{"id":512,"date":"2022-12-21T18:32:00","date_gmt":"2022-12-21T11:32:00","guid":{"rendered":"http:\/\/formulahati.net\/wp\/?p=512"},"modified":"2022-12-23T06:35:36","modified_gmt":"2022-12-22T23:35:36","slug":"kaa57-akhlak-buruk-khianat","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/formulahati.net\/wp\/?p=512","title":{"rendered":"KAA57. Akhlak Buruk ~ Khianat"},"content":{"rendered":"\n<p>Kajian Akhlak dan Adab &#8211; Rabu, 27 Jumadil Awal 1444 H \/ 21 Desember 2022<\/p>\n\n\n\n<p>\u200e\u0628\u0633\u0645 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0627\u0644\u0631\u062d\u0645\u0646 \u0627\u0644\u0631\u062d\u064a\u0645<br>\u200e\u0623\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064f \u0627\u064e\u0646\u064e\u0651 \u0644\u0627\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0627\u064e\u0651 \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647<br>\u200e\u0648\u064e\u062d\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f \u0644\u0627\u064e \u0634\u064e\u0631\u0650\u064a\u0652\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f, \u0648\u064e\u0623\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064f \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u064f\u062d\u064e\u0645\u0651\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064f<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"KAA57. Bahayanya Khianat - Ust Muhsinin Fauzi (21 Des 2022)\" width=\"720\" height=\"405\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/FKgdNjpTWRA?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p><strong># Sejenak Bersama Al-Qur&#8217;an: Surat Yusuf (12): 101<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u0650 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0648\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062d\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u062b\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0627\u0637\u0650\u0631\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0652\u062a\u064e \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u06d6 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u0646\u0650\u064a \u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u062d\u0650\u0642\u0652\u0646\u0650\u064a \u0628\u0650\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e \ufd3f \u0661\u0660\u0661\ufd3e<\/p>\n\n\n\n<p><em>rabbi qad aataytanii mina almulki wa&#8217;allamtanii min ta\/wiili al-ahaadiitsi faathira alssamaawaati waal-ardhi anta waliyyii fii alddunyaa waal-aakhirati tawaffanii musliman wa-alhiqnii bialshshaalihiina<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>[12:101] Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta\u00b4bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pelajaran dari ayat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Termasuk doa yang baik sekali untuk diamalkan, sebab didalamnya ada kandungan:<br>(1.a) ungkapan rasa syukur atas nikmat Allah<br>(1.b) pengagungan sifat\u00b2 Allah yakni Allah Pencipta langit dan bumi serta Allah adalah pelindung manusia di dunia dan akhirat<br>(1.c) agar mati dalam keadaan Islam dan dikumpulkan bersama orang\u00b2 soleh.<\/li>\n\n\n\n<li>Pentingnya bersyukur kepada Allah dengan menyebutkan pemberian\u00b2-Nya, mengakui nikmat\u00b2-Nya<\/li>\n\n\n\n<li>Senantiasa memuji dan mengagungkan Allah dengan menyebut sifat\u00b2-Nya dan apa\u00b2 yang diciptakan-Nya<\/li>\n\n\n\n<li>Mengamalkan doa\u00b2 para Nabi<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\">BAHAYA KHIANAT<\/h5>\n\n\n\n<p>Secara bahasa, makna khianat adalah menyelisihi \/ tidak menepati, lawannya amanah. Secara istilah, Al Imam Ar Raghib mengatakan khianat adalah menyelisihi kebenaran dengan cara melanggar janji dalam kerahasiaan (di belakang). Kalau menyelisihinya tampak itu bukan khianat, tapi menentang.<\/p>\n\n\n\n<p>Ibnu \u2018Asyur mengatakan hakikat khianat yaitu mengerjakan amanah di luar yang diamanahkan, tanpa sepengetahuan yang memberi amanah. Kalau sepengetahuan yang memberi amanah maka tidak disebut khianat. Ibrahnya adalah jika kita mendapat amanah dan kemudian dirasa tidak mampu menjalankannya, maka kita perlu memberi tahu kepada yang memberi amanah agar diri kita tidak jatuh pada sifat buruk ini.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Khianat dan korupsi<br><\/strong>Bentuk khianat di masa kini adalah perilaku korupsi (menyalahgunakan jabatan \/ kekuasaan) dan mencuri (mengambil hak dengan rahasia). Khianat (korupsi) dan mencuri: sama\u00b2 menyelisihi.<\/p>\n\n\n\n<p>Khianat adalah ketika seseorang diberi amanah lalu mengambil tanpa sepengetahuan orang yang memberi amanah. Mencuri adalah mengambil harta orang lain dengan rahasia dari beberapa prosedur dan tidak harus berupa amanah. Mencuri lebih umum prosesnya dan khianat lebih umum urusannya. Kalau amanah bisa urusan harta dan non harta sedang kalau mencuri hanya urusan harta.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Khianat dan nifak<br><\/strong>Keduanya sama\u00b2 menyelisihi. Nifak itu lebih umum dan khianat bagian dari nifak. Itu sebabnya orang nifak itu otomatis khianat. Khianat itu lebih ke arah urusan amanah dan janji sedang kalau nifak lebih ke urusan agama.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Dalil Qur\u2019an yang berbicara soal keburukan khianat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>QS Al-Anfal ayat 27<\/em>, artinya \u201cWahai orang\u00b2 yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan janganlah kamu mengkhianati amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><em>QS An-Nisa\u2019 ayat 105<\/em>, artinya \u201c\u2026\u2026\u2026dan janganlah engkau menjadi penentang (orang yang tidak bersalah) karena membela orang yang berkhianat.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><em>QS Al-Anfal ayat 71<\/em>, artinya \u201cTetapi jika mereka hendak mengkhianatimu maka sesungguhnya sebelum itu pun mereka telah berkhianat kepada Allah\u2026\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><em>QS Yusuf ayat 52<\/em>, artinya \u201c(Yusuf berkata), \u201cYang demikian itu agar dia (raja \u2018Aziz) mengetahui bahwa aku benar\u00b2 tidak mengkhianatinya ketika dia tidak ada di rumah, dan bahwa Allah tidak meridhoi tipu daya orang\u00b2 yang berkhianat (berbuat zina).\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><em>QS Al-Anfal ayat 58<\/em>, artinya \u201cDan jika engkau khawatir akan terjadinya pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berkhianat.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><em>QS Al-Hajj ayat 38<\/em>, artinya \u201cSesungguhnya Allah membela orang yang beriman. Sungguh, Allah tidak menyukai setiap orang yang berkhianat dan kufur nikmat.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><em>QS An-Nisa\u2019 ayat 107<\/em>, artinya \u201cDan janganlah kamu berdebat untuk membela orang\u00b2 yang mengkhianati dirinya. Sungguh, Allah tidak menyukai orang\u00b2 yang selalu berkhianat dan bergelimang dosa.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><em>QS At-Tahrim ayat 10<\/em>, artinya \u201c\u2026\u2026\u2026\u2026.lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya \u2026..\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Dalil Sunnah yang berbicara soal keburukan khianat<br><\/strong>Bahaya khianat disebutkan juga di sunnah\u00b2 Nabi shallallahu \u2018alaihi wa sallam yaitu:<\/p>\n\n\n\n<p><em>Dari \u2018Abdullah bin \u2018Amr ra<\/em>, Rasulullah shallallahu \u2018alaihi wa sallam bersabda, \u201cAda empat tanda, jika seseorang memiliki empat tanda ini, maka ia disebut munafik tulen. Jika ia memiliki salah satu tandanya, maka dalam dirinya ada tanda kemunafikan sampai ia meninggalkan perilaku tersebut, yaitu: (1) jika diberi amanah, khianat; (2) jika berbicara, dusta; (3) jika membuat perjanjian, tidak dipenuhi; (4) jika berselisih, dia akan berbuat zalim (melampaui batas).\u201d HR Muslim no. 58<\/p>\n\n\n\n<p><em>Dari Abu Hurairah ra<\/em>, bahwa Nabi shallallahu \u2018alaihi wa sallam berdoa, \u201cYa Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari kelaparan karena sesungguhnya ia adalah sejelek-jeleknya teman tidur, dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat khianat karena sesungguhnya ia adalah sejelek-jeleknya kawan dekat.\u201d HR Ibnu Majah.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Dari \u2018Imran bin Hushain ra<\/em>, Nabi shallallahu \u2018alaihi wa sallam bersabda, \u201cSebaik-baik kalian adalah orang yang hidup pada masaku, kemudian orang\u00b2 pada masa berikutnya (Tabi\u2019in), kemudian orang\u00b2 pada masa berikutnya (Tabi\u2019ut tabi\u2019in).\u201d \u2018Imran berkata, \u201cSaya tidak tahu apakah Nabi shallallahu \u2018alaihi wa sallam menyebutkan \u2018orang\u00b2 sesudah masa beliau\u2019 dua atau tiga kali.\u201d \u201cSetelah itu akan datang orang\u00b2 yang memberikan kesaksian padahal mereka tidak dimintai kesaksian, mereka berkhianat dan tidak dapat dipercaya, mereka bernazar namun tidak melaksanakannya dan diantara mereka tampak gemuk.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Ada ungkapan dari salafussoleh, diantaranya:<\/p>\n\n\n\n<p><em>Anas bin Malik<\/em> mengatakan, \u201cKalau di rumah itu ada khianat maka hilang keberkahan.\u201d<br>Mujahid mengatakan, \u201cOrang yang suka makar, intrik, menipu, khianat tempatnya di neraka; bukan termasuk akhlaknya orang mukmin.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><em>Maimun bin Mihran<\/em> mengatakan, \u201c3 perkara, muslim dan kafir diperlakukan sama: kalau kau berjanji maka kau harus memenuhi janjinya baik kepada muslim atau kafir karena janji itu kepada Allah; kalau kau punya hubungan kerabat dengannya maka kau harus menyambungnya baik itu muslim atau kafir; kalau kau diamanahi maka kau harus penuhi amanahnya baik itu muslim atau kafir.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><em>Al Mawardi<\/em> mengatakan, \u201cSaya baca di kitab\u00b2 terdahulu, termasuk yang akan disegerakan azabnya dan tidak akan diakhirkan yaitu jika ada amanah dikhianati, kebaikan diingkari, hubungan kerabat diputus, dan ada kezoliman diantara manusia; seandainya tidak ada keburukan tentang khianat -itu cukuplah, kecuali bahwa ia akan mendapatkan kehinaan dalam dirinya itu cukup menjadi sesuatu yang harus dihindari.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><em>Al Harits Al Muhasibi<\/em> mengatakan, \u201c3 perkara kemuliaan: pertama, wajah tampan bersama penjagaan diri yakni tidak berbuat maksiat; kedua, akhlak yang baik bersama agama yang baik; ketiga, persaudaraan yang baik bersama amanah.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Dampak atau bahaya khianat:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>akan mendapatkan murkanya Allah<\/li>\n\n\n\n<li>akan menjadi situasi yang buruk di tengah masyarakat karena mulai muncul saling tidak percaya dan saling menyakiti diantara mereka<\/li>\n\n\n\n<li>masuk kategori nifak<\/li>\n\n\n\n<li>jalan yang cepat untuk mendapatkan kehinaan di dunia dan azab di akhirat<\/li>\n\n\n\n<li>menyuburkan penipuan, suap, pencurian, korupsi dan seterusnya<\/li>\n\n\n\n<li>akan mendapatkan kondisi berat kelak di akhirat sebagaimana hadits adanya orang bangkrut di akhirat<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><strong>Hukum khianat<br><\/strong>Sebagian besar ulama mengatakan, seperti Imam Adz Dzahabi dan Ibnu Hajar Al-Haitami, bahwa khianat itu termasuk dosa besar, dalilnya QS Yusuf ayat 52 dan karena khianat merupakan bagian dari kemunafikan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Yang mendasari orang jatuh pada khianat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>karena lemahnya iman\/agama, ini bisa menumbuhkan banyak penyakit salah satunya khianat<\/li>\n\n\n\n<li>kelemahan mental seperti tidak berani, takut, minder<\/li>\n\n\n\n<li>tingginya obsesi, banyaknya keinginan yang tidak disertai dengan kemampuan<\/li>\n\n\n\n<li>karena sudah ada pembukanya yakni suka dusta<\/li>\n\n\n\n<li>membalas khianat orang terhadap dirinya<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><strong>Cara menyelesaikan sikap khianat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>harus ada pendidikan agama yang kuat, pendidikan iman<\/li>\n\n\n\n<li>perlu proses penguatan mental, seperti keberanian ketangguhan<\/li>\n\n\n\n<li>memoderasi cita\u00b2 \/ keinginan<\/li>\n\n\n\n<li>mencoba memilih kawan\/mitra\/pasangan yang amanah sehingga tidak jadi korban khianat<\/li>\n\n\n\n<li>berdoa<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><strong>Beberapa pilihan do&#8217;a<br><\/strong><em>\u201cAllaahumma ahsanta kholqii fa-ahsin khuluqii.\u201d Artinya \u201cYa Allah, Engkau telah memperbagus penciptaanku, maka baguskanlah akhlakku.\u201d H.R. Ahmad no.3823 dan dishahihkan oleh Al-Albani.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>\u201cAllaahummahdinii li-ahsanil akhlaaq, laa yahdii li-ahsanihaa illaa anta, wash-rif \u2018annii sayyi-ahaa, laa yash-rifu \u2018annii sayyi-ahaa illaa anta.\u201d Artinya \u201cYa Allah, tunjukkanlah aku kepada akhlak yang baik, tidak ada yang dapat menunjukkan kepadanya kecuali Engkau. Dan palingkanlah dariku kejelekan akhlak, tidak ada yang dapat memalingkannya dariku kecuali Engkau.\u201d H.R. Muslim no. 771<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>\u201cAllaahummahdinii li-ahsanil a\u2019maal, wa ahsanil akhlaaq, laa yahdii li-ahsanihaa illaa anta, wa qinii sayyi-al a\u2019maal, wa sayyi-al akhlaaq, laa yaqii sayyi-ahaa illaa anta.\u201d Artinya \u201cYa Allah, berilah petunjuk kepadaku untuk berbuat sebaik-baik amalan, sebaik-baik akhlak, tidak ada yang bisa menunjuki untuk berbuat sebaik-baiknya kecuali Engkau. Dan lindungi kami dari jeleknya amalan dan jeleknya akhlak, dan tidak ada yang melindungi dari kejelekannya kecuali Engkau.\u201d H.R. Nasa\u2019i no. 896 dan dishahihkan oleh Al-Albani<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>\u201cAllaahumma innii a\u2019uudzu bika min munkarootil akhlaaq wal a\u2019maal wal ahwaa\u2019 wal adwaa\u2019.\u201d Artinya \u201cYa Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kemungkaran akhlak, amal, hawa nafsu dan penyakit.\u201d H.R. Tirmidzi no. 3591 dan dishahihkan oleh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami\u2019 no. 1298<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong>PERTANYAAN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Q : Apa dasar pemikiran manusia berbuat khianat? Pelakunya disebut apa?<\/em><br>A : Bisa karena kelemahan agama, ketaatan kepada Allah yang lemah yang berdampak pada tumbuhnya sifat\u00b2 buruk, juga karena memang memiliki karakter itu, hasad yang berlebihan yang tidak diikuti kemampuan juga melahirkan sifat khianat, ingin menjaga kepentingannya tapi tidak cukup berani untuk mejalankannya di depan, jadinya mengambilnya lewat belakang. Orangnya disebut pengkhianat.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Q : Amanah itu ada di masing\u00b2 diri sesuai perannya, misal istri amanah sama suami, dst. batasannya dimana seseorang itu disebut tidak amanah?<\/em><br>A : Sebagai referensi bisa simak rekaman kajian cabang iman ke-35. Amanah Allah kepada manusia ada dua kategori: amanah menjalankan agama ini dan amanah atas hal\u00b2 yang Allah berikan kepada kita. Di dalamnya ada amanah di antara sesama manusia, amanah harta dari orang ke orang. Supaya kita amanah, maka kita harus tahu semua kewajiban yang melekat pada amanah itu. Misal ketika Allah menyuruh kita dalam banyak hal dan kita taat, maka itulah yang disebut ketaatan. Kalau amanah di luar agama, harus tahu tupoksinya apa saja. Di konteks suami isteri berarti disitu ada hak dan kewajiban. Di konteks orangtua dan anak dan yang lainnya, masing\u00b2 ada tupoksinya.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Q : Orang yang engga amanah apakah disebut munafik?<\/em><br>A : Iya, disebut munafik amali<\/p>\n\n\n\n<p><em>wallahu a&#8217;lam bishowab<\/em><br><em>Ditulis oleh Tim Formula Hati (WW\/AA)<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kajian Akhlak dan Adab &#8211; Rabu, 27 Jumadil Awal 1444 H \/ 21 Desember 2022 \u200e\u0628\u0633\u0645 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0627\u0644\u0631\u062d\u0645\u0646 \u0627\u0644\u0631\u062d\u064a\u0645\u200e\u0623\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064f \u0627\u064e\u0646\u064e\u0651 \u0644\u0627\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0627\u064e\u0651 \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u200e\u0648\u064e\u062d\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f \u0644\u0627\u064e \u0634\u064e\u0631\u0650\u064a\u0652\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f, \u0648\u064e\u0623\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064f \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u064f\u062d\u064e\u0645\u0651\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064f # Sejenak Bersama Al-Qur&#8217;an: Surat Yusuf (12): 101 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u0650 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0648\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062d\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u062b\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0627\u0637\u0650\u0631\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0652\u062a\u064e \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u0650\u064a [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false,"stax_show_title_section":"","stax_single_post_media_panel_height":"","stax_single_post_media_panel_text":"","stax_single_post_cateory_breadcrumb":"","stax_single_post_title_position":"","stax_single_post_title_align":"","stax_single_post_title_extra_align":"","stax_single_post_title_size":"","stax_single_post_image_width":"","stax_single_post_image_format":"","stax_single_post_audio_panel":"","stax_single_post_video_panel":"","stax_single_post_video_width":"","stax_single_post_gallery_panel":"","stax_single_post_gallery_width":"","stax_single_post_gallery_slides":"","stax_single_post_meta_author_avatar":"","stax_single_post_meta_author_name":"","stax_single_post_meta_post_date":"","stax_single_post_meta_reading_time":"","stax_single_post_shapes":"","footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-512","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-arsip-kajian-akhlak-dan-adab"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/formulahati.net\/wp\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/512","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/formulahati.net\/wp\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/formulahati.net\/wp\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/formulahati.net\/wp\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/formulahati.net\/wp\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=512"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/formulahati.net\/wp\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/512\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":513,"href":"http:\/\/formulahati.net\/wp\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/512\/revisions\/513"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/formulahati.net\/wp\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=512"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/formulahati.net\/wp\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=512"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/formulahati.net\/wp\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=512"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}