Kajian Ramadhan 1443H/2022 MFH – Selasa Dhuha, 24 Ramadhan 1443 H / 26 April 2022
بسم الله الرحمن الرحيم
أَشْهَدُ اَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه
وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
Doa ketika di kamar mandi
Dari Annas bin Malik, bahwa Nabi Muhammad SAW ketika memasuki kamar mandi berdoa untuk berlindung kepada Allah SWT dari syaitan laki-laki dan syaitan perempuan.
Apa yang dikatakan pada pagi hari
Dari Imam Bukhari dan sanadnya, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa ketika manusia membaca Sayyidul Istighfar (penghulunya istighfar) di sore hari dan meninggal di sore itu maka akan masuk syurga. Dan apabila manusia membaca di pagi hari dan meninggal di hari ini, maka insya Allah akan menjadi ahli syurga.
Bacaan Sayyidul Istighfar:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ، وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّمَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْلِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أِنْتَ. (ALLOHUMMA ANTA ROBBII
LAA ILAHA ILLA ANTA. KHOLAQTANII WA ANA ‘ABDUK. WA ANA ‘ALA ‘AHDIKA WA WA’DIKAMASTATHO’TU, A’UDZUBIKA MIN SYARRIMAA SHONA’TU, ABUU ULAKA BINI’MATIKA ‘ALAYYA WA ABUU ULAKA BIDZA(N)BII FAGHFIRLII FAINNAHU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLA ANTA.
Artinya:
“Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau yang telah menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji –Mu. Dan Aku berjanji kepada-Mu dengan semampuku. Aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat. Aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang boleh mengampuni segala dosa kecuali Engkau.” (HR. Bukhari).
Kandungan Makna dari Sayyidul Istighfar ini adalah doa agung yang mencakup banyak makna: pengakuan terhadap Rabb, pengakuan sebagai hamba Allah, pengakuan terhadap nikmat yang diterima, pengakuan terhadap dosa-dosa, permohonan ampun terhadap dosa, dan penegasan bahwa tiada yang dapat mengampuni dosa selain Allah SWT. Yang demikian itu karena melebihi seluruh bentuk istighfar dalam hal keutamaan. Dan lebih tinggi dalam hal kedudukan. Untuk itu perlu mengamalkan bacaan tersebut di dalam kehidupan kita sehari-hari.
Kapan membacanya? “Barang siapa membacanya dengan yakin di waktu pagi lalu ia meninggal sebelum masuk waktu sore, maka ia termasuk Ahli Surga. Dan barang siapa membacanya dengan yakin di waktu sore lalu ia meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk Ahli Surga.” [HR. Al-Bukhari no.6306, 6323, Ahmad IV / 122-125, an-Nasa-i VIII / 279-280]. Tidak ada landasan berapa banyak, boleh dibaca 70 atau 100 kali sebagaimana hadist tentang taubat.
Nabi ketika akan tidur membaca doa, dan ketika bangun tidur membaca doa sebagai dzikir pagi hari. Dzikir subuh atau pagi hari dimulai ketika kita membuka mata terbangun, melangkah ke masjid dan seterusnya. Pelajarannya, dzikir akan membuat manusia untuk terus mengingat Allah SWT dan tidak jauh dariNYA.
Imam Bukhari dengan sanadnya sampai Abu Bakar, menyampaikan pernah meminta diajari Rasulullah SAW doa yang bisa dipanjatkan dalam sholatnya. Rasulullah SAW menjawab
قل اللهم إني ظلمت نفسي ظلما كثيرا ولا يغفر الذنوب إلا أنت فاغفر لي من عندك مغفرة إنك أنت الغفور الرحيم
(Ucapkanlah, “Allahumma inni zhalamtu nafsi zhulman katsira wa laa yaghfirudz dzunuba illa anta faghfirli min ‘indika maghfiratan innaka antal ghafurur Rahim”).
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku telah banyak menzhalimi diri sendiri dan tidak ada yang mampu mengampuni dosa melainkan Engkau, maka berilah ampunan kepadaku dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau maha pengampun dan maha penyayang.
Doa ini mengandung pengakuan telah banyak melakukan dzolim, memohon ampun, dan memohon ampunan kepada Rabb yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Dapat dibaca saat sujud atau saat tahiyat akhir sebelum salam.
Dari Aisyah disampaikan bahwa jangan terlalu keraskan doamu, dan jangan juga terlalu dilirihkan. Artinya, sebaiknya doa dilantunkan dalam suara yang sedang, kecuali untuk doa yang dikeraskan seperti waktu badar, dan doa yang dilantunkan secara diam seperti dalam sujud, dalam salat Fardhu.
Doa yang dapat menyamai orang-orang yang mulia dengan infaqnya adalah membaca bacaan tasbih 10x, tahmid 10x, dan takbir 10x setiap habis shalat.
Di Hadits lain juga disebutkan bahwa Rasulullah SAW setelah salam membaca doa permohonan ampun untuk saudaranya. Dan Rasulullah SAW juga mendoakan orang yang membawa dan memberikan zakatnya.
wallahu Alam bishowab
Ditulis oleh Tim Formula Hati (DA)
No Comments
Leave a comment Cancel