{"id":137,"date":"2022-03-28T23:05:36","date_gmt":"2022-03-28T16:05:36","guid":{"rendered":"http:\/\/formulahati.net\/wp\/?p=137"},"modified":"2022-03-28T23:05:38","modified_gmt":"2022-03-28T16:05:38","slug":"kfq39-menentukan-asal-masalah-dalam-waris","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/formulahati.net\/wp\/?p=137","title":{"rendered":"KFQ39. Menentukan Asal Masalah Dalam Waris"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kajian Fiqih Waris oleh Ustadz Aceng Toha, Lc &#8211; Senin, 25 Sya&#8217;ban 1443 H \/ 28 Maret 2022<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u200e\u0628\u0633\u0645 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0627\u0644\u0631\u062d\u0645\u0646 \u0627\u0644\u0631\u062d\u064a\u0645<br>\u200e\u0623\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064f \u0627\u064e\u0646\u064e\u0651 \u0644\u0627\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0627\u064e\u0651 \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647<br>\u200e\u0648\u064e\u062d\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f \u0644\u0627\u064e \u0634\u064e\u0631\u0650\u064a\u0652\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f, \u0648\u064e\u0623\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064f \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u064f\u062d\u064e\u0645\u0651\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064f<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"KFQ39. Fiqih Waris - Menentukan Asal Masalah Waris - Ust Aceng Toha (28 Mar 2022)\" width=\"720\" height=\"405\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/3os2qXbwd1w?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">MENENTUKAN ASAL MASALAH DALAM WARIS<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menentukan asal masalah yaitu mencari bilangan terkecil yang bisa dibagi oleh bilangan yang ada tanpa pecahan. Manfaat asal masalah untuk mengetahui dan memudahkan dalam membagi harta warisan.<\/p>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\"><strong># ASAL MASALAH DALAM WARIS ADA TIGA KONDISI<\/strong><\/h5>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>1. Kondisi Pertama<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau ahli waris ashabah saja maka asal masalahnya jumlah kepala mereka, atau kalau ada laki-laki dan perempuan perbandingannya 2:1.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contoh:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Seseorang meninggal dunia, ahli warisnya 3 anak laki-laki, maka asal masalahnya 3 sesuai jumlah kepalanya, maka Perhitungannya adalah Total warisan dibagi 3 dengan pembagian Anak laki-laki masing-masing mendapatkan 1 bagian<\/li><li>Seseorang meninggal dunia, ahli warisnya 2 anak laki-laki dan seorang anak perempuan, asal masalah dari 5, anak laki-laki masing-masing dapat 2 bagian anak perempuan 1 bagian Maka total warisan dibagi 5 dengan pembagian, 2 anak laki-laki mendapatkan 2 bagian, 1 anak perempuan mendapatkan 1.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2. Kondisi Kedua<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau dalam masalah ada ahlul furudh dan ashabah, maka asal masalah diambil dari bilangan ahlul furudh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contoh:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Seseorang meninggal dunia, ahli warisnya suami dan anak laki-laki. Asal masalahnya 4 diambil dari bagian suami laki-laki. Asal masalahnya 4 diambil dari bagian suami yang 1\/4 mendapat 1 dan sisanya untuk anak laki-laki yaitu dapatnya 3<\/li><li>Seseorang meninggal dunia meninggalkan ahli waris, Ibu dan saudara sekandung. Maka asal masalahnya 1\/3, sehingga Ibu yang 1\/3 dapat 1, dan sisanya saudara sekandung dapat 2<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>3. Kondisi Ketiga<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau dalam masalah terdiri dari ahlul furudh semua atau ada ashabah, maka asal masalah dilihat dari faktor kelipatan terkecil dari angka-angka yang ada dengan pola hubungan angka yang disebut An-Nisabu Al-Arba&#8217;ah (empat pola hubungan). Yaitu At-Tamaatsul (angka yang sama), At- Tadaakhul (dua angka), At-Tawaafuq (2 angka yang tidak bisa dibagi, tapi dibagi selain angka 1) dan At-Tabaayun (2 angka yg tidak bisa dibagi kecuali oleh angka 1) dan hasilnya adalah menjadi asal masalah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>A<strong>l-Furudhul Muqaddarah <\/strong>adalah: \ud835\udfed\/\ud835\udfee, \ud835\udfed\/\ud835\udff0, \ud835\udfed\/\ud835\udff4, \ud835\udfee\/\ud835\udfef, \ud835\udfed\/\ud835\udfef dan \ud835\udfed\/\ud835\udff2.<\/em> Asal masalah ahlul furudh ada 7: dua, tiga, empat, enam, delapan, dua belas dan dua puluh empat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1<strong>\/2 \ud835\udc85\ud835\udc82\ud835\udc8f 1\/2 = <em>Tamaatsul<\/em><br>1\/2 \ud835\udc85\ud835\udc82\ud835\udc8f 1\/4 = <em>Tadaakhul<\/em><br>1\/4 \ud835\udc85\ud835\udc82\ud835\udc8f 1\/6 = <em>Tawaafuq<\/em><br>1\/2 \ud835\udc85\ud835\udc82\ud835\udc8f 1\/3 = <em>Tabaayun<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong># Tamaatsul<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">At-Tamaatsul adalah 2 angka yang sama, maka yang akan jadi asal masalah salah satu dari angka yang ada. Seperti 1\/2 maka asal masalahnya 2. Misal kalau pewarisnya ada suami dan saudari perempuan maka asal masalahnya 2, maka suami 1\/2 dapat 1, dan saudari perempuan 1\/2 dapat 1 juga<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong># Tadaakhul<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">At-Tadaakhul adalah 2 angka yang satu bisa terbagi habis dengan yang lainnya. Seperti 1\/2 dan 1\/4 maka asal masalahnya 4, sedangkan untuk 1\/3 dan 1\/6 asal masalahnya 6.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em><strong>Contoh:<\/strong><\/em><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Ahli waris Suami, anak perempuan dan paman maka pembagiannya suami 1\/4, anak perempuan 1\/2 dan sisanya paman, jadi akar masalahnya 4, sehingga suami dapat 1, anak perempuan 2, paman dapat 1<\/li><li>Ahli waris adalah Ibu, saudara seibu, dan paman maka pembagiannya ibu yang 1\/3 dapat 2, saudara seibu yang 1\/6 dapat 1, sisanya paman dapat 3<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong># Tawaafuq<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">At-Tawaafuq adalah 2 angka yang satu tidak bisa dibagi dengan yang kedua tapi bisa dibagi oleh angka yang lain selain angka 1, seperti 1\/4 dan 1\/6 asal masalahnya setengah 4 yaitu 2 kali 6 &#8211; 12 atau setengah 6 yaitu 3 kali 4 = 12. 1\/6 dan 1\/8 asal masalahnya adalah setengah 6 yaitu 3&#215;8 = 24, atau setengah 8 yaitu 4&#215;6 = 24.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em><strong>Contoh:<\/strong><\/em><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Ahli waris istri 1\/4 dapat 3, Nenek 1\/6 dapat 2, Saudara sekandung sisanya 7 (karena akar masalahnya 12 dikurangi 5)<\/li><li>Ahli waris istri 1\/8 dapat 3, Nenek 1\/6 dapat 4, Anak laki-laki sisanya 17 (karena akar masalahnya 24 dikurangi 7)<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong># Tabaayun<br><\/strong>At-Tabaayun yaitu 2 angka yang satu tidak bisa dibagi oleh yang ke 2 dan tidak ada bilangan yang bisa membagi keduanya kecuali angka 1. Maka untuk menemukan asal masalahnya adalah angka yang satu dikalikan dengan yang ke dua. Seperti 1\/3 dengan 1\/4 , asal masalahnya 3 x 4 = 12. 1\/3 dengan 1\/8, asal masalahnya 24. tabaayun biasanya terjadi pada angka yang berurutan. 2 dan 3, 3 dan 4 dst.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em><strong>Contoh:<\/strong><\/em><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Ahli waris ada suami, ibu dan saudara sekandung. maka suami 1\/2 dapat 3, ibu 1\/3 dapat 2, saudara sekandung sisa 1 karena akar masalahnya 6<\/li><li>Ahli waris ada Istri, ibu dan paman. akar masalahnya 12, istri 1\/4 dapat 3, ibu 1\/3 dapat 4, dan paman sisanya dapat 5 dari (12-7)<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tashhihul Masalah<br><\/strong>Tashhiih artinya perbaikan yaitu perbaikan angka apabila dalam pembagian harta warisan terjadi pecahan. hal ini bisa terjadi pada satu golongan ahli waris saja atau bisa juga terjadi pada beberapa golongan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Contoh yang terjadi pada satu golongan:<\/em><br><\/strong>Ahli waris istri dan 3 anak laki-laki, maka istri 1\/8 dapat 1, dan sisa 7 untuk anak laki-laki. karena angkanya pecahan maka angka 3 dari jumlah anak laki-laki dikalikan dengan angka 8, maka akar masalahnya 24. sehingga istri dapat 24\/8=3, 3 anak laki-laki masing-masing mendapatkan 7 dari perhitungan (24-3=21) kemudian dibagi 3 anak laki-laki yakni 21\/3=7<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Contoh yang terjadi pada dua golongan:<\/em><br><\/strong>Ahli waris ada 2 istri dan 3 orang anak laki-laki maka 2 istri dapat 1\/16 diperoleh dari (1\/8 dibagi 2 istri), kemudian anak laki-laki ada 3. maka (7-1)=6 dikalikan dengan sehingga 6&#215;8 = 48. maka masing2 istri dapat 3, dan 3 anak laki-laki dapat 14 yang didapatkan dari (48-6)= 42 dibagi 3 yakni 14.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>wallahu Alam bishowab<\/em><br><em>Ditulis oleh Tim Formula Hati (MS\/AA)<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kajian Fiqih Waris oleh Ustadz Aceng Toha, Lc &#8211; Senin, 25 Sya&#8217;ban 1443 H \/ 28 Maret 2022 \u200e\u0628\u0633\u0645 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0627\u0644\u0631\u062d\u0645\u0646 \u0627\u0644\u0631\u062d\u064a\u0645\u200e\u0623\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064f \u0627\u064e\u0646\u064e\u0651 \u0644\u0627\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0627\u064e\u0651 \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u200e\u0648\u064e\u062d\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f \u0644\u0627\u064e \u0634\u064e\u0631\u0650\u064a\u0652\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f, \u0648\u064e\u0623\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064f \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u064f\u062d\u064e\u0645\u0651\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064f MENENTUKAN ASAL MASALAH DALAM WARIS Menentukan asal masalah yaitu mencari bilangan terkecil yang bisa dibagi oleh bilangan yang ada tanpa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false,"stax_show_title_section":"","stax_single_post_media_panel_height":"","stax_single_post_media_panel_text":"","stax_single_post_cateory_breadcrumb":"","stax_single_post_title_position":"","stax_single_post_title_align":"","stax_single_post_title_extra_align":"","stax_single_post_title_size":"","stax_single_post_image_width":"","stax_single_post_image_format":"","stax_single_post_audio_panel":"","stax_single_post_video_panel":"","stax_single_post_video_width":"","stax_single_post_gallery_panel":"","stax_single_post_gallery_width":"","stax_single_post_gallery_slides":"","stax_single_post_meta_author_avatar":"","stax_single_post_meta_author_name":"","stax_single_post_meta_post_date":"","stax_single_post_meta_reading_time":"","stax_single_post_shapes":"","footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-137","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-arsip-kajian-fiqih-kfq"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/formulahati.net\/wp\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/137","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/formulahati.net\/wp\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/formulahati.net\/wp\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/formulahati.net\/wp\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/formulahati.net\/wp\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=137"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/formulahati.net\/wp\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/137\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":138,"href":"http:\/\/formulahati.net\/wp\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/137\/revisions\/138"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/formulahati.net\/wp\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=137"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/formulahati.net\/wp\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=137"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/formulahati.net\/wp\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=137"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}