Kajian Ramadhan 1443H/2022 MFH – Selasa dhuha, 17 Ramadhan 1443 H / 19 April 2022
بسم الله الرحمن الرحيم
أَشْهَدُ اَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه
وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
Bab 50: Masuk Syurga Tanpa Hisab
Dari Imam Al Bukhari dengan 2 Sanadnya sampai ke Ibnu Abbas, menyampaikan bahwa Nabi pernah bersabda: Disodorkan kepadaku ummat-ummat, ditampakkan kepadaku ummatku. Maka Nabi berjalan. Seorang Nabi berjalan dengan ummat, dan seorang Nabi berjalan nafar (sejumlah orang), dan seorang Nabi berjalan bersamanya sepuluh, dan seorang lewat bersamanya 5 (khamsa), dan seorang Nabi berjalan sedirian. Maka dilihat kelompok (sejumlah orang banyak). Dan aku berkata Wahai Jibril apakah mereka Ummatku. Lalu Jibril berkata: Tidak. Dan mereka itu 70000. Mereka 70000 itu permulaannya saja, tidak ada hisab. Di riwayat yang lain ada 70000 dan bersama yang lainnya lagi. Mengapa? Jibril berkata: karena mereka tidak menggunakan kaiq, tidak ruqyah, tidak menanggalkan nasib kepada burung, dan mereka tawakkal kepada Rabb mereka.
Dari Hadits tersebut kita dapat mengetahui bahwa ada sejumlah ummat Nabi yang bisa masuk ke Syurga tanpa hisab. Ummat ini dalam jumlah besar (disebutkan 70000) dan dari wajahnya terpancar cahaya.
Bagaimana kualifikasi ummat Nabi yang bisa seperti itu? Adalah mereka yang sempurna tawakkalnya kepada Allah SWT. Mereka tetap melakukan upaya dan berusaha sebaiknya-baiknya, namun bertawakal sepenuhnya kepada Rabb-NYA. Berusaha ini artinya melakukan upaya yang sesuai dengan syariat Islam, dan tidak melanggar hukum agama. Yang perlu diwaspadai, seringkali manusia merasa sudah berusaha, namun mengurangi tawakkalnya kepada Allah SWT.
Hadist yang lain menyatakan bahwa Nabi bersabda: Ahli Syurga maka akan masuk Syurga. Ahli Neraka akan masuk Neraka. Dan tidak akan ada lagi kematian, mereka akan kekal di dalamnya (selama-lamanya).
Pelajaran penting:
- Manusia perlu berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menjalankan sebab masuk Syurga. Agar nanti di akhirat kita dapat kekal di dalam Syurga.
- Ada harapan bagi ummat Nabi untuk bisa masuk Syurga tanpa hisab. Kita boleh berharap, belajar untuk tawakkal, dan menyempurnakan tawakkal kita kepada Allah SWT. Tawakkal ini meliputi urusan kesholehan, kesehatan, rezeki dan yang lainnya.
Bab 51: Sifat Syurga dan Neraka
Dari Imam Bukhari dengan Sanadnya sampai dengan Ali Imran, Nabi pernah bersabda: Saya melihat Syurga melihat sebagian besar penduduknya adalah orang Fakir, dan saya lihat Neraka dan saya lihat sebagian besar penduduknya adalah Wanita.
Intisari pentingnya adalah:
- Salah satu hikmah orang Fakir banyak masuk Syurga adalah karena ketika manusia berkekurangan, maka akan banyak mengingat dan meminta tolong kepada Rabb-Nya. Sedangkan ketika orang sudah kaya dan berkecukupan, sering menjadi lalai dan ibadahnya menjadi ala kadarnya. Lebih jauh, orang Fakir memiliki keterbatasan berbuat baik, di sisi lain orang Fakir juga tidak memiliki sumber daya untuk berbuat jahat.
- Wanita banyak menghuni Syurga karena seringkali mengingkari kebaikan suaminya. Sedangkan suami adalah wasilahnya untuk mendapatkan rizqi dan ridha dari Allah SWT.
- Wanita kurang lengkap dalam tindakan agamanya. Ibadahnya banyak berkurang, namun tidak memiliki usaha untuk mengganti kekurangan tersebut. Lebih baik tidak terlena dengan kemudahan yang diberikan kepadanya. Apabila masih memiliki kekurangan atau ketidaklengkapan dalam ibadah, sebaiknya segera mengganti dan menyempurnakan.
- Ada hadist lain yang menyatakan, siapa Wanita yang menjalankan shalat 5 waktunya, ibadah puasa Ramadhannya, menjaga kehormatannya dan taat pada suaminya, maka ia akan bisa memasuki Syurga dari pintu manapun. Hal ini hendaknya menjadi perhatian bagi Wanita.
Dari Imam Bukhari dengan Sanadnya, ia berkata bahwa Nabi pernah bersabda: Ya Allah Yang Maha Tinggi berkata kepada penduduk Syurga “Apakah kalian ridha? Apakah kalian suka?” Penduduk Syurga menjawab: “Bagaimana kami tidak suka, karena Engkau telah memberikan kami semuanya yang tidak diberikan kepada satupun dari makhlukmu”. Kemudian Allah SWT menjawab kembali: “Saya akan berikan yang lebih utama daripada itu. Saya tetapkan kepada kalian Ridha-KU dan Saya tidak akan murka kepada kalian selama-lamanya”.
Intisari: Salah satu yang paling utama nikmat Syurga yang Allah SWT nyatakan adalah mendapatkan Ridha Allah SWT dan tidak akan pernah dimurkai oleh Allah SWT.
Titik kritis: Ilmu Agama menjadi penting untuk dipelajari. Dengan mengetahui ilmunya, mana yang halal, yang haram, yang makruh. Mana yang wajib dan yang sunnah, dst. Maka manusia akan bisa berjalan sesuai dengan tuntunan agama Islam. Dan semoga kelak kita akan menjadi ummat Nabi yang akan menghuni Syurga.
wallahu Alam bishowab
Ditulis oleh Tim Formula Hati (DA)
No Comments
Leave a comment Cancel