝒎𝒑𝒆𝒓𝒕𝒆𝒈𝒖𝒉 𝒉𝒂𝒕𝒊𝒎𝒖 (𝑴𝒖𝒉𝒂𝒎𝒎𝒂𝒅) 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏𝒏𝒚𝒂 𝒅𝒂𝒏 𝑲𝒂𝒎𝒊 𝒎𝒆𝒎𝒃𝒂𝒄𝒂𝒌𝒂𝒏𝒏𝒚𝒂 𝒔𝒆𝒄𝒂𝒓𝒂 𝒕𝒂𝒓𝒕𝒊𝒍 (𝒃𝒆𝒓𝒂𝒏𝒈𝒔𝒖𝒓-𝒂𝒏𝒈𝒔𝒖𝒓, 𝒑𝒆𝒓𝒍𝒂𝒉𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒏 𝒃𝒆𝒏𝒂𝒓).

𝐇𝐈𝐊𝐌𝐀𝐇 𝐀𝐋-𝐅𝐔𝐑𝐐𝐀𝐍 𝐀𝐘𝐀𝐓 𝟑𝟐
  1. Permintaan kaum kafir qurais yang mengada-ada, dengan tujuan menghalangi dakwah Nabi, melalui Al-Qur’an Allah mendatangkan suatu jawaban yang benar dan tepat, akan melemahkan sanggahan-sanggahan mereka yang batil dan penjelasan yang paling baik, sehingga akan jelas mana yang benar dan mana yang salah
  2. Allah menurunkan Al-Qur’an kepada Rasulullah dalam dua kondisi yaitu Al-quran turun dari Lauh Mahfuzh ke Baitul izzah di Langit dunia, kemudian Al-quran turun dari Baitul Izzah di langit dunia langsung kepada Nabi Muhammad, tetapi turunnya kepada Nabi tidak dengan sekaligus, melainkan sedikit-sedikit menurut keperluan, masa, dan tempat selama 23 tahun.
  3. Al-Qur’an diturunkan berangsur untuk memperteguh hati Nabi Muhammad karena setiap kali ayat Al-Qur’an turun, nabi merasa tenang karena Allah selalu menyertainya dalam suka maupun duka dan agar mudah dihafal, dihayati, dan diamalkan sedikit demi sedikit.
#PERTANYAAN

Ulama itu bukan profesi, ada imam rawatib dimasjid dimana setiap masjid mempunyai pola manajemen yang berbeda-beda, apakah dengan dibayarnya fungsi imam itu menjadikan sebaiknya masjid kita “profesikan” supaya tertib dan ada imam setiap sholat wajib.?
Itu terkait dengan urusan sosial atau masing-masing, tetapi perlu dipahami ulama yang dimaksud adalah pemberian Allah kepada hambanya seperti wali. Jadi sebaiknya akadnya bukan kerja tetapi pemberian hadiah karena kalau akadnya kerja dan digaji khawatir tidak mendapatkan pahala imamnya agar menjaga ketulusan hati, tetapi secar fiqh diperbolehkan.

Apakah benar jika ada Al Qur’an misal lebih dari 5 di rumah dan itu yg dipakai hanya 2 saja apakah itu dimintai pertanggungjawaban?
Secara zohir mirip apakah ini termasuk dalam mengabaikan qur’an, hakikatnya secara makna bukan permushafnya. Jadi tidak mudah untuk mengatakan itu adalah mengabaikan qur’an kalau memang didalam rumah itu banyak Qur’an tetapi yang dipakai sesuai jumlah orang yg ada dalam rumah tersebut, maka sebaiknya yang sisanya diwakafkan saja agar mendapatkan manfaat

Dalam QS. Al Fatir ayat 28. disebutkan sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba hamba Nya hanyalah para Ulama. dengan makna apakah berarti, yang bukan ulama yg suka membangkang dan tidak takut pada Allah?
Siapa saja yang takut kepada Allah dan menjalankan rasa takutnya dengan benar maka dia adalah ulama apapun profesinya. Hanya Allah yang mengeahui

Ulama suu, lahir dari masyarakat yang sakit atau lahir by design, banya diantara mereka menjadi pemimpin yang menjadi pengarah umat, bagaimana umat untuk bersikap melihat hal tersebut?
Masing-masing kita manusia diuji atas masing-masing yang lain, ulama faktanya ada 2 yaitu yang baik dan yang tidak baik, maka kalau ada fitnah yang dihadapkan pada kita, maka biasakan untuk bisa meningkatkan untuk membaca mana yang benar dan mana yang salah. Situasi ini maka kita harus bisa membaca mata hati, makanya dalam konteks ini kita tidak boleh taqlid dalam satu pendapat saja agar lebih menambah khasanah keilmuan kita

wallahu Alam bishowab
Ditulis oleh Tim Formula Hati (MS)

Comments to: R43P11. Kajian Tafsir QS Al-Furqan ayat 30-32

Your email address will not be published. Required fields are marked *